Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » MK Tolak Permohonan Uji UU Jasa Konstruksi

MK Tolak Permohonan Uji UU Jasa Konstruksi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
  • visibility 68

PERMOHONAN pengujian Undang-Undang  Nomor  2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi (UU Jasa Konstruksi) yang diajukan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJKP) Aceh bersama sejumlah Pemohon lainnya akhirnya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

“Amar putusan mengadili, menolak permohonan Pemohon I, Pemohon IV, Pemohon VI, dan Pemohon VII berkenaan dengan Pasal 30 ayat (2), ayat (4), dan ayat (5), Pasal 68 ayat (4), Pasal 70 ayat (4), Pasal 71 ayat (3) dan ayat (4), Pasal 77, Pasal 84 ayat (2) dan Penjelasannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,” ujar Ketua Pleno Anwar Usman didampingi para hakim konstitusi lainnya dalam sidang pengucapan putusan Perkara Nomor 70/PUU-XVI/2018, pada Selasa (30/4/2019).

Selain itu, Mahkamah menyatakan permohonan Pemohon I, Pemohon IV, Pemohon VI, dan Pemohon VII berkenaan dengan Pasal 84 ayat (5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi  maupun Pemohon II, Pemohon III, Pemohon V, Pemohon VIII, Pemohon IX, Pemohon XLVII tidak dapat diterima.

Dalam pendapatnya, Mahkamah mempertimbangkan kekhawatiran para Pemohon terhadap kewenangan menteri yang ditentukan dalam norma Pasal 70 ayat (4) dan Pasal 71 ayat (3) serta ayat (4) UU Jasa Konstruksi bertentangan dengan Pasal 18 ayat (2) dan ayat (5) UUD 1945, yang menurut para Pemohon akan menghilangkan sub-urusan jasa konstruksi yang telah diberikan kepada daerah.

Setelah membaca saksama pengaturan mengenai kewenangan gubernur dan kewenangan bupati atau walikota yang berkaitan dengan penyelenggaraan jasa konstruksi, menurut Mahkamah, hal tersebut tidak relevan dipersoalkan karena UU Jasa Konstruksi sama sekali tidak menghilangkan kewenangan daerah mengatur dan  mengurus sub-urusan jasa konstruksi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23/2014.

“Sebaliknya sebagaimana telah dipertimbangkan di atas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 justru memperkuat kewenangan daerah yang terkait dengan penyelenggaraan jasa konstruksi. Oleh karena itu dalil para Pemohon yang mempertentangkan Pasal 70 ayat (4) dan Pasal 71 ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 dengan Pasal 18 ayat (2) dan ayat (5) UUD 1945 tidaklah beralasan menurut hukum,” kata Hakim Konstitusi Suhartoyo yang membacakan pendapat Mahkamah.

Selanjutnya mempertimbangkan dalil para Pemohon soal kata “dapat” dalam Pasal 77 UU UU Jasa Konstruksi. Menurut Mahkamah, dengan dirumuskannya kata “dapat” dalam Pasal a quo tidak menyebabkan adanya ketidakpastian bagi masyarakat jasa konstruksi dalam melakukan pembinaan jasa konstruksi sehingga bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 sebagaimana didalilkan para Pemohon.

Mahkamah berpendapat, kata “dapat” dalam norma Pasal 77 UU Jasa Konstruksi tidaklah mengandung ketidakpastian hukum karena hakikat norma dapat memuat perintah, larangan, dan kebolehan. Sehingga dalam konteks norma a quo, hakikat yang terkandung di dalamnya adalah norma yang mengandung kebolehan. Persoalannya kemudian, mengapa dalam konteks pembinaan diatur dengan norma kebolehan. Hal tersebut tidak lain karena pembinaan merupakan ranah kewenangan pemerintah, sehingga apabila dalam hal-hal tertentu pemerintah memandang perlu adanya keterlibatan masyarakat jasa konstruksi. Hal demikian diatur dalam Pasal 77 UU Jasa Konstruksi. Berdasarkan pertimbangan hukum di atas, menurut Mahkamah, ternyata dalil para Pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum.

Selain itu Mahkamah mempertimbangkan dalil para Pemohon yang mempersoalkan konstitusionalitas norma Pasal 84 ayat (5) UU Jasa Konstruksi karena menurut para Pemohon norma a quo bersifat birokratis dan resentralistik dalam pembentukan lembaga, in casu, LPJK sehingga bertentangan dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya.

Mahkamah berpendapat, norma yang termuat dalam Pasal 84 ayat (5) UU Jasa Konstruksi mengatur tata cara pembentukan pengurus tingkat pusat pada lembaga jasa konstruksi yang penekanannya pada partisipasi masyarakat, bukan pada tatacara pembentukan lembaganya. Hal tersebut dapat dilihat dalam Penjelasan Pasal 84 ayat (5) UU Jasa Konstruksi yang menyatakan, \”Dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Menteri menyampaikan calon pengurus lembaga sebanyak dua kali lipat dari jumlah pengurus lembaga yang akan ditetapkan oleh Menteri\”. Penjelasan tersebut lebih menekankan pengisian anggota pengurus tingkat pusat, bukan pada pembentukan lembaga jasa konstruksi tingkat nasional sebagaimana yang didalilkan para Pemohon. Apalagi para Pemohon tidak memberikan alasan jelas yang jadi dasar pengujian persoalan inkonstitusionalitas norma pasal tersebut. Oleh karena itu, menurut Mahkamah, dalil permohonan para Pemohon a quo adalah kabur. (Nano Tresna Arfana/LA–MKRIMKRI)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Suwarti Pimpin Upacara Hari Pahlawan Pemkab Mura 2022

    Wabup Suwarti Pimpin Upacara Hari Pahlawan Pemkab Mura 2022

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, di Halaman Kantor Bupati Musi Rawas, Kamis (10/11/2022). Upacara yang diikuti jajaran TNI, Polri, Korpri, PGRI, mahasiswa dan pramuka berlangsung khidmat. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Mura Hj. Suwarti, Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini mengatakan, Hari Pahlawan setiap tahun […]

  • SE Kapolri Mengenai Ujaran Kebencian Picu Kemarahan Netizen

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    JAKARTA — Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/06/X/2015 tentang ujaran kebencian atau hate speech mendapat reaksi beragam dari masyarakat di dunia maya atau biasa disebut netizen. Indonesia Indicator (I2), sebuah lembaga di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan software AI (Artificial Intelligence), di Jakarta, Kamis (5/11), mencatat, dalam waktu dua minggu […]

  • Dengan Dalih Sudah Diperiksa, Ernaldi Iskandar Suruh Wartawan Konfirmasi ke Kejaksaan,

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Baru-baru ini, lingkungan Dinas PU Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan dihebohkan oleh pemberitaan seputar “Pembangunan Dinding Penahan Tanah, Beredar Reques Dana ‘Pelicin’ Bagi Oknum Pejabat” dan “Proyek Drainase Kota Lubuklinggau, PPTK Diperiksa Tipikor Polda Sumsel.” Di mana dalam pemberitaan itu, sumber acapkali mencatut/menyebut nama  aparat penegak hukum. Entah apa tujuannya menyebut nama penegak […]

  • Program BUMN Terangi Garut, Warga Miskin Terbantu

    • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    GARUT  – Manfaat positif kinerja BUMN PT PLN kini semakin dirasakan oleh warga Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Melalui program Sinergi BUMN Sambung Listrik Gratis Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu, warga dapat membayar listrik menjadi murah dan aman. General Manager PT PLN (Persero) Jawa Barat Iwan Purwana mengatakan, program Sinergi BUMN Sambung Listrik […]

  • Belanja Pemeliharaan Randis 3 SKPD Pemkab Musi Rawas Lebih Bayar Rp59 Juta

    Belanja Pemeliharaan Randis 3 SKPD Pemkab Musi Rawas Lebih Bayar Rp59 Juta

    • calendar_month Ming, 11 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pemkab Musi Rawas pada Tahun 2022 menganggarkan Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan-Alat Angkutan Darat Bermotor-Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan sebesar Rp1.848.968.400,00 dengan realisasi sebesar Rp1.610.394.914,00 atau 87,10% dari anggaran. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas bukti pertanggungjawaban belanja, konfirmasi dengan penyedia, dan konfirmasi kepada PPTK dan Bendahara Pengeluaran SKPD menunjukkan bahwa […]

  • Harga Emas UBS & Antam Hari Ini, 1 September 2022

    Harga Emas UBS & Antam Hari Ini, 1 September 2022

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Satuan Harga Antam Harga UBS 0.5 Rp 547.000 Rp 495.000 1.0 Rp 990.000 Rp 928.000 2.0 Rp 1.919.000 Rp 1.841.000 Baca : Harga Emas UBS & Antam Hari Ini, 31 Agustus 2022 3.0 Rp 2.852.000 Rp 0 5.0 Rp 4.717.000 Rp 4.549.000 10.0 Rp 9.377.000 Rp 9.049.000 25.0 Rp 23.312.000 Rp 22.578.000 50.0 Rp 46.540.000 […]

expand_less