Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Legislator Ingatkan Penyelenggara Pemilu Tentang KTP-el

Legislator Ingatkan Penyelenggara Pemilu Tentang KTP-el

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
  • visibility 89

PARA penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) dari pusat hingga daerah, dari komisioner hingga petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus mencermati betul pemilik KTP-elektronik (KTP-el) yang digunakan dalam Pemilu serentak 2019.

Persoalannya masih banyak ditemukan KTP rusak dan KTP WNA di berbagai daerah. Ini menuntut perhatian lebih penyelenggara Pemilu, agar kecurangan bisa ditekan.

Seruan ini disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Firman Soebagyo usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI ke Sumatera Selatan, Senin (01/4/2019).

“Penggunaan KTP-el walau sudah ada payung hukumnya dari MK (Mahkamah Konstitusi), namun belum menyelesaikan persoalan secara keseluruhan.

Penyelenggara Pemilu harus hati-hati, karena KTP-el digunakan yang digunakan WNI dan WNA sama. Yang membedakan adalah bahasanya. Begitu juga penggunaan KTP rusak,” tegasnya.

Sayangnya, lanjut politisi Partai Golkar itu, petugas TPS tak bisa mendeteksi KTP-el yang sudah rusak atau dibuang oleh otoritas Dukcapil. Bila ada pemilih yang menggunakan KTP-el yang dinyatakan sudah tidak berlaku lagi itu, perugas TPS dipastikan tidak mengetahuinya.

Begitu juga KTP-el milik WNA yang mungkin disalahgunakan dalam pemungutan suara. Para petugas TPS di desa-desa pulau terpencil mungkin tidak mengatahui ada pemilih yang melakukan kecurangan dengan KTP-el bermasalah.

“Di desa-desa pulau terpencil yang ada pekerja asingnya mungkin ada mobilisasi orang untuk menggunakan KTP-el milik WNA. Bahkan, mungkin ada yang menggunakan suket untuk tujuan negatif,. Ini berbahaya.

Sementara penyelenggara atau petugas TPS tidak punya alat untuk mendeteksi apakah pemilik KTP ini punya hak suara,” kata legislator dapil Jawa Tengah III tersebut.

Diungkap Firman, banyak KTP-el rusak sudah pernah ditemukan di Banten dan Jawa Barat. Mungkin masih ada banyak KTP-el yang rusak lagi di daerah-daerah terpencil yang tidak terpantau. Ini harus jadi perhatian penyelenggara Pemilu dan pemerintah.

Metode pengecekan harus dipikirkan sebelum hari pencoblosan. Semua penyelenggara Pemilu dan aparat penegak hukum perlu mengantisipasi potensi kecurangan in. (mh/sf–DPRDPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Tolikara Timbulkan Tanda Tanya Kinerja BIN

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kerusuhan yang terjadi di Tolikara menimbulkan kekecewaan dari banyak pihak. Hal itu kemudian menimbulkan tanda tanya mengenai kinerja Badan Intelijen Negara (BIN). Pengamat Intelijen Universitas Indonesia, Wawan Purwanto tidak heran jika kemudian banyak pihak yang mempertanyakan kinerja BIN. “Kewenangan BIN kini berbeda,” katanya dalam Diskusi Publik “Di Balik Kerusuhan Tolikara-Ancaman Keutuhan NKRI” yang […]

  • Refly Harun Sebut Ini Reaksi Menteri Yasonna Jika Kubu Ical Menang

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pengamat Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan, jika gugatan Kubu Aburizal Bakrie (Ical) dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),  belum tentu mereka bisa langsung menggunakan hak kemenangan. Adanya peluang banding dari Kubu Agung Laksono dan sikap Menkumham dipastikan mengganjal kemenangan mereka. “Jika gugatan kubu Ical dikabulkan, justru timbul rangkaian persoalan baru. Kubu […]

  • Pemkab Mura Raih Penghargaan Anugerah KPAI 2021

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) menerima penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kategori Pemkab pada acara Anugerah KPAI Tahun 2021 melalui Video Conference di Replika Rumah Adat Kantor Bupati Mura, Kamis (22/7/2021). Penghargaan tersebut didapatkan Pemkab Mura atas kontribusi dan kerja nyata dalam bidang perlindungan anak, pada ajang Anugerah […]

  • Bupati Serahkan Santunan Kematian Warga Paduraksa STL Ulu Terawas

    Bupati Serahkan Santunan Kematian Warga Paduraksa STL Ulu Terawas

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Rarna Machmud menyerahkan langsung Santunan Kematian bagi ahli waris yang meninggal dunia di Desa Paduraksa Kecamatan STL Ulu Terawas, Jum’at (23/07/2021). Santunan Kematian sebesar Rp 3 juta diserahkan Bupati Ratna Machmudkepada keluarga alm Supar Bin Sutomo dan Elam Bin Saad di Desa Paduraksa Kecamatan STL Ulu […]

  • Bupati Salurkan Bantuan Sembako Melalui E-Warong

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura) Hj Ratna Machmud meninjau sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat melalui E-Warong di Desa Wukir Sari Kecamatan Tugumulyo, Jum’at (23/07/2021). Kegiatan ini merupakan monitoring lapangan untuk memastikan bantuan yang didistribusikan sampai kepada masyarakat, sekaligus bersilaturahmi kepada masyarakat untuk memantau kondisi ditengah masyarakat. Bupati juga meminta dukungan untuk […]

  • Mantan Napi Korupsi Diminta Sadar Diri Kembali ke Panggung Politik

    • calendar_month Kam, 19 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MEDAN – | Angota Komisi III DPR RI, Achmad Dimyati Natakusumah menilai putusan MK (Mahkamah Kostitusi) Nomor 4/PUU-VII/2009 tekait Mantan terpidana yang telah menjalani masa pidana yang harus menunggu lima tahun jika ingin mengajukan diri dalam dunia politik itu sudah final and binding atau sudah final dan mengikat. Meski demikian ia menyarankan agar mantan Napi termasuk […]

expand_less