Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Diduga Kurang Pengawasan, Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikerjakan Asal Jadi

Diduga Kurang Pengawasan, Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikerjakan Asal Jadi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 3 Sep 2018
  • visibility 81

MUSIRAWAS – Diduga akibat kurang pengawasan, pengerjaan proyek irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas ini disinyalir dimanipulasi oleh rekanan yang mengerjakannya.

Pantauan wartawan di lapangan Minggu (2/9), volume material batu bujang untuk pembangunan proyek yang tidak memiliki plang papan nama ini diduga dikurangi alias dimanipulasi.

Pasalnya terlihat jelas, materil batu bujang diduga hanya dipasang sekitar 10 centimeter di permukaannya saja, sementara di bagian bawah hanya mengandalkan gundukan tanah.

Untuk menutupi seolah batu terpasang dari dasar pondasi, oleh tukang yang mengerkannya langsung di plaster. Meski demikian, masih terlihat jelas, pondasinya tidak menggunakan batu alias hanya gundukan tanah.

Selain itu, ada juga di beberapa bagian pondasi hanya dipasang batu gunung untuk menghemat penggunaan batu bujang.

Sementara untuk lantainya, diduga hanya ditaburi acian semen bercampur pasir seadanya.

Selain materialnya diduga dimanipulasi, pengerjaan proyek ini juga diduga asal jadi. Sebab, bangunan irigasi ini lebih tinggi dari muara anak sungai yang tujuannya untuk mengaliri persawahan warga yang tidak lagi berfungsi itu.

”Masak pemasangan irigasi ini lebih tinggi dari permukaan air, bagaimana airnya mau masuk. Proyek ini kayaknya dikerjakan asal – asalan saja,” kata Agus warga setempat.

Agus juga mengatakan, material batu digunakan untuk pembangunan irigasi ini hanya sedikit, dan ada dua jenis batu.

“Papan nama proyek juga tidak ada, sehngga kita tidak tahu apa judul proyek ini, berapa dananya dan siapa rekanannya. Jika kondisi bangunannya seperti ini, bangunan irigasi ini tidak akan bertahan lama, paling hanya bertahan satu atau dua bulan saja,” katanya.

Sebagai warga negara jelas Agus, dia meminta tim turun kelapangan, sehingga anggaran yang digunakan pembangunan irigasi yang dibangun di kebun karet warga ini tidak terbuang begitu saja, dan disinyalir hanya dinikmati segelintir oknum yang meraup keuntungan besar dari proyek ini.

“Bila perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai RAB nya. Tidak masuk akal jika proyek ini sudah dikerjakan sesuai RAB,” katanya.

Agus juga mengatakan, jika pihak terkait tidak peduli dengan proyek ini, sebaiknya dilaporkan ke aparat penegak hukum atas indikasi manipulasi material bangunan ini.

Senada dikatakan warga yang namanya minta untuk tidak ditulis menjelaskan, beberapa acian di atas pondasi bangunan itu sudah mengelupas karena terkena cucuran hujan dan lain sebagainya, yang diduga disebabkan semennya sedikit ketimbang pasir, sehingga kualitasnya tidak bagus.

”Kami masyarakat khususnya di sekitar ini merasakan pekerjaan ini tidak layak, dan jelas sebagai warga negara Indonesia kita merasa dirugikan,” jelasnya.

Sementara salah seorang tukang yang sedang mengerjakan proyek itu mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal papan merek proyek irigasi ini. Menurutnya, dia beserta sejumlah tukang hanya mengerjakannya saja.

Setahu dia, pembangunan irigasi ini sepanjang 137 meter dengan kedalaman 60 CM dan lebar 50 CM.

“Berapa dananya kami juga tidak tahu, mungkin ratusan juta. Untuk rekanannnya kalau tidak salah namanya Syam,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa proyek ini milik Dinas PU, tapi tidak tahu Dinas PU mana.

“Tidak tahu Dinas PU mana, kalau pengawas yang pernah datang namanya Suroto,” katanya.

Menurutnya, kendala pengerjaan proyek ini yaitu sulitnya pengangkutan material.

”Ngangkut materialnya sulit, karena mobil tidak bisa langsung masuk ke lokasi,” katanya.

Menurut dia, untuk lantai irigasi sudah di semen, meskipun hanya terlihat kasat mata hanya ditaburi acian semen dan pasir seadanya.

“Untuk lantainya sudah dikasih semen pak, kalau tidak dikasih semen, becek,” katanya.

Dia juga mengatakan, sekitar Tujuh hari ke depan, proyek pembangunan irigasi ini sudah selesai dikerjakan.

“Jika tidak ada halangan, mudah-mudahan minggu depan selesai,” katanya. (Firmansyah-MS)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Terima Sertifikat SK Varietas Padi Sawah Dayang Muratan 1 dan 4 dari BATAN

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud menerima SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 90/HK.540/C/03/2021. Dan Nomor : 89/HK.540/C/03/2021. Tentang pelepasan calon varietas padi sawah DR-06 sebagai varietas unggul dengan nama DAYANG MURATAN 1 dan DAYANG MURATAN 4. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof Anhar Riza Antariksawan di […]

  • Harga Emas Hari ini, Antam & UBS ‘Naik’, Kamis 23 September 2021

    • calendar_month Kam, 23 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Kamis (23/09/2021), di Pegadaian, cetakan Antam maupun UBS ‘Naik’. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp489.000,- naik Rp3.000,- dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp918.000,- juga naik Rp6.000,- dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram  dan […]

  • Bupati OKU Lepas Keberangkatan 430 Jemaah Calon Haji

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    BATURAJA – | Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kuryana Azis melepas 430 jamaah calon haji (JCH) asal wilayah itu menjelang keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah guna menunaikan ibadah haji. “Pelepasan JCH ini sekaligus silaturahmi menjelang keberangkatan ke Mekkah nanti,” kata Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis saat acara pelepasan 430 JCH di pendopo […]

  • Tetap Berikan Layanan Prima, Berinovasi Tingkatkan Layanan Adminduk

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dikdukcapil) Mura menyambut baik, terhadap kebijakan pemerintah berlakukan Perpres No 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 19 Tahun 2019 tentang peningkatan kualitas layanan Adminduk. Adapun menanggapi terkait itu, sebelum maupin sesudah diberlakukan peraturan tersebut. […]

  • Napi Narkoba Meninggal, Diduga Dianiaya Sipir Penjara

    • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Selama lima hari menjalani perawatan medis, Bisan Azhari (43), narapidana (Napi) Lapas Merah Mata Palembang, menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU RSMH Palembang. Bisan Azhari meninggal dunia pada Selasa (20/3/2018) sekira pukul 21.30 WIB. Tak terima atas kematian Bisan Azhari yang dinilai tak wajar, pihak keluarga pun melaporkannya ke SPKT Mapolda Sumsel, Rabu (21/3/2018). […]

  • Soal Kurikulum, DPD Minta Menteri Anies Tingkatkan Kualitas Guru

    • calendar_month Sen, 29 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    JAKARTA -— Penghentian Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan membuat sekolah di Indonesia tidak punya kurikulum yang seragam. Walau sudah dihentikan, Kurikulum 2013 masih diterapkan di 6.221 sekolah di seluruh Tanah Air. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris berharap Mendikbud membuat kurikulum pendidikan yang asyik dan menyenangkan siswa. Fahira mengaku […]

expand_less