Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Dugaan Korupsi di Disdukcapil Dilaporkan MPPD ke Polda Sumsel

Dugaan Korupsi di Disdukcapil Dilaporkan MPPD ke Polda Sumsel

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
  • visibility 44

MUSIRAWAS — Adanya indikasi penyimpangan terhadap pengunaan anggaran kegiatan di lingkungan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera  Selatan, akhirnya membuat Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Peduli Pembangunan Daerah (LSM-MPPD) yang ada di daerah ini melayangkan surat laporan ke Kapolda Sumatera Selatan, untuk ditindak lanjuti dengan Nomor Surat 024/MPPD/Mura/2014.

Berdasarkan surat laporan tersebut MPPD menguraikan beberapa item kegiatan yang terjadi pada tahun 2013 lalu, antara lain menyangkut kegiatan peningkatan Pelayanan Publik Dalam Bidang Pencatatan Sipil kode Kegiatan 1.10.1.10.01.15.15 dengan anggaran sebelum perubahan Rp 1.318.000.000, setelah perubahan menjadi Rp 617.000,000. Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan kantor, Kode kegiatan 1.10.1.10.01.01.13 dengan anggaran sebelum perubahan Rp 72.802.000 setelah perubahan meningkat menjadi Rp 321.142.000. Selanjutnya terkait mengenai Kegiatan Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kependudukan Kode Kegiatan 1.10.1.10.01.15.05 dengan anggaran mencapai Rp 250 juta.

Sehingga dari beberapa kegiatan yang diuraikan tersebut, MPPD menganalisa berdasarkan data dan informasi, harga yang ada menyangkut kegiatan peningkatan pelayanan publik dalam bidang Pencatatan Sipil telah dibuat sebanyak 15.000 lembar Akte Kelahiran, 400 lembar Akte Perkawinan, 50 lembar Akte Kematian, dan 50 lembar Akte Perceraian.

Hal ini membuat dugaan rawan penyimpangan dan mark up (kelebihan nilai anggaran) karena dari besar anggaran dan hasil penggunaan anggaran tidak seimbang. Termasuk mengenai kegiatan penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor, telah dibeli 5 unit komputer PC + 1 unit printer + 1 set jaringan SIPKD + 1 unit handpone SMS center, 1 paket CCTV + 1 unit genset dan 1 unit stabillizer juga diduga mark up.

Kemudian terjadi dugaan penyelewengan atau tidak sesuai spesifikasi dalam pelaksanaan kegiatan koordinasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dalam penyelenggaraan pencatatan nikah secara massal melalui Isbat Nikah sebanyak 243 pasangan suami/istri.

Sementara Herdianto-panggilan akrabnya Herman selaku Koordinator MPPD mengatakan laporan yang dilayangkan itu tentunya bukan sengaja ingin mencari kesalahan semata, akan tetapi itulah bentuk kepedulian MPPD selaku organisasi masyarakat agar jalannya program pemerintah yang menggunakan uang rakyat tepat sasaran dan benar-benar mengena kepentingan masyarakat bukan hanya menjadi ajang bancakan oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri sendiri, kelompok atau golongan.

Tidak pula menutup kemungkinan, laporan tersebut juga akan dilayangkan kepada intansi lain seperti Kejaksaan atau KPK agar semakin banyak instansi penegak hukum yang memiliki wewenang melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait perkara dugaan korupsi serta orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut semakin maksimal pula hasil penyelidikannya.

“Kita minta agar tipikor Polda Sumsel segera mengusut laporan ini, dan kita juga bukan semata mencari-cari kesalahan orang namun itulah bentuk kepedulian agar dana besar yang dikucurkan seimbang dengan hasil yang didapatkan untuk kepentingan masyarakat banyak. Mengenai orang-orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut itulah konsukuensinya mengelola uang negara tentu tidak  boleh sembarangan,” tegas Herman.

Sementara itu, Kadisdukcapil Musi Rawas Dian Candera, sedang tidak ada di tempat, dihubungi via ponsel, juga selalu dalam keadaan tidak aktif. “Pak Kadis sedang tidak ada di tempat, karena mengikuti rapat di Pemda taba pingin,” ujar seorang pegawai Disdukcapil seraya berlalu.@Gus–Harianjayapos

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BK DPR Sarankan DPRD Kota Lubuk Linggau Melihat UU Pemda

    • calendar_month Rab, 23 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Keahlian DPR RI Johnson Rajagukguk menyarankan  kepada Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau untuk melihat pengaturan tentang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Hal tersebut disampaikan  Johnson usai menerima Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka konsultasi mengenai UU Nomor 17 Tahun […]

  • Pemkab Mura Dinilai Kurang Transparan Kelola Anggaran Fasilitasi dan Koordinasi TAPD

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com –  Dalam mengelola keuangan daerah, Pemkab Musi Rawas, Sumatera Selatan dinilai masih jauh dari azas transparansi sehingga sulit sekali dipantau atau diawasi masyarakat, hal ini disampaikan Ketua Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FKBPD) Kabupaten Musi Rawas, M Joko beberapa waktu lalu kepada Jurnalindependen.com. Mengenai anggaran Fasilitasi dan Koordinasi TAPD yang dianggarkan pada ketiga […]

  • Pasokan Beras PIBC Melonjak 6.763 Ton

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Jakarta, 20/2. Sejak akhir Januari 2018 sudah memasuki panen raya, kini beras mengalir ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Pemasukan beras ke PIBC kemarin 6.763 ton, ini pemasukan tertinggi sepanjang 2018 dan lebih tinggi dibandingkan Februari 2017. “Pemasukan beras ini murni dari beras lokal, bukan dari impor. Beras impor dikunci di gudang Bulog”, hal ini […]

  • Wow………………..Cekal, “KO” Pertama dari KPK

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Selasa (11/4) merupakan hari yang pasti tidak bisa dilupakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ada dua kejadian luar biasa yang terjadi, yakni penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan melalui penyiraman atau penyemprotan air keras terhadap bekas anggota Polri itu sehingga pada Rabu, Novel harus dibawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan lebih mendalam. Kejadian kedua […]

  • Tindak Lanjut MoU, 11 ASN Mura Ikut Pelatihan Smart City di Pemkot Bandung

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    SETELAH sukses melaksanakan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama Implementasi Aplikasi Smart City dan E-Government antara Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dengan Pemerintah Kota Bandung pada hari Jumat tanggal 9 Februari 2018 terdahulu bertempat di Pendopo Kota Bandung, kali ini Pemerintah Kabupaten Musi Rawas mengirim 11 ASN dari berbagai OPD untuk ikuti pelatihan Aplikasi yang ada. […]

  • Diduga Rekom Sertifikat Kavling Rumah PNS di Palsu Oknum Pengembang

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Info yang diterima tidak kurang dari 50-an kavling tanah dikawasan Griya Silampari Indah, Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas diduga telah disertifikat oleh oknum pengembang (developer). Bahkan kabar ini telah naik ke ranah hukum di Polres Musi Rawas, Sumatera Selatan demikian ungkap suatu sumber Jurnalindependen.com siang tadi, Rabu (26/08/2015) di Muara Beliti. “Tanah […]

expand_less