Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Ini Bantahan Cokro Tentang Proyek Pamsimas Kurang Volume

Ini Bantahan Cokro Tentang Proyek Pamsimas Kurang Volume

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 8 Des 2017
  • visibility 130

Musirawas – Cokro, selaku Satuan Pelaksana (Satlak) didampingi Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Pamsimas, Desa Ciptodadi, Musirawas, Sumatera Selatan, (6/12/2017), membantah bahwa proyek  tersebut kurang volume, maka kegiatan itu sudah kerjakan sesuai RAB.

“Tidak benar, proyek pamsimas di desa kami dikerjakan kurang volume, semua item pekerjaan seperti sumur bor, pondasi tower, cakar ayam dan lainnya kita kerja sesuai RAB serta melibat masyarakat setempat”,ujarnya.

Selanjutnya, ketika disinggung soal SPJ Pamsimas siapa yang buat, Cokro mengatakan bahwa pembuatan laporan tentang SPJ  bukan dari kita semua yang ngerjakan.“Pembuatan SPJ Sebagian dari kami sebagian dari Satker Pamsimas, karena ada hal-hal yang tidak kami mengerti”,Akuinya.

Seperti dilansir Harian Dialog, Proyek penyedian air minum  dan sanitasi masyarakat (Pamsimas),Desa Ciptodadi, Kecamatan Suka Karya, Musirawas, Sumatera Selatan, yang dibangun menggunakan dana APBN 2017 sebesar Rp.380 Juta, menuai protes masyarakat karena diduga kurang volume. Pasalnya ada beberapa item pekerjaan yang tidak mengacu pada RAB.

Menurut warga berinisial JJ, (21/11/2017), dalam pelaksanaan proyek Pamsimas di Desa Ciptodadi ada beberapa item pekerjaan diduga kurang volume, meliputi pekerjaan sumur bor kedalaman seharusnya 60 meter hanya dibuat sekitar 35 meter, kedalaman pondasi tower seharusnya 2 meter hanya dibuat 130 meter. Cakar ayam yang dibuat tidak sesuai pada gambar dan kegiatan ini diborongkan orang dari luar desa, warga setempat tidak dilibatkan.

“Dari item pekerjaan yang disebutkan pada saat pelaksanaan warga sudah berkali-kali menegur para pekerja dan Pak Kades, soal proyek sumur bor Pansimas dikerjakan tidak sesuai dengan RAB, banyak item pekerjaan dikerjakan kurang volume,” ujar JJ.

Dikatakannya, sumur bor dibangun kedalaman sesuai RAB, supaya air yang dihasilkan bukan  cekungan air tanah yang mengandung kadar zat besi, seharusnya sumur yang dibor mata air sungai dalam tanah, sehingga tidak mengalami kekeringan jika musim kemarau.“Warga kecewa dan tidak puas sumur bor yang dibuat kedalaman 35 meter, sehingga air yang dihasilkan tidak sesuai yang diharapkan, dikhawatirkan nanti tak bisa mengatasi musim kemarau. Apalagi kini teras atau kaki lima tower sudah retak,” jelas warga itu.

Selain itu, Sukria selaku Kades Desa Ciptodadi, Kecamatan Suka Karya, Musirawas, beberapa kali di hubungi  melalui via HP No.082162960xxx tidak diangkat dan SMS tidak dibalas. (hariandialog.com)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Mura Buka Musrenbang RKPD 2024 dan Launching E-Mak

    Wabup Mura Buka Musrenbang RKPD 2024 dan Launching E-Mak

    • calendar_month Kam, 30 Mar 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Badan Perencana Pembangunan Musi Rawas menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2024. Musrenbang RKPD dengan tema “Peningkatan Ketahanan Ekonomi, Stabilitas Keamanan dan Ketertiban Umum” berlangsung di Auditorium Pemkab Mura, secara resmi dibuka Wakil Bupati Musi Rawas Hj. Suwarti, Kamis […]

  • Bupati Sebar Virus Cinta Lingkungan

    • calendar_month Sel, 8 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Sebagai persiapan mengikuti  peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang akan dilaksanakan ditingkat Provinsi Sumatera Selatan pada Bulan Agustus mendatang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas mengadakan berbagai perlombaan, yang dilaksanakan di halaman kantor (DLH) Mura. Lomba yang digelar adalah Lomba Daur Ulang Sampah, Lomba Lukis dan Lomba Photo Lingkungan, tingkat SD,SMP […]

  • Program P3DN Utamakan Produk Lokal Basis Daerah

    • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Dalam rangka Mengawal Pengawasan Percepatan Program Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN) Pemerintah Daerah, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan Rakorwasinbersama seluruh pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Selatan. Rabu, (29/06/2022). Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud turut hadir dalam Rapat yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang. Dengan […]

  • Rencana HPN di Papua, Tepis Tuduhan Benny Wenda

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengakui rencana peringatan Hari Pers Nasional di Papua sebagai langkah menepis isu dan tuduhan tidak benar seputar Papua yang dilontarkan Benny Wenda. “Pihak luar itu berbicara tidak sesuai fakta, ada empat isu yang selalu dibilang. HAM, ketidakadilan, sekitar itu aja,” kata Ketua Umum PWI Atal S Depari, di […]

  • Musi Rawas Jadi Kampung Sepakbola, Hermam Deru Apresiasi Bantu Pembangunan Stadion Rp10 M

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (H2D) memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan (H2G) yang telah ikhlas dan tulus memajukan dunia sepakbola di Musi Rawas. Bukan itu saja, Bupati H2G juga dinilai gubernur sukses menjadikan Musi Rawas sebagai kampung sepakbola pertama di Sumatera Selatan. “Kedepan saya yakin, akan […]

  • Kepentingan Jalan Nasional di OKU Selatan

    • calendar_month Sen, 15 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    PAlEMBANG – Anggota Komisi V DPR Hanna Gayatri mendorong percepatan pembangunan jalan nasional di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) Provisi Sumatera Selatan. Pasalnya, saat ini OKU Selatan merupakan satu-satunya wilayah di Sumsel yang tidak memiliki jalan nasional. Pembangunan jalan nasional ini diajukan oleh Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan […]

expand_less