Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Napi Narkoba Meninggal, Diduga Dianiaya Sipir Penjara

Napi Narkoba Meninggal, Diduga Dianiaya Sipir Penjara

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
  • visibility 127

PALEMBANG – Selama lima hari menjalani perawatan medis, Bisan Azhari (43), narapidana (Napi) Lapas Merah Mata Palembang, menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU RSMH Palembang.

Bisan Azhari meninggal dunia pada Selasa (20/3/2018) sekira pukul 21.30 WIB.

Tak terima atas kematian Bisan Azhari yang dinilai tak wajar, pihak keluarga pun melaporkannya ke SPKT Mapolda Sumsel, Rabu (21/3/2018).

Sebelumnya napi kasus narkoba ini dirawat di RSMH Palembang sejak Rabu (15/3/2018) lalu.

Almarhum dirawat medis, lantaran kondisinya kritis atau sekarat yang diduga dianiaya di dalam Lapas Merah Mata Palembang.

“Saya tidak terima, karena suami saya dianiaya yang akhirnya meningga dunia.

Selama seminggu dirawat, suami saya tidak sadarkan diri,” ujar Holijah istri almarhum usai melapor ke SPKT Mapolda Sumsel.

Dalam laporannya kepada petugas, Holijah melaporkan oknum sipir Lapas Merah Mata berinisial JN.

Karena diketahui suaminya diduga dianiaya di dalam lapas oleh terlapor JN.

Namun belum diketahui apa penyebab sehingga terjadinya penganiayaan tersebut.

“Sebelumnya itu suami saya ini sempat telpon, katanya minta transfer duit karena ada hutang sama JN.

Tapi setelah itu saya dapat kabar, suami saya sudah sekarat dengan kondisi luka di kepala dan juga luka disekujur tubuhnya,” ujar Holijah.

Begitu juga diceritakan Nani, kakak almarhum yang mendampingi Holijah melapor. 

Menurut Nani (50), adiknya telah dianiaya dan disiksa oleh penjaga lapas.

Penyebab terjadinya penyiksaan, kemungkinan karena narkoba.

Memang Bisan Azhari pernah bercerita bahwa memiliki hutang karena narkoba.

Almarhum Bisan meninggal dunia karena pendarahan otak di kepalanya.

Pihak keluarga pun meminta petugas untuk melakukan visum.

“Saya tidak tahu masalah hutang apa sehingga adik saya dipukuli.

Namun ada yang bilang karena hutang narkoba, tapi saya tidak tahu kepastiannya. 
Kami dari keluarga meminta keadilan. Karena adik saya meninggal dunia dengan kondisi darah membeku di otak kepalanya,” ujar Nani.

Diketahui Bisan Azhari merupakan napi atau warga binaan yang menjalani hukuman pidana selama enam tahun kurungan penjara atas kasus narkoba.

Bisan Azhari ditangkap petugas Satres Narkoba pada tahun 2014 atas kasus narkoba jenis sabu-sabu. (Sripoku.com)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asosiasi Auditor Gelar Rakor Bahas Pengembangan Profesi.

    • calendar_month Sel, 20 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.co.id – Asosiasi Auditor Internal Pemerintah Indonesia (AAIPI) wilayah Sumsel akan menggelar Rapat Koordinasi di Kota Lubuklinggau besok. Menurut auditor Pujo Wiloso, Selasa (20/03) rakor dimaksud untuk membahas kode etik, Standar Audit, Telaah Sejawat, Pengembangan Profesi serta Hambatan/Tantangan dan Peran APIP. “Tujuan dibentuknya Asosiasi ini untuk mengembangkan dan mendayagunakan potensi auditor pemerintah untuk […]

  • Berita Hukuman Siswa Senior Osis Ar Risalah Tidak Perlu Dibesar-besarkan

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Pemilik Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau, KH Syaiful Hadi Maafi menyayangkan pemberitaan tentang peristiwa hukuman siswa dari kakak senior Osis terlalu di besar-besarkan. “Mestinya Tabayyun dulu, tidak serta merta mendengar laporan langsung diberitakan. Ya kalau beritanya benar, sedangkan ini belum tentu kebenarannya. Sedangkan kita sebagai muslim tidak boleh membuka aib saudaranya. Masih banyak […]

  • Peran Kepala OPD Turut Menentukan Suksesnya Pembangunan

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatèra Selatan (Sumsel), H Nasrun Umar mengatakan suksesnya program pembangunan Sumsel tidak terlepas dari  peran, tugas dan tanggungjawab pimpinan satuan kerja. Karena itu Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) haruslah orang yang tepat dan memenuhi kompentensi. “Uji Kompetensi (Job Fit) dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja dari masing-masing OPD dengan menempatkan […]

  • Penjambret Istri Anggota PWI Lubuklinggau Tertangkap di PUT

    • calendar_month Sel, 5 Jan 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Supri Yayandi alias Yayan (20) pelaku jambret istri anggota PWI Lubuklinggau terpaksa ditembak anggota Polsek Lubuklinggau Utara lantaran mencoba kabur saat hendak diringkus di Desa PUT, Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (05/01/2021). Pelaku Yayan menjambret tas milik istri Pranata Meksiko anggota PWI Lubuklinggau) bernama Regina saat keduanya mengendarai sepeda motor menuju perumahan Qito […]

  • Membanggakan, Kota Lubuk Linggau Masuk Dalam 10 Daerah Terendah Inflasi

    Membanggakan, Kota Lubuk Linggau Masuk Dalam 10 Daerah Terendah Inflasi

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU – Penjabat (Pj) Wali Kota Lubuk Linggau, H Koimudin mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2024 via zoom meeting di Command Center Lt. 4 Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau, Senin (4/10/2024). Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M Tito Karnavian menyampaikan pada awal Oktober lalu, BPS sudah merilis hasil survei tentang inflasi bulan Oktober, […]

  • Atasi Polemik Pilkada, Tidak Perlu Perppu

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan berpendapat, perppu tidak diperlukan untuk menyelesaikan polemik pilkada serentak 2015. Menurutnya, tidak tepat jika presiden mengambil alih dengan mengeluarkan perppu. “saya sampaikan begitu kepada presiden. Sebab, perppu itu bersifat genting dan harus membutuhkan persetujuan DPR, akan yang akan jadi ramai lagi nanti,” kata Zulkifili kepada Presiden Joko Widodo […]

expand_less