Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Asri Lambo Proyeksikan Banyuasin Dapat Menjadi Central Industri Pakan Raksasa dari Limbah Pertanian

Asri Lambo Proyeksikan Banyuasin Dapat Menjadi Central Industri Pakan Raksasa dari Limbah Pertanian

  • account_circle investigasi
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 23

BANYUASIN – Muhammad Asri, SH akrab disapa Asri Lambo yang merupakan Aktivis Agraria & Lingkungan Hidup menyoroti Potensi Limbah Pertanian di Sumsel khususnya di Banyuasin.

Menurutnya Banyuasin sebagai Lahan terluas Pertanian Padi di Indonesia dan Juga Perkebunan Kelapa & Sawit serta Perikanan berpotensi menjadi Pusat Pengolahan Hilirisasi Limbah Terpadu terbesar di Indonesia.

“Kita punya bayak sekali Limbah dari Pertanian, Padi itu ada Limbah Jerami bisa sampai 500.000 Ton/ Panen.

Belum lagi dari Kelapa ada Sabut Kelapa,bisa 120.000 Ton/Panen, belum lagi dari limbah Perikanan/Udang dan lainnya.

Dengan jumlah sebesar itu
Banyuasin sangat berpotensi untuk di bangun Industri Pengolahan Limbah untuk Pakan, Pupuk, Mebel dan masih banyak lagi yang dapat diolah dari bahan baku limbah tersebut.

Tinggal lagi Kesiapan SDM, Teknologi Mesin & Digital yang dapat mengubah limbah-limbah tersebut menjadi bahan Berguna dimana selama ini banyak dibiarkan begitu saja.

Jika ini dilakukan bukan hanya bernilai Ekonomis akan tetapi juga sekaligus menjaga Lingkungan Hidup bebas limbah dan ramah lingkungan yang menjadi juga progam Prioritas Negara bahkan Dunia Internasional,” paparnya.

Asri yang juga merupakan Tenaga Ahli Bupati Banyuasin menambahkan,tentu kita harapkan ini dapat diolah oleh masyarakat/pengusaha Lokal langsung disertai Permodalan yang kuat sehingga ini menjadi pendapatan baru bagi Masyarakat dan juga dapat meningkatkan PAD Kabupaten Banyuasin.

Perlu diketahui Pusat industri pengolahan limbah pertanian terpadu berfokus pada konversi biomassa (jerami, pelepah sawit, Sabut Kelapa, Limbah Ikan/Udang, kotoran ternak dll) menjadi produk bernilai ekonomis seperti kompos, biogas, dan energi terbarukan melalui sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Kita juga dapat mencontoh Jerami padi di Thailand semakin banyak diolah menjadi produk ramah lingkungan, termasuk kertas yang dapat terurai secara hayati, kemasan makanan, dan peralatan makan (misalnya, mangkuk dan piring) untuk menggantikan plastik,” tutupnya. (release).

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Lantai Dua Gedung MC Baru Dikerjakan

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) mendirikan fasilitas gedung media center (MC) terkesan lamban. Dimana, sebelumnya memutuskan gedung dibangun dengan bertahap. Akan tetapi, diakhir Agustus 2019 ini penambahan fasilitas gedung lantai II barulah dikerjakan. Menanggapi hal tersebut, Plt Diskominfotik, Kabupaten Mura, M Rozak melalui Kabid Infrastruktur TIK, Yudhi Chahyadi mengklaim […]

  • Presiden: Terorisme Harus Dihadapi dengan Cara Luar Biasa

    • calendar_month Rab, 23 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menegaskan bahwa terorisme adalah kejahatan luar biasa yang dihadapi oleh mayoritas negara-negara di dunia. Untuk memeranginya, kejahatan tersebut juga harus dihadapi dengan cara-cara yang luar biasa. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat terbatas mengenai pencegahan dan penanggulangan terorisme di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018. “Kita semua tahu bahwa hampir semua […]

  • Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, Senin (28/8/2017) WIB. Owi/Butet mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15. Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana. Penempatan bola yang mereka lakukan beberapa kali sukses mengelabui Tontowi/Liliyana. Owi/Butet bangkit […]

  • BAPENDA Lubuklinggau Belum Memadai Tetapkan Objek Pajak PBB-P2

    BAPENDA Lubuklinggau Belum Memadai Tetapkan Objek Pajak PBB-P2

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Penetapan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) masih belum memadai, sehingga terasa janggal dan tidak professional. Penetapan PBB-P2 atas Objek Pajak masih ada yang memiliki nilai NJOP Bumi Rp0,00. Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Lubuklinggau menunjukkan terdapat tujuh  (7) ketetapan pajak sebesar Rp210.000,00 yang mempunyai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi […]

  • Wawako Lantik Jajaran Pengurus PKK Lubuklinggau

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar melantik Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Lubuklinggau masa bhakti 2018-2023 di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Kamis (11/10). Wawako menyampaikan, selain menjadi Dinamisator program kegiatan TP PKK Kota Lubuklinggau juga terus bersemangat berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui gerakan PKK. “Saya berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan dan memberikan perhatian lebih terhadap […]

  • Tata Kelola Desa Perlu Perbaikan

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PURWAKARTA – | Anggota komisi II DPR RI Rifqinizami Karsayuda menyampaikan problem pemerintahan desa pada umumnya menyangkut persoalan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan pemerintahan desa serta kemampuan tata kelola desa itu sendiri terkait dengan kelembagaan dan organisasi. Oleh karena itu harus ada perbaikan dalam sistem pengelolahan pemerintah desa mengenai kewenangan dan keuangan desa. “Desa […]

expand_less