Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Tingkatkan Produksi Padi Organik, Pemkab Mura Perluas Area 17 Hektar

Tingkatkan Produksi Padi Organik, Pemkab Mura Perluas Area 17 Hektar

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2015
  • visibility 109

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Guna meningkatkan hasil produksi Beras Organik, Pemkab Musi Rawas tahun ini lakukan perluasan areal sawah di SP5 Kecamatan BTS Ulu. Sebelumnya lahan padi organik sudah ada dengan luasan 19,7 hektar ditambah perluasan baru 17 hektar tahun ini.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Tanaman Pangan, Tohirin menyampaikan kepada Jurnalindependen.com, Kamis (17/09/2015) bahwa perluasan padi organik tersebut telah di survey dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), diharapkan akhir tahun sudah ada hasilnya.

“Perluasan lahan padi organik 17 hektar tersebut telah disurvey dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), tahun depan akan ada hasilnya, kita berharap seperti sebelumnya dapat disertifikasi juga,” harap Tohirin.

Tohirin menyampaikan bahwa Beras Organik yang dihasilkan Kelompok Tani ‘Handayani’ ini satu-satunya di Sumatera Selatan yang telah lulus uji dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) dari Padang Sumatera Barat tahun lalu, dan telah dipasarkan secara bebas bahkan dapat keluar daerah. Namun waktu itu luasan areal baru 19,7 hektar, tahun ini ada perluasan baru dengan 17 hektar.

“Perluasan areal padi organik ini juga untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, saat ini permintaan terhadap beras organik tinggi sementara barangnya terbatas,” ungkap Tohirin.

Memang dari segi kandungan maupun mutu, lanjut Tohirin, beras organik jauh lebih baik dari beras biasa dan telah bebas residu-residu berbahaya, karena LSO sudah uji labor bahkan bukan dari mereka saja, tanah, air dan lainnya juga diuji sampel dilembaga lain di Surabaya dan Jakarta.

“Beras organik jauh lebih baik dari beras biasa, bebas dari residu-residu berbahaya karena mulai dari pengolahan tanah, pupuk, bibit hingga obat-obat pembasmi hama semuanya organik dan diolah petani secara mandiri.

Untuk memurnikan lahan agar bebas dari kimia atau non organik memerlukan waktu yang lama hingga perlu beberapa kali panen padi. Di areal tanam padi organik saat ini, lahannya sudah dimurnikan dan bebas dari zat-zat non organik dari tahun 2007 dan 2008 hingga kini.

Jadi produksi padi organik sudah dirintis dari tahun tersebut, hanya pengajuan sertifikasi LSO baru tahun lalu dan alhamdulillah lulus uji,” tutup Tohirin. (fs)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Hapus Syarat Bahasa Indonesia, Kemendikbud Malah Buat Standar Uji

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kementerian Tenaga Kerja beralasan pembatalan syarat Bahasa Indonesia karena tak ada standar yang dapat mengukurnya. Namun alasan tersebut dinilai kurang pas oleh pengamat pendidikan Doni Koesoema Ia mengatakan aturan penghapusan syarat Bahasa Indonesia bertentangan dengan program yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Kemdikbud sedang membuat program standar uji kemampuan bahasa Indonesia untuk […]

  • SMP N 13 Dinilai Abaikan Transparansi BOS

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Kepala Sekolah (Kepsek) Negeri 13 Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, Nila Elmiaty merasa tidak perlu untuk mengumumkan atau menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah kepada orang tua peserta didik. "Dalam pertemuan ini bukan tempatnya saya untuk menyampaikan informasi mengenai dana BOS, karena kami sudah ada laporan dan Inspektorat […]

  • Akumindo Bisa Jadi Wadah Para Pelaku UMKM.

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru yang diwakili Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat    Dr. H. Akhmad Najib, mengatakan perlu adanya strategi pemasaran dan pendekatan terhadap semua pelaku usaha, tingkatkan kepercayaan terhadap anggota sehingga Akumindo menjadi wadah bagi para pelaku UMKM. Hal tersebut diungkapkannya pada saat acara Silaturahmi serta Pelantikan […]

  • HUT Kota Lubuklinggau ke-21, Gubernur Puji Walikota

    HUT Kota Lubuklinggau ke-21, Gubernur Puji Walikota

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru bersama istri Hj Febrita Lustia dan Wakil Gubernur Bengkulu, H Rosjonsyah beserta istri, Hj Anita Andriani menghadiri Rapat Paripurna Istimewa (PI) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Lubuklinggau tahun 2022, bertempat di Gedung DPRD Kota Lubuklinggau Kelurahan Petanang Ilir, Senin (17/10/2022) Selain itu […]

  • Laba Tumbuh Baik, Kementerian BUMN Apresiasi Kinerja BUMN Konstruksi

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Maret 2018 – Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi sukses bukukan kinerja positif sepanjang tahun 2017. Tiga BUMN Konstruksi tersebut adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Masing-masing membukukan laba Rp 4,20 triliun; Rp 517,06 miliar; dan Rp 1,36 triliun. Pertumbuhan […]

  • Alokasi DAK Pertanian Lubuklinggau Tahun 2013, Rp 3 miliar

    Alokasi DAK Pertanian Lubuklinggau Tahun 2013, Rp 3 miliar

    • calendar_month Sab, 8 Jun 2013
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Diketahui bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pertanian yang dikucurkan pemerintah pusat ke Kota Lubuklinggau, Sumsel sebesar Rp 3.000.550.000,- Dari anggaran tersebut daerah dapat memilih satu atau beberapa kegiatan yang menjadi prioritas dan kebijakan daerah sesuai dengan ketersediaan pagu anggaran. Setidaknya ada empat kegiatan pembangunan di bidang pertanian yang menjadi target DAK tahun 2013 ini. […]

expand_less