Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Dewan Soroti Masalah Pertanian dari Hulu ke Hilir

Dewan Soroti Masalah Pertanian dari Hulu ke Hilir

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 9 Nov 2019
  • visibility 109

JAKARTA – | Anggota Komisi IV Hamid Noor Yasin menyoroti masalah pertanian yang dari tahun-ke tahun menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk diselesaikan. Persoalan di semua sektor pertanian masih bermasalah dimulai dari persoalan hulu, yakni masalah alih fungsi lahan pertanian sehingga komponen dasar produksi pertanian semakin sulit.  

Hasil riset BPS menunjukkan analisanya bahwa alih fungsi lahan sawah capai 200.000 ha per tahun.  Temuan ini didapat pada tahun 2018. Catatan pada tahun tersebut, luas lahan tinggal 7,1 juta hektare, turun dibanding 2017 yang masih 7,75 juta hektare.

Pemerintah perlu memastikan, bahwa masalah alih fungsi lahan ini teratasi dengan payung hukum undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Payung hukumnya sudah jelas, tinggal kemampuan pemerintah saat ini mampu menjalankannya dengan melengkapi peraturan pemerintah dan atau peraturan Menteri.

“Silih Berganti Presiden, berganti Menteri, setiap tahun belum ada penyelesaian menyeluruh pada persoalan mendasar pertanian. Masalah pertanian ini ada pada setiap sektor dari hulu hingga hilir.

Semua menjadi rantai sistem yang saling berkaitan menjadi komulatif persoalan yang perlu di urai satu persatu sampai semua persoalan pertanian ini beres”, ujar Hamid Noor Yasin, Kamis, (07/11/2019).

Selain itu menurut Hamid, yang banyak membayangi sektor pertanian adalah masalah permodalan. Permodalan ini yang menyangkut persoalan yang dihadapi oleh pelaku SDM pertanian yaitu petani.

Petani berperan pada proses penyiapan budidaya, pelaksana produksi hingga memasarkan hasil pertanian. Petani sebagai penggerak usaha tani, mulai dari pengolahan lahan, budidaya tanaman sampai dengan memanen hasil, akan dihadapkan pada pilihan antara digunakan untuk kepentingan pribadi atau dipasarkan bila ada kelebihan.

Petani harus menjadi unsur yang paling diperhatikan dalam pembangunan pertanian. Program – program bantuan sosial yang selama ini ada sejak 15 tahun terakhir, baik itu bantuan permodalan berupa PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) maupun bantuan-bantuan infrastruktur berupa irigasi tersier hingga bantuan alat mesin pertanian seperti traktor, mesin giling padi, pemotong rumput,  namun semua itu belum dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi masyarakat Indonesia pada bidang pertanian.

Hamid mengatakan, bahwa persoalan pertanian ini akan mampu lebih cepat diselesaikan manakala pemerintah lebih serius lagi pada penggunaan teknologi modern.

“Ini sangat penting karena kecepatan pertumbuhan penduduk Indonesia dan dunia, meningkat pesat tanpa penyeimbangan luasan lahan produksi pertanian.

Solusi yang paling masuk akal adalah penguatan teknologi pertanian di barengi dengan implementasi diversifikasi pangan,” lanjut Hamid.

Contoh Kota Depok dulu pernah mengkampanyekan One Day no Rice sangat bagus.  Tapi pada kenyataannya akan sulit untuk diterapkan kepada masyarakat tanpa sosialisasi intensif. 

Masalah terakhir pada sektor pertanian menurut Hamid adalah pemasaran hasil pertanian atau pada sektor hilir yang biasa dikenal pasca panen. 

Olahan makanan, teknologi pangan dan gizi, higienisasi, pengemasan, hingga persoalan tata niaga, sampai saat ini belum selesai. Banyak sekali perlu perhatian seriuas, tidak perlu semua berbarengan, yang penting fokus pada penyelesaian masalah meskipun hanya satu per satu. 

Persoalan ini sudah sangat akut menyangkut hulu hingga hilir, sdm pelaku, sampai ada nya moral hazart para pelaku mafia pertanian.  Impor salah satu persoalan penting yang perlu dikendalikan. 

“Semoga pemerintah mampu lima tahun kedepan, bersama dengan DPR RI Komisi IV akan bekerjasama membangun Sektor Pertanian sehingga dapat menyelesaikan semua persoalan dari hulu sampai hilir.

Semua upaya ini, ujungnya adalah kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia yang memerlukan perbaikan ekonomi terutama daya beli yang satu tahun terakhir sangat berpengaruh pada masyarakat perdesaan,” tutup Hamid Noor Yasin. | hs/es–dprri

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKPU Direvisi, Golkar dan PPP Bisa Ikut Pilkada

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya mengizinkan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk ikut Pilkada 2015. Persetujuan tersebut muncul dari hasil revisi Peraturan KPU (PKPU) nomor 9/2015 tentang kepesertaan partai politik dalam Pilkada serentak. Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkyansyah menerangkan, lembaga pimpinannya sudah mengubah PKPU 9/2015 menjadi PKPU 12/2015. Pasal 36 menjadi […]

  • Menteri BUMN Jangan ‘Omdo’ Terkait Indikasi Korupsi di PT Krakatau Steel

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta Menteri BUMN Erick Thohir jangan ‘Omdo’ (omong doang) terkait adanya indikasi korupsi di PT Krakatau Steel. Menteri BUMN bisa meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif untuk memperjelas adanya indikasi kerugian negara karena korupsi di BUMN tersebut. “Menteri BUMN harus mengambil tindakan tegaskalau memang […]

  • Harga Emas UBS dan Antam ‘Turun’, Rabu 1 September 2021

    • calendar_month Rab, 1 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Rabu (1/09/2021), di Pegadaian, cetakan Antam dan UBS ‘turun’. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp501.000,- turun Rp3.000,- dari kemarin. Demikian juga dengan ukuran 1 gram yang dijual Rp938.000,- turun Rp5.000,- dari kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram ini […]

  • Utang Negara Tak Terkendali, Kedaulatan Bisa Terancam

    • calendar_month Sel, 4 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Haerudin mengingatkan bahaya akibat beban utang negara terhadap kondisi bangsa. Dikatakannya, sejak semula DPR RI sudah mengingatkan, apabila utang negara sudah tidak terkendali, maka ada ancaman risiko besar bagi kedaulatan dan kehidupan sebuah bangsa dan negara. “Mohon agar pemerintah memperhatikan dan bersikap hati-hati dalam setiap melakukan pertambahan utang. […]

  • Uma Inovasi Selangit Masuk Nominasi Smesco Award

    • calendar_month Sen, 15 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Uma Inovasi Selangit merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Musi Rawas yang menjadi nominator penerima Small and Medium Enterprises and Cooperatives (Smesco) Award 2018 yang akan digelar pada 26-27 Oktober 2018 di Jakarta yang akan diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI. Untuk meraih penghargaan bergengsi di bidang UKM […]

  • Ratusan Anak TK di Lubuk Linggau Pawai Sambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H

    Ratusan Anak TK di Lubuk Linggau Pawai Sambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU (SUMSEL) – Ratusan anak-anak dari Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) se-Kota Lubuk Linggau melakukan pawai menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1445 H. Selasa (5/3/2024l. Start dari Taman Kurma, halaman Masjid Agung As-Salam dilepas Dinas Pendidikan Kota Lubuk Linggau. Dan, pawai dengan berjalan kaki menyusuri jalan raya sepanjang lebih kurang 500 meter hingga finish di […]

expand_less