Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Pelaksanaan Pilkada Serentak Dipastikan Tahun 2016

Pelaksanaan Pilkada Serentak Dipastikan Tahun 2016

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2015
  • visibility 89

JAKARTA — Ketua Komisi II DPR RI, Rambe Kamarulzaman menegaskan pelaksanaan pilkada sudah dipastikan akan diundur di 2016. Terkait keinginan Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo dan beberapa fraksi yang ingin tetap di 2015 sudah selesai.

"Pelaksanaannya tetap di 2016, bertahap 2016, 2017 dan 2018," kata Rambe pada wartawan, Rabu (4/2).

Politikus Partai Golkar itu menambahkan pemerintah sudah menunjukkan isyarat untuk menyepakati pengunduran pilkada ini. Sedangkan permintaan simulasi oleh PDIP bukan persoalan berat.

"Yang diminta PDIP soal simulasi itu agar tidak ada perpanjangan PLT dan tidak ada pemotongan masa jabatan," ujarnya.

Rencananya DPR akan membahas revisi UU Pilkada ini dengan pemerintah 11 hingga 14 Februari mendatang. Dalam skenario komisi II, pilkada serentak akan dilakukan tahun 2027.

Fraksi PDIP Ngotot Pilkada Dilaksanakan 2015

Meski Panja revisi Undang-Undang Pilkada sudah mengusulkan pelaksanaan Pilkada diundur di awal tahun 2016, namun Fraksi PDI Perjuangan tetap menginginkan Pilkada dilaksanakan tahun ini.

"Sebaiknya perlu dipikirkan untuk yang 2015 tetap dilaksanakan saja, nanti yang lain diatur dengan cara mensinkronkan tahapan pelaksanaannya," kata anggota komisi II dari fraksi PDIP, Arif Wibowo.

Menurutnya pelaksanaan Pilkada ini harus dilihat secara detail tahapannya melalui simulasi. Jangan sampai, ada tahapan pilkada yang bersamaan dengan tahapan pemilu legislatif dan presiden.

Pelaksanaan Pilkada menurutnya membutuhkan persiapan selama 8 bulan, sedangkan dalam UU persiapan untuk Pileg dan Pilpres adalah 1,5 tahun.

Arif mengatakan, fraksi PDIP masih meminta agar pelaksanaan ini disimulasikan secara keseluruhan. Sebab tahapan Pilkada ini bukan hanya soal menghitung tahun atau bulan, tapi harus dihitung secara detail seluruh tahapannya. 

Misalnya jika dilaksanakan di 2018 nanti ada singgungan dengan Pileg dan Pilpres. Harus dilihat seberapa besar singgungan dan bebannya. Jangan sampai saat KPU menentukan daftar pemilih bersamaan dengan verifikasi partai politik. 

"Tahun berapa saja kami tidak masalah tapi harus dilihat dulu tahapannya," kataya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wako Rachmat Hidayat Tekankan Birokrasi Jangan Terlalu Panjang dan Berbelit-belit Melayani Masyarakat

    Wako Rachmat Hidayat Tekankan Birokrasi Jangan Terlalu Panjang dan Berbelit-belit Melayani Masyarakat

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau selalu komitmen dalam upaya mewujudkan program Linggau Juara. Menurutnya, saat ini Pemkot Lubuk Linggau terus menguatkan layanan berobat gratis cukup pakai KTP di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun program sosial kemasyarakatan lainnya. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya percepatan […]

  • Buku ‘Sadar Kaya’ : Ketidakmungkinan Yang Disegerakan

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Magnet Hidup SEPERTI yang sudah kita bahas sebelumnya, dalam dunia komputer, kita mengenal ada istilah hardware dan software. Otak kita, tubuh kita adalah hardware. Sementara cara kita berpikir itu software, yang kemudian terbagi dua lagi,  yaitu OS (Operating System) dan aplikasi. Misalkan, OS-nya Microsoft Windows, aplikasinya Adobe Photoshop. […]

  • Melawan, Pelaku Curanmor di Pelor

    • calendar_month Sel, 30 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Karena melakukan perlawanan satu dari dua tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dilumpuhkan Tim khusus (Timsus) Polres Mura, Sumatera Selatan. Sulaiman (22) warga Desa Semangus Baru, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dilumpuhkan petugas di betis kaki kiri, Minggu (28/12) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Poros Desa, Kelurahan Semangus Lama, Kecamatan […]

  • Soal Statement Nobel di Koran Jaya Pos, Rano : Mestinya Nobel Lebih Jujur lagi

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Lubuklinggau, Jurnalindependen.com — Rano (32) salah satu masyarakat Kota Lubuklinggau mengutip pemberitaan, Sabtu (31/01/2015) pada media, Jaya Pos online yang berjudul ‘Kepala Dinas PU Pemkot Lubuklinggau : Inilah Republik Indonesia, Tidak Ada Sesuatu Yang Gratis.’ Dalam media tersebut dituliskan bahwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan, Ir.Nobel Nawawi yang berani blak […]

  • Pasal Batas Tanah, KS Ngancam Pakai Parang Lalu Diringkus Polisi

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    MURATARA- KS (50) warga Desa Noman Baru, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Muara Rupit. Pria berprofesi sebagai petani ini diringkus karena diduga melakukan pengancaman terhadap korban Yudi Susanto (44) yang juga warga Desa Noman Baru Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Dugaan pengancaman itu terjadi Kamis (29/03) […]

  • Sudah 10 Orang Pasien Covid-19 di Sumsel Sembuh

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Total 10 orang pasien Covid-19 di Sumsel dinyatakan sembuh. Jumlah tersebut terkonfirmasi setelah ada penambahan kasus sembuh per 25 April 2020 yaitu 5 orang, yang terdiri atas pasien asal Palembang 4 orang dan OKU 1 orang. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Juru bicara Covid-19 Prov Sumsel, H. Yusri […]

expand_less