Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Puluhan Hektar Lahan Pertanian  Air Satan Kekeringan

Puluhan Hektar Lahan Pertanian  Air Satan Kekeringan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
  • visibility 62

MUSI RAWAS – | Dampak besar akibat musim kemarau, tengah dirasakan para petani di Kabupaten Musi Rawas (Musi Rawas). Seperti halnya, kondisi itu dikeluhkan petani warga Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti. Dimana, sudah satu bulan terakhir puluhan Hektar lahan pertanian sulit ditanami lantaran mengalami kekeringan.

Suparjo (45) seorang petani tidak lain warga Dusun III Desa Air Satan mengatakan sudah hampir dua pekan lamanya. Dirinya, bersama petani lainnya tidak bercocok tanam karena median tanah lahan pertanian kekeringan tidak bisa ditanami tanaman.

“Sampai sekarang, bisa dilihat sendiri lokasi lahan pertanian. Dimusim hujan saja, kita sudah tidak menanam padi. Mengantinya memanam palawija. Tetapi, sudah lama tidak turun hujan. Kita dan petani disini (Air Satan/red), sudah lama tidak ke kebun karena lahan kekeringan,” ungkap Suparjo ketika dibincangi sejumlah wartawan disela-sela aktivitas berada dikediamannya.

Tidak hanya kesulitan bercocok tanam, dengan terjadinya kemarau. Hampir sebagian besar petani tetap bertahan, ada juga terpaksa meninggalkan lahan pertani mencari rejeki lainnya.

“Kalau sehari-hari, selain menam sayur-sayur kacang panjang, kemudian buah-buahan semangka, dan pepaya. Kita pun sudah mencoba walau kondisi lahan kering, menyemai sayur-sayur seperti bayam dan kangkung. Tetapi karena memang, sudah lama tidak hujan. Lebih baik, sementara menunggu hadirnya hujan baru kita lanjut kembali berkebun cocok tanam,” bebernya.

Sementara itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui Plt Kepala Dinas Pertaian dan Pertenakan (Disnakan) Tohirin menjelaskan, semua dengan kondisi cuaca panas diakibatkan musim kemarau. Pihaknya telah mendapatkan laporan, banyak lahan pertanian mengalami kekeringan.

“Sekarang memang musimnya kering. Apalagi sudah mamasuki tiga bulan. Kita menghimbau istansi terkait, maupun petani untuk bersabar,” terangnya.

Selain itu, semua kejadian kekerigan lahan pertanian sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pihaknya turun lakukan sosialisasi, upaya mencarikan solusi suplay kebutuhan air mengaliri lahan pertanian.

“Kekeringan terjadi memang situasional, karena  sampai September 2019. Kondisi alam tidak turunya hujan, karena memang lagi musim kemarau,” ķtandasnya.

“Kemudian, lainya. Kita pun turunkan tim guna lakukan pengawalan keberadaan sumber air dan juga dalam waktu akhir pekan kita turunkan tim gulirkan giat gotong royong,”tukasnyah. | NRD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Minta Semua Pihak Siap Terapkan Online Single Submission

    • calendar_month Kam, 19 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    PENERAPAN sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau _Online Single Submission_ (OSS) akan memangkas banyak mata rantai birokrasi dan akan menjadikan seluruh perizinan dari pusat hingga ke daerah menjadi sebuah kesatuan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memimpin rapat terbatas tentang percepatan pelaksanaan _Online Single Submission_ (OSS) di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu 18 April […]

  • Polemik Perpres No. 20 Tahun 2018 Wujud Ketidakhati-hatian Pemerintah

    • calendar_month Jum, 27 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati menilai polemik keberadaan Perpres No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) adalah wujud ketidakhati-hatian pemerintah dalam membuat rumusan peraturan. Reni mengaku sudah mengingatkan pemerintah atas sensitivitasnya atas isu TKA tersebut. “Sayangnya, pengelolaan isu soal TKA ini tidak secara baik dikelola oleh pemerintah dalam […]

  • Butuh Lahan Nafkahi Keluarga, Warga Surati Jokowi

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Muratara, Jurnalindependen.com — Warga tiga desa yaitu Desa Air Bening,  Desa Ketapat Bening, Desa Mekar Sari Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara Propinsi Sumatra Selatan menyurati Presiden Jokowi  terkait  semangat untuk hidup menafkahi istri dan anak . Sebelumnya telah terbentuk Forum Kelompok Tani Perjuangan dari ke tiga desa tersebut,  Adapun permintaan warga kepada Presiden Jokowi lahan seluas 2,25  Ha dimana […]

  • Uma Inovasi Selangit Masuk Nominasi Smesco Award

    • calendar_month Sen, 15 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Uma Inovasi Selangit merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Musi Rawas yang menjadi nominator penerima Small and Medium Enterprises and Cooperatives (Smesco) Award 2018 yang akan digelar pada 26-27 Oktober 2018 di Jakarta yang akan diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI. Untuk meraih penghargaan bergengsi di bidang UKM […]

  • Sinergi BUMN Dukung Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung kreativitas BUMN dalam mencari sumber pendanaan, khususnya untuk mendorong pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi secara merata di Indonesia. Salah satunya adalah melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) guna membentuk instrumen pendanaan infrastruktur atau disebut dengan BUMN Fund di Plaza […]

  • Kejagung Limpahkan Berkas Tersangka Korupsi Bansos ke Kejari Palembang

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Kejaksaan Agung, Selasa (31/01), melimpahkan berkas dan tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana bantuan sosial senilai Rp2,1 triliun di Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ke Kejari Palembang. Post Views: 223

expand_less