Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Peristiwa » Bung Karno Akui Lahir di Kota Pahlawan (Surabaya)

Bung Karno Akui Lahir di Kota Pahlawan (Surabaya)

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 5 Jun 2015
  • visibility 144

JAKARTA — Sejumlah literatur sejarah menyebutkan bahwa Sukarno lahir di Surabaya. Proklamator kemerdekaan RI tersebut pun secara tersirat pernah mengakui lokasi kelahirannya di Kota Pahlawan.

Dalam autobiografi Bung Karno yang ditulis Cindy Adams berjudul ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat’, Presiden RI pertama itu pun membuat testimoni soal tempat kelahirannya. “Karena merasa tidak disenangi di Bali, bapak kemudian mengajukan permohonan kepada Departemen Pengajaran untuk pindah ke Jawa. Bapak dipindah ke Surabaya dan disanalah aku dilahirkan”

Dalam buku ‘Bung Karno Putera Sang Fajar’ karya Solichin Salam, penulis dengan gamblang menceritakan peristiwa lahirnya Bung Karno.

Orang tua Bung Karno yakni Raden Soekemi dan Idayu Nyoman Rai menikah di Bali dengan tata cara Islam. Keluarga Idayu yang notabene seorang hindu dari kasta Brahmana tak terima. Mereka pun diasingkan dari khalayak ramai.

Setelah melahirkan seorang anak perempuan bernama Soekarmini, Soekemi dan Idayu meninggalkan Bali. Soekemi yang seorang guru dipindahtugaskan ke Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya ini, Bung Karno kemudian dilahirkan.

“Di daerah yang subur serta di kota pahlawan yang masyhur itu – Surabaya – pada hari Kamis Pon tanggal 18 Sapar tahun 1831 windu sanjaya, wuku “wayang”, bertepatan dengan tanggal 6 Juni 1901 di kala fajar menyingsing di Lawang Seketeng (sumber lain mengatakan Bung Karno lahir di gang Pandean III, Surabaya) lahirlah putra dari kandungan Ibu Idayu Nyoman Rai.”

Literatur lainnya, Sukarno Sebuah Biografi Politik karya John D Legge pun mengungkap hal yang sama. Di buku itu tertulis Sukarno dilahirkan usai Sukemi pindah ke Surabaya. “Sukemi mengajukan permohonan dan diizinkan untuk pindah ke Surabaya; dan disanalah Sukarno dilahirkan.” (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Freeport Nambah Utang, Eggi Sudjana: Harusnya Satu Rakyat Bisa Dapat 200 Juta dari Emas

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Post Views: 532

  • Persentasi IGA 2018, Tim Penguji Apresiasi Bupati Musi Rawas

    • calendar_month Sen, 3 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Jakarta – Meski waktu persiapan tergolong singkat, sekitar tiga hari dari pemberitahuan panitia (30/11/2018) sampai pemaparan, Senin (03/12/2018) namun tim Kabupaten Musi Rawas yang dipimpin langsung oleh Bupati Musi Rawas mendapat apresiasi dari Tim Penilai perhargaan Innovatif Government Award (IGA) 2018 karena dinilai yang paling siap didalam mempersiapkan materi dan substansi paparan serta keseragaman pakaian […]

  • Talud dan Trotoar Ambrol di Mesat Seni, Jadi Sorotan Warga

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Pengerjaan talud dan trotoar di RT 02 Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 2, Kota Linggau menjadi sorotan warga. Pasalnya, proyek talud dan trotoar sepanjang 20 meter yang dikerjakan pada 2018/2019 tersebut kini dalam kondisi ambrol. Kedua proyek tersebut diduga ambrol akibat hujan yang melanda. Ketua RT 02 Kelurahan Mesat Seni, […]

  • Potensi Pajak MBLB Tahun 2022 Kurang Rp626 Juta, BPPRD Mura Tak Optimal

    Potensi Pajak MBLB Tahun 2022 Kurang Rp626 Juta, BPPRD Mura Tak Optimal

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas pada Laporan Keuangan Tahun 2022 merealisasikan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar Rp3.233.429.342,00 atau 107,78% dari anggaran sebesar Rp3.000.000.000,00. Nilai tersebut turun sebesar Rp802.934.641,00 dari realisasi Tahun 2021 sebesar Rp4.036.363.983,00 atau 19,89%. Di Kabupaten Musi Rawas terdapat 51 Quary yang belum ditetapkan pajak MBLB, sehingga […]

  • Berkas SBW Belum Lengkap, Dishut Mura Belum Proses Izin

    • calendar_month Sen, 28 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Terhadap pengajuan permohonan izin pengelolaan Sarang Burung Walet (SBW) dari 18 penangkar, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas, melalui Kasi Inventarisir, Supriyadi mengatakan belum bisa diproses karena berkas belum lengkap. “Berkas masih banyak kekurangan, jadi belum bisa diproses. Kami sudah menyurati para penangkar melalui Ketua Ikatan Petani Walet (IKPW), Wisnu Handoyo untuk […]

  • Polres Musirawas Tangkap Petani Jual Kulit Harimau Sumatera

    • calendar_month Jum, 25 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Jajaran Polres Musirawas menangkap seorang petani pelaku penjualan kulit harimau sumatera yang sudah diawetkan. Pelaku diketahui bernama NM (68), warga Dusun II Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musirawas (Mura), Sumatera Selatan. Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro mengatakan, kasus penyelundupan kulit harimau sumatera ini tercium petugas setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Polisi langsung […]

expand_less