Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Politik » Pelaksanaan Pilkada Serentak Dipastikan Tahun 2016

Pelaksanaan Pilkada Serentak Dipastikan Tahun 2016

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2015
  • visibility 130

JAKARTA — Ketua Komisi II DPR RI, Rambe Kamarulzaman menegaskan pelaksanaan pilkada sudah dipastikan akan diundur di 2016. Terkait keinginan Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo dan beberapa fraksi yang ingin tetap di 2015 sudah selesai.

"Pelaksanaannya tetap di 2016, bertahap 2016, 2017 dan 2018," kata Rambe pada wartawan, Rabu (4/2).

Politikus Partai Golkar itu menambahkan pemerintah sudah menunjukkan isyarat untuk menyepakati pengunduran pilkada ini. Sedangkan permintaan simulasi oleh PDIP bukan persoalan berat.

"Yang diminta PDIP soal simulasi itu agar tidak ada perpanjangan PLT dan tidak ada pemotongan masa jabatan," ujarnya.

Rencananya DPR akan membahas revisi UU Pilkada ini dengan pemerintah 11 hingga 14 Februari mendatang. Dalam skenario komisi II, pilkada serentak akan dilakukan tahun 2027.

Fraksi PDIP Ngotot Pilkada Dilaksanakan 2015

Meski Panja revisi Undang-Undang Pilkada sudah mengusulkan pelaksanaan Pilkada diundur di awal tahun 2016, namun Fraksi PDI Perjuangan tetap menginginkan Pilkada dilaksanakan tahun ini.

"Sebaiknya perlu dipikirkan untuk yang 2015 tetap dilaksanakan saja, nanti yang lain diatur dengan cara mensinkronkan tahapan pelaksanaannya," kata anggota komisi II dari fraksi PDIP, Arif Wibowo.

Menurutnya pelaksanaan Pilkada ini harus dilihat secara detail tahapannya melalui simulasi. Jangan sampai, ada tahapan pilkada yang bersamaan dengan tahapan pemilu legislatif dan presiden.

Pelaksanaan Pilkada menurutnya membutuhkan persiapan selama 8 bulan, sedangkan dalam UU persiapan untuk Pileg dan Pilpres adalah 1,5 tahun.

Arif mengatakan, fraksi PDIP masih meminta agar pelaksanaan ini disimulasikan secara keseluruhan. Sebab tahapan Pilkada ini bukan hanya soal menghitung tahun atau bulan, tapi harus dihitung secara detail seluruh tahapannya. 

Misalnya jika dilaksanakan di 2018 nanti ada singgungan dengan Pileg dan Pilpres. Harus dilihat seberapa besar singgungan dan bebannya. Jangan sampai saat KPU menentukan daftar pemilih bersamaan dengan verifikasi partai politik. 

"Tahun berapa saja kami tidak masalah tapi harus dilihat dulu tahapannya," kataya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pusat Diminta Tranparan DBH Kelapa Sawit

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PEKANBARU – | Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan, dirinya bersama Gubernur Riau Syamsuar dan Provinsi penghasil kelapa sawit lainnya menginisiasi agar Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit bagi daerah penghasil meningkat dan diterima oleh daerah. Hal itu dikatakan HD saat dibincangi usai Rakor Karhutla di Gedung Daerah (Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau), Sabtu (11/1) sore. […]

  • Bupati Mura Survey Track Untuk Silampari Cycling 2022

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud melakukan Survey Track untuk kegiatan Silampari Cycling 2022, Minggu 7 Agustus 2022 nanti. “Hari ini kita mengecek rute sepeda bersama Tim Oficial dari Jakarta, untuk melihat kesiapan Silampari Cycling 2022, yang akan dilaksanakan pada hari Minggu pagi pada jam 07:00 wib. Ada sekitar tujuh belas […]

  • Kemendagri : Dana Bansos Tak Bisa Dihapus, Tapi Diperbaiki’

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA — Banyak pihak mendesak agar dana bantuan sosial (bansos) dihapuskan. Hal itu untuk menghindari kembalinya penyelewengan dana bansos. Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek mengatakan pihaknya tidak mungkin menghapus dana hibah atau bansos dari anggaran di daerah. “Tidak mungkin kami menghapus dana hibah atau bansos. Karena masyarakat tetap […]

  • Siswi SD di Lahat Ditendang Kepala Sekolah

    • calendar_month Sab, 13 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    LAHAT — Resmita (10) siswa Madrasah Ibtidaiya (MI) AL Ridho Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah Kabupaten Lahat, diduga menjadi korban kekerasan SH selaku kepala sekolah. Ia ditendang di bagian punggung, dan diminta untuk tidak sekolah lagi. Nurmawan (44) orangtua Resmita pun tidak terima, ulah oknum Kepala Sekolah tersebut. Sebab seharusnya ia mengayomi dan melindungi […]

  • Dunia Sepakbola Mura Berduka, Insiden Meninggal Kapten Tim Kelingi FC

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS- Publik sepakbola di Musi Rawas tengah berduka. Kapten Kelingi FC Catur Arbiyanto (23) meninggal dunia setelah mengalami cidera saat timnya bertanding melawan TPK FC, di lapangan B Srikaton Tugumulyo, Rabu (04/04). Catur menghembuskan nafas terakhirnya pagi tadi, Jum’at (06/04) setelah sempat mendapat perawatan intensif di RS Sobirin Musi Rawas selama dua hari. Sebagai bentuk […]

  • PLN Dinilai Mampu Tuntaskan Proyek Listrik 35 Ribu MW

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan PT PLN (Persero) masih mampu untuk menuntaskan proyek pengadaan listrik 35.000 MW, meskipun sejumlah kalangan meragukan kesehatan keuangan perusahaan tersebut. “Jadi wajar juga jika Menteri Keuangan mengingatkan agar PLN dengan proyek yang banyak harus menjaga rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perusahaan,” kata Rini, di Jakarta, […]

expand_less