Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Cerita Presiden Soal Papua hingga Diaspora

Cerita Presiden Soal Papua hingga Diaspora

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 20 Mar 2018
  • visibility 123

“Bapak Presiden, apa yang menjadi motivasi Bapak sehingga begitu sering datang ke Papua?” Pertanyaan itu dilontarkan Fransiscus Orlando, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) asal Papua yang tinggal di Selandia Baru saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan para WNI di Amopura Gathering, Museum Te Papa, pada Senin 19 Maret 2018.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menjawab bahwa sebagai seorang pemimpin, ia ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat dan infrastruktur di sana, tidak hanya dari laporan saja. Menurutnya, Indonesia bagian timur terlalu lama dilupakan dan kurang diperhatikan.

“Satu setengah bulan setelah dilantik, saya langsung terbang ke Papua. Sampai saat ini sudah tujuh kali saya datang ke Papua dan merupakan provinsi paling sering saya kunjungi. Padahal Jakarta ke Papua butuh 6 jam. Tapi ini wilayah NKRI yang harus diperhatikan,” ujarnya disertai tepuk tangan seluruh WNI yang hadir.

Presiden pun berbagi cerita dan pengalamannya ketika melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah tertinggal di Indonesia. Salah satunya saat ia berkunjung ke Kabupaten Nduga di Papua.

“Waktu itu oleh Panglima saya tidak diperbolehkan karena itu daerah paling rawan. Saya terbang ke sana naik heli karena memang dari Wamena saja ke Nduga butuh 4 hari 4 malam berjalan di tengah hutan. Di Kabupaten Nduga itu aspal satu meter saja tidak ada. Inilah yang membuat saya sedih sekali. Inilah motivasi saya. Agar infrastruktur dan SDM sama dengan provinsi-provinsi lainnya,” ujar Presiden.

Selain Fransiscus Orlando, ada dua orang lain yang juga mengajukan pertanyaan kepada Presiden. Salah satunya adalah Reza Abdul Jabar, seorang petani sukses yang kini memiliki 800 hektar lahan pertanian di provinsi terbesar di Selandia Baru, dan sekitar 2.000 ekor sapi.

“Ada amanat dari diaspora Selandia Baru perihal bagaimana kami menghadapi generasi kedua dan ketiga yaitu anak-anak kami yang berkeinginan mempertahankan status WNI-nya. Kami sedikit cemas. Padahal di sini banyak yang mahir yang sangat sayang apabila mereka terganjal untuk kembali ke tanah lahirnya atau tanah ayah ibunya. Jadi kami mohonkan solusi dan fasilitasi untuk masalah ini,” katanya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang juga hadir dalam acara tersebut dipersilakan oleh Presiden untuk menjawab langsung pertanyaan ini. Menlu mengatakan bahwa isu diaspora ini memang merupakan isu yang sedang didalami dan dikaji.

“Kita juga bekerjasama dengan para diaspora. Ada _working group_ mengenai masalah imigrasi, salah satunya kemungkinan dwi kewarganegaraan. Keputusan ini bukan keputusan mudah, perlu ada satu konsensus nasional sehingga semua pihak harus ditanya. Tapi paling tidak begini, nanti Pak Dubes akan sosialisasi kartu diaspora Indonesia, tujuan pemerintah adalah memfasilitasi WNI yang tinggal di luar negeri,” kata Menlu.

Penanya terakhir adalah Megan Collins, seorang warga Selandia Baru yang sempat tinggal lama di Indonesia dan jatuh cinta dengan Indonesia. Ia bertanya seputar masalah kebudayaan.

Presiden mengatakan bahwa DNA Indonesia ada di budayanya. Salah satu visi pemerintah dalam kebudayaan ke depan adalah membangun destinasi-destinasi wisata baru.

“Kita sedang dalam proses membuat 10 Bali baru. Ini akan kita selesaikan kemudian nanti akan menginjak ke 10 berikutnya. Kita ingin fokus di situ,” jawabnya.

Menurut Presiden, kebudayaan dan industri kreatif adalah salah satu kekuatan besar bangsa Indonesia. Semua provinsi mempunyai seni dan budaya yang berbeda beda.

“Ya inilah yang akan kita pakai sebagai sebuah kekuatan besar bangsa kita untuk bersaing dengan negara-negara lain. Kalau kita mau main di industri, kita sudah kalah jauh dengan Jepang, Jerman, dan Korea. Tapi kalau kita mainnya di sini, ada kemungkinan besar kita jadi pemain utama. Oleh karena itu saya mengajak bapak ibu untuk bekerja keras bersama-sama,” lanjutnya.

Acara bertemu dengan WNI ini adalah agenda terakhir dalam kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Selandia Baru. Selanjutnya, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan kembali ke Tanah Air.

Wellington, 19 Maret 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Apresiasi Kreatifitas UMKM Inovasi Pengolahan Pelepah Pinang

    Wabup Apresiasi Kreatifitas UMKM Inovasi Pengolahan Pelepah Pinang

    • calendar_month Sel, 12 Sep 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas Hj. Suwarti berupaya mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terus berinovasi melalui pemberdayaan dan pelatihan berbagai bidang usaha dan peluang yang ada. Kesempatan kali ini UMKM di Kabupaten Musi Rawas mendapat pelatihan pengolahan pelepah pinang yang dapat menjadi wadah ramah lingkungan. Pelatihan ini juga sebagai […]

  • Disdik Sumsel dan Polisi Diminta Kroscek Dugaan Pungli di SMKN 3 Lubuklinggau

    • calendar_month Sel, 5 Jun 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Menyikapi kemelut di dunia Pendidikan yang sering terjadi menyalahi aturan atau wewenang, salah satunya yakni Pungutan liar (Pungli). Kali ini terjadi di SMKN 03 Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, diduga lakukan pungli terhadap siswa didiknya sebesar Rp, 160.000.- /siswa, dengan alasan Dana Perpisahan, (05/06). Menyikapi hal itu, Ketua Lembaga KPK Ali Mu’ap didampingi […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 673
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • PPDP Diminta Teliti Pemilih Pemula

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Sebanyak 1.069 peserta terdiri dari PPK dan Sekretariat PPK, PPS beserta sekretariat PPS dan PPDP di tujuh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas mengikuti Bimtek. Pelaksanaan Bimtek PPDP yang dilaksanakan di Aula Bagasraya, Selasa, (16/01) ini merupakan gelombang kedua, setelah sebelumnya dilakukan kegiatan serupa yang diikuti 1077 peserta dari tujuh kecamatan. Ketua KPU […]

  • Sumsel Ingin Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) pernah tercatat dalam sejarah sebagai Lumbung Pangan Nasional, yang dicanangkan 7 Juli 2007. Untuk mengembalikan Sumsel sebagai Lumbung Pangan Nasional, Gubernur melakukan kunjunganke Jawa Timur, Sabtu (27/7). Selain menghadiri  Temu Kangen dan Silaturahmi Warga Sumsel di Jatim, Gubernur berkunjung ke  Pabrik Polowijo Gosari di Kabupaten Gresik, yang merupakan produsen dolomit terbesar […]

  • Digitalisasi Uji Kendaraan Bermotor Optimalkan Pelayanan dan PAD

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Perubahan dengan sistem digital diharapkan dapat meningkatkan pelayanan uji kendaraan bermotor di Kabupaten Musi Rawas. Selain itu penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi tersebut dapat lebih optimal. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Rawas, Adi Winata saat diwawancarai usai launching sistem digitalisasi uji kendaraan bermotor di kantor KIR Muara Beliti, Kamis mengatakan […]

expand_less