Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Loker ke Jepang Tidak Diminati Warga Mura

Loker ke Jepang Tidak Diminati Warga Mura

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
  • visibility 51

MUSI RAWAS – | Lowongan kerja (Loker) luar Negeri, tujuan negara Jepang dibuka Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Mura. Namun sudah cukup lama dibuka tidak satupun pencari kerja (Pencaker) warga Kabupaten Musi Rawas berminat daftarkan diri. Kepastian itu disampaikan, Plt Kepala Disnakertrans Mura, Riswan Effendi melalui Kasi Penata Kerja, Herwanto ketika dibincangi wartawan diruang kerjanya. Rabu (19/6) siang.

Ia menjelaskan aktivitas pelayanan administrasi pembuatan kartu pencari kerja AK1 telah dibuka kembali, sejak hari pertama pasca libur cuti lebaran Idul Fitri. Adapun, dari berbagai informasi lowongan kerja (Loker) diketahui sudah sejak bulan Mei 2019 Disnakertrans bersama kerjasama pihak provinsi membuka loker tenaga kerja luar negeri yakni tujuan negara Jepang. Tetapi, hingga sekarang loker tersebut belum ada pencaker datang mendaftar ataupun membuat AK1 dengan keterangan mencari kerja keluar negeri.

“Semua informasi sudah kita sebar, sosialisasikan. Tetapi, loker ke luar negeri khususnya ke Jepang sampai sekarang belum diminati pencaker m. Bahkan, setiap ada warga mengurus AK1 ditawarkan tidak ada yang mau,” terangnya.

Lebih jauh, Herwanto menyebutkan  tidak diminatinya loker tersebut karena banyak pertimbangan, salah satunya alasan jarak jauh dan pencaker yang datang lebih banyak memilih bekerja didalam lingkup kabupaten ataupun bekerja keluar daerah yakni pulau jawa.

“Kalau berbicara alasan, sebagian besar mereka pencaker masih ingin bekerja didalam Negara Indonesia saja,” bebernya.

Untuk diketahui, loker ke Jepang sendiri merupakan bentuk kerjasama perusahaan Jepang dengan Disnakertrans seluruh Indonesia. Berdasarkan formulir pendaftaran yang tercantum, loker tersebut hanya untuk pencaker dengan batas usia minimal 18 tahun sampai dengan maksimal 26 tahun, “Dengan lulusan pendidikan SMA sederajat. Jadi kalau usia itu warga Mura masih tidak berminat untuk bekerja di luar negeri. Kendati gajinya besar, yakni sekitar Rp10 jutaan perbulannya, dengan sistem kontrak,” jelasnya.

Sementara itu, Irwan (20) salah seorang warga Kecamatan Tugumulyo menyampaikan, belum berminat untuk bekerja di luar Indonesia. Sebab masih belum bisa jauh dengan keluarga. Untuk itu, dirinya membuat AK1 atau Surat Kuning di Disnakertrans Kabupaten Mura untuk melamar kerja ke Jakarta.

“Belum minat untuk bekerja di luar negeri, meskipun gajinya besar, karena masih pengen deket dengan keluarga. Ini buat AK1 untuk melamar kerja di Jakarta dan Kota Lubuklinggau,” tukasnya. | NRD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Pemotong Dana JKN Dinkes Mura Diduga Tidak Tersentuh Hukum

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS — Sepertinya dugaan kasus dana JKN Dinas Kesehatan (Dinkes)  Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2014 lalu, sampai sekarang ini tidak tersentuh hukum. Padahal beberapa elemen masyarakat yang ada di daerah ini sudah berulang kali menyuarakan ke media dan melaporkan dugaan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Akan tetapi, […]

  • Sepanjang 2018, Insfrastruktur dan PAD Mura Belum Maksimal

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sejumlah Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, menyoroti sejumlah kinerja Kepemimpinan Bupati H. Hendra Gunawan dan Hj. Suwarti (H2G-Berarti), terutama terkait realisasi pembangunan Infrastruktur dan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2018 belum maksimal. Peryataan itu tertuang padangan umum Fraksi Parta Amanat Nasional (PAN)  dibacakan juru bicara Anggota DPRD sekaligus […]

  • Pasek Sarankan KPPD Pikir Ulang Gelar Kogres Tandingan Demokrat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    SURABAYA — Kader Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika meminta Kaukus Penyelamat Partai Demokrat (KPPD) memikirkan ulang rencana menggelar kongres tandingan sebagai bentuk protes dari sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang pimpinannya diberhentikan oleh pusat. “Saya sarankan pikir ulang menggelar kongres tandingan, sebab semua pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya, Selasa (11/5). Menurutnya, perbedaan dalam hal […]

  • Gubernur Instruksikan Setiap Desa Sediakan Tempat Isolasi Covid-19

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Gubernur Sumsel H Herman Deru mengintruksikan agar setiap desa menyediakan tempat isolasi untuk menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam rangka mengoptimalkan upaya Pemprov Sumsel cegah tangkal Covid-19 di Sumsel. “Pemprov Sumsel secara masif melakukan cegah tangkal corona virus atau Covid-19 di Sumsel. Perluasan tempat isolasi bagi ODP […]

  • Satu Data Lubuklinggau Menuju Kualitas Tata Kelola Pemerintahan

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Bertempat di Op Room Moneng Sepati, Senin (14/12) berlangsung rapat koordinasi (Rakor) Forum Satu Data Lubuklinggau. Rakor ini menindaklanjuti amanat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Dalam Rakor tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Lubuklinggau, selaku Koordinator Satu Data Lubuklinggau, Nobel […]

  • Warga Trans SP 10 Sungai Naik Tagih Janji Bupati

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Sudah empat tahun warga trans SP 10 Sungai Naik Kecamatan BTS Ulu mengeluhkan akan nasib mereka karena lahan LU 1 digusur PT Dapo, namun hingga kini pengaduan mereka belum direspon pemerintah. Ardiansyah (38) warga setempat tagih janji meminta kepedulian Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan untuk menyelesaikan dan mengembalikan hak mereka. “Saya […]

expand_less