Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Oknum Pemotong Dana JKN Dinkes Mura Diduga Tidak Tersentuh Hukum

Oknum Pemotong Dana JKN Dinkes Mura Diduga Tidak Tersentuh Hukum

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 22 Jun 2015
  • visibility 46

MUSI RAWAS — Sepertinya dugaan kasus dana JKN Dinas Kesehatan (Dinkes)  Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2014 lalu, sampai sekarang ini tidak tersentuh hukum.

Padahal beberapa elemen masyarakat yang ada di daerah ini sudah berulang kali menyuarakan ke media dan melaporkan dugaan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Akan tetapi, kenyataannya sampai saat ini menurut mereka,  tidak ada tindak lanjut terhadap pengaduan tersebut, bahkan oknum pejabat dinkes ini tidak ada yang dipanggil maupun diperiksa oleh aparat penegak hukum yang ada didaerah ini, sehingga oknum pejabat dinkes ini terlihat  jumawa (sombong-red) dan melenggang kangkung, karena merasa dirinya aman.

Padahal diketahui selama ini, jumlah anggaran dalam kegiatan ini tidaklah sedikit, tertera berdasarkan data Penjabaran Anggaran  Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2014 lalu. Untuk anggaran kegiatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dinas Kesehatan Kabupaten Musirawas berkisar 6 miliar lebih dengan kode rekening 1.02.1.02.01.24.16.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terkuak kegiatan dana JKN dalam pelaksanaannya, diduga banyak ketimpangan dan rawan terjadi penyelewengan, salah satunya diketahui terhadap dana kapitasi JKN BPJS di Puskesmas Kelingi IV C, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas yang diduga dipotong sebesar 20 persen. Dan hal ini diperkuat menurut laporan pengaduan tertulis yang beredar mengatasnamakan salah satu pegawai Staf Puskesmas Kelingi IV C.

Dimana, isi dalam pengaduan itu tertulis mengenai keberatan atas potongan 20 persen uang jasa kapitasi JKN (BPJS) oleh KUPT Puskesmas Kelingi IV C, yang surat pengaduan itu ditujukan kepada Bupati Musi Rawas.

Selain itu, berkas pengaduan ini dilampirkan dengan fhoto copy notulen hasil rapat puskesmas yang menerangkan adanya pemotongan terhadap dana JKN ini.

Bahkan, menurut keterangan staf pegawai yang tidak menyebutkan namanya ini, jika ada pemeriksaan terhadap staf puskesmas, ia siap bersaksi dan mengungkap fakta kebenaranya.

Bahwa pada tanggal 20 Oktober 2014 lalu, sudah diadakan rapat interen yang dihadiri  seluruh staf puskesmas membahas pemotongan itu, bahkan pada saat rapat berlangsung sempat terjadi ketegangan dan adu mulut dan jawaban yang didapat dari penuturan KUPT, mengenai pemotongan  20 persen tersebut diperbolehkan oleh Kepala Dinas Kesehatan.

“Waktu itu kata KUPT, mengenai pemotongan dana 20 persen ini, diperbolehkan oleh kepala dinas kesehatan, jadi kenapa masih ada perdebatan masalah ini? Intinya dana JKN tersebut tetap dilakukan pemotongan sesuai kesepakatan sepihak dan bukan bersama,” ujar staf puskesmas ini mewanti-wanti namanya tidak mau ditulis.

Secara terpisah, lagi-lagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas, dr Tjahyo Koentjoro, saat hendak dikonfirmasi wartawan di kantornya, yang terletak di kawasan komplek perkantoran Agroplitan Center Muara Beliti, tidak berada di tempat.

Sementara Koordinator Wilayah Gerakkan Indonesia Membangun (GIM) Provinsi Sumatera Selatan, Abdullah SH melalui sekretarisnya Genta Lesmana SE yang dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku sangat menyayangkan atas tidak adanya tindak lanjut dari aparat penegak hukum yang ada di daerah ini.  Padahal, informasi dugaan kasus JKN ini sudah dilaporkan dan diberitakan di media.

Untuk itu dia menghimbau agar elemen masyarakat yang sudah melakukan pengaduan, mendesak kembai pihak aparat penegak hukum tersebut. “Andai laporan dugaan kasus JKN ini tidak ada kejelasan, saya bersama rekan-rekan yang ada di Palembang akan ikut bergabung kepada elemen penggiat korupsi, untuk melaporkan ulang atas dugaan kasus JKN ini, baik di tingkat provinsi maupun pusat,” ujar Genta.

Karena, lanjut dia, di era reformasi sekarang ini, tidak ada namanya oknum pejabat kebal hukum, dan jika memang ada indikasi perbuatan melawan hukum, cepat atau lambat akan diseret ke meja hijau, karena oknum aparat penegak hukum tidak berani mengambil resiko terlalu jauh demi orang lain mengorbankan tugas dan wewenangnya sebagai penegak hukum.

“Sehebat-hebatnya oknum pejabat itu, percayalah secepatnya akan masuk kerangkeng juga, mana ada orang kebal hukum sekarang ini, apalagi di era reformasi birokrasi dan hukum, reformasi mental,” tegasnya meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan kasus dana JKN tersebut sesuai pengaduan elemen masyarakat yang ada didaerah ini.@gus–Harianjayapos

Berita Terkait :

KPPD Kecam Keras Dugaan Pemotongan Uang JKN Dinkes Mura

Soal Pemotongan Uang JKN, FKBPD Ajukan Surat Konfirmasi ke Pemkab Mura

Mengenai Pemotongan Uang JKN, Inspektorat Akui Belum Terima Laporan

Terkait Potongan Uang Jasa Kapitasi, Penjelasan Inspektorat Membingungkan

Diduga Ada Pemotongan Uang Jasa Kapitasi JKN di Dinkes Mura

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lembaga ACT Terjunkan Psikososial ke Lokasi Kebakaran Sungki Palembang

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan menerjunkan pendamping psikososial ke lokasi kebakaran di Jalan Kemas Rindo Simpang Sungki Kecamatan Kertapati Kota Palembang yang menghanguskan 113 rumah. Branch Manager ACT Sumsel, Ardiansyah di Palembang, Ahad mengatakan psikososial dihadirkan ke lokasi untuk menghibur puluhan anak-anak korban kebakaran agar kembali ceria dan bangkit […]

  • Musi Rawas Lahirkan Icon Guru PAUD Sumsel

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Pujian kembali dilontarkan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (HD) kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Kali ini, sektor pendidikan mendapat pujian orang nomor satu di Pemprov Sumsel ini. Sosok Guru PAUD Berprestasi Kabupaten Musi Rawas, Muzayanah kali ini yang mengharumkan kabupaten Musi Rawas. Bahkan, HD berencana menetapkan Muzayanah menjadi Icon Bunda PAUD Propinsi […]

  • Wabup Resmikan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia Sako SPN Mura

    • calendar_month Sel, 31 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sako Sekawan Persada Nusantara bersama DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menggelar Perkemahan Akhir Tahun (Perata) Cinta Alam Indonesia Muda-Mudi LDII tingkat Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau. Selasa (31/12) di Bumi Perkemahan Kelurahan Megang Sakti. Perkemahan Cinta Alam Indonesia berlangsung selama dua hari, 31 Desember 2019 sampai […]

  • 2 Desa di Mura Raih Juara 3 dan Harapan 1 Lomba BBRGM Provinsi

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Dua desa di Kabupaten Musi Rawas (Mura), harus puas pulang meraih juara ke 3 dan Harapan I diajang Lomba Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) tingkat provinsi tahun 2019. Penyerahan piala sekaligus sertfikat hadiah, diberikan langsung Gubernur Sumsel H. Herman Deru kepada Kepala Desa Giriyoso dan Kepala Desa T2 Purwakarya berlangsung di […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp407,-/kg – Rabu 15 September 2021

    • calendar_month Rab, 15 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 15 SEPTEMBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 19.808,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 13.866,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 11.885,-/kg 4. KKK 50% dibeli Rp 9.904,-/kg 5. KKK 40% dibeli Rp 7.923,-/kg Harga hari ini NAIK Rp 407,-/kg dari harga pada […]

  • Diluar Perkiraan, Anggaran Pilkada Meningkat Hingga Rp 7,1 Triliun

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan seluruh anggaran untuk pelaksanaan Pilkada serentak pada Desember mendatang telah tercukupi. Secara keseluruhan, ada Rp 7,1 triliun dana dari APBD yang dianggarkan untuk Pilkada.  “Ini memang cukup mengejutkan. Dari sisi efeisiensi dibanding Pilkada seperti sebelumnya, dari perhitungan yang hanya Rp 4,8 triliun ternyata Pilkada serentak justru meningkat […]

expand_less