Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Bawaslu Targetkan Musi Rawas dari Zona Merah Menjadi Daerah Percontohan

Bawaslu Targetkan Musi Rawas dari Zona Merah Menjadi Daerah Percontohan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 7 Sep 2015
  • visibility 90

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Walaupun dianggap sebagai salah satu daerah paling rawan yang masuk dalam zona merah pada pelaksanaan Pemilihan 2014 lalu, target tinggi tetap disematkan kepada Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan untuk Pilkada 2015 Desember mendatang.

Lewat pelaksanaan pilkada yang akan diikuti tiga pasangan calon tersebut, Musi Rawas ditargetkan keluar dari zona merah bahkan menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan, Andhika Pranata Jaya saat memberi sambutan di Rapat Koordinasi Stakeholders dalam Rangka Pendidikan Partisipatif Pengawasan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Tahun 2015 se-Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan di Auditorium Kantor Bupati Musi Rawas, Senin (07/09/2015).

Berbagai upaya akan dilakukan agar kualitas pilkada di Musi Rawas makin meninggi, hadirnya Bawaslu RI lewat kegiatan Rakor Stakeholders di wilayah tersebut diharapkan memberi semangat kepada seluruh pengawas pemilihan baik tingkat kabupaten maupun kecamatan bahwa mereka tidak sendirian dalam bekerja.

“Apresiasi sangat besar kepada Bawaslu RI yang telah memberikan perhatian lebih atas proses pemilihan di Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. Bawaslu hadir untuk pastikan semua proses ini berjalan dengan baik, 9 Desember berjalan damai dan demokratis,” papar Andhika.

Ia mengungkapkan lewat Rakor Stakeholders yang diikuti oleh Bawaslu Provinsi Sumsel, Panwaslih Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten, kepolisian, pemerintah daerah, Satpol PP, ormas dan LSM, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, serta media massa itu, akan digunakan sebagai instrumen menggugah masyarakat untuk mampu membuktikan pelaksanaan Pilkada berjalan dengan baik dan sukses.

“Dua kabupaten ini harus keluar dari zona merah rawan pilkada, dan menjadi daerah percontohan minimal bagi daerah di Sumatera dan Jawa. Kita harus buktikan pada Indonesia bahwa Musi Rawas dan Musi Rawas Utara demokratisasinya sudah maju,” tandasnya. Simpul-simpul masyarakat, sambung dia, diharapkan bisa ikut mencegah terjadinya pelanggaran.Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah menjabarkan alasan kehadiran Bawaslu RI di Musi Rawas dan Musi Rawas Utara yang sebelumnya merupakan bagian dari Kebupaten Musi Rawas. Berkaca pada pemilihan-pemilihan sebelumnya, setidaknya terdapat empat daerah di Indonesia yang masuk dalam zona merah atau daerah rawan, yakni Nias Selatan (Sumatera Utara), Halmahera Selatan (Maluku Utara), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), dan Musi Rawas. Daerah-daerah tersebut paling rentan terjadi masalah dalam pemilihan.

“Masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Kalau di Musi Rawas terkenal dengan kerap berubah-ubahnya angka dalam rekapitulasi suara. Kalau hari ini di TPS dapar 181 suara, begitu naik kemudian angka 1 didepannya hilang menjadi 81 dan pada proses selanjutnya angka delapan bisa hilang hingga sisa 1 suara,” papar Nasrullah.

Manipulasi suara dapat terjadi di Musi Rawas, lanjut Nasrullah, karena profesionalitas penyelenggaranya kurang. Hal itu terbukti dengan adanya penyelenggara yang diberikan sanksi etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Pesertanya mudah bermain, dan penyelenggaranya mudah menjual,” imbuhnya.

Pelanggaran lain yang menonjol di Musi Rawas adalah mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS). Meski memiliki sejarah pelaksanaan pemilihan yang kurang baik, namun Nasrullah mengungkapkan telah ada sinyal bahwa Musi Rawas mengalami perbaikan.

Setidaknya, pijakan perbaikan tergambar dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2015 yang merupakan potret potensi pelanggaran dalam pilkada. Penilaian IKP berasal dari lima aspek, yakni profesionalitas penyelenggara, politik uang, akses pengawasan, partisipasi masyarakat, dan keamanan daerah. Dari lima aspek itu, penilaian paling buruk di Musi Rawas, yakni yang berkategori rawan hanya berasal dari partisipasi masyarakat yakni 4,0. Dalam IKP yang dirilis Bawaslu 1 September silam tersebut, Musi Rawas mendapat skor rata-rata 2,26. Walaupun masih berkategori cukup rawan, namun Musi Rawas kini bukan lagi daerah paling rawan di Sumsel. Predikat paling rawan di Bumi Sriwijaya dalam IKP 2015 bergeser kepada Kabupaten Ogan Ilir dengan skor 3,02 atau rawan.

“Kebetulan partisipasi masyarakat sangat rendah. Tapi yang lainnya sudah alami perubahan. Minimal angka-angka yang ada di IKP sudah mulai baik. Gejala seperti ini harusnya direspon oleh masyarakat, agar kita bahu-membahu, minimalisir pelanggaran agar keluar dari zona merah,” tandasnya. (fs&Bawaslu)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RPJMD 2021-2026 Serap 9 Program Bupati/Wabup Terpilih

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Musi Rawas (Mura) masuk tahapan penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mura Tahun 2021 – 2026. Disini penyusunan sudah masuk ke bab V  memasukkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dengan mensingkronkan 9 (sembilan) program Bupati/Wakil Bupati (Wabup) […]

  • Polda Sumsel Temukan 39,3 ton Dugaan Pengoplosan Raskin

    • calendar_month Sel, 25 Jul 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Tim satgas Pangan Polda sumsel menemukan dugaan pengoplosan beras keluarga miskin yang tidak sesuai mutu dengan beras pengadaan sebanyak 39,3 ton di gudang GBB Manggul Kabupaten Lahat. Post Views: 411

  • 2 Desa di Mura Raih Juara 3 dan Harapan 1 Lomba BBRGM Provinsi

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Dua desa di Kabupaten Musi Rawas (Mura), harus puas pulang meraih juara ke 3 dan Harapan I diajang Lomba Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) tingkat provinsi tahun 2019. Penyerahan piala sekaligus sertfikat hadiah, diberikan langsung Gubernur Sumsel H. Herman Deru kepada Kepala Desa Giriyoso dan Kepala Desa T2 Purwakarya berlangsung di […]

  • Wakil Bupati Tinjau GMSS di Desa Sukowarno dan Sugiwaras

    • calendar_month Rab, 17 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Wakil Bupati Musi Rawas, Hj. Suwarti bersama Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, Hj. Noviar Marlina Gunawan meninjau secara langsung kegiatan pengimplementasian pelaksanaan program Gerakan Musi Rawas Sempurna Sehat (GMSS) di Desa Sukowarno dan Sugiwaras Kecamatan Sukakarya, Rabu (17/10). Wakil Bupati Hj. Suwarti mengapresiasi kegiatan GMSS tersebut. Serta berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga […]

  • Soal Virus Jembrana, Komisi II akan Panggil Dinas Terkait

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.co.id – Sudah lebih dari 300 ekor sapi mati di Kabupaten Musi Rawas diserang virus Jembrana. Virus mematikan tersebut menjangkiti sapi sejak awal Nopember 2017 lalu. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Musi Rawas, Ramandha Dwi Putra menganggap ini kejadian luar biasa karena telah menelan kerugian bagi peternak yang tidak sedikit. “Ini masuk kategori […]

  • Tingkatkan Produksi Padi Organik, Pemkab Mura Perluas Area 17 Hektar

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Guna meningkatkan hasil produksi Beras Organik, Pemkab Musi Rawas tahun ini lakukan perluasan areal sawah di SP5 Kecamatan BTS Ulu. Sebelumnya lahan padi organik sudah ada dengan luasan 19,7 hektar ditambah perluasan baru 17 hektar tahun ini. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Tanaman Pangan, Tohirin […]

expand_less