Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Pertemuan IMF & WB di Bali Tidak Penting Bagi Indonesia

Pertemuan IMF & WB di Bali Tidak Penting Bagi Indonesia

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 29 Sep 2018
  • visibility 79

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritik keras rencana pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) di Nusa Dua, Bali pada 12-14 Oktober 2018 mendatang. Pertemuan tersebut dipandangnya tidak penting bagi Indonesia yang memfasilitasinya sebagai tuan rumah, karena sangat tidak menguntungkan.

“Pembangunan model IMF dan WB adalah kapitalisme, model yang saya kira selalu merugikan kepentingan rakyat dan menguntungkan kepentingan kapital. Pendekatan yang selalu dilakukan pemerintah kita adalah takluk pada kepentingan IMF dan WB. Ini aneh, seakan-akan kita akan mendapat keuntungan besar dari perhelatan itu,” tegas Fadli kepada pers usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk Pembangunan untuk Kepentingan Rakyat VS Pembangunan Neoliberal Model IMF dan WB.

Diskusi yang digelar di ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9/2018), itu menghadirkan pula ekonom Ichsanudin Noorsy, Iqbal Said (KSPI), dan para pemimpin organisasi gerakan sipil lainnya. Fadli mengungkap, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk Annual Meeting IMF dan WB di Bali, lebih dari Rp1 triliun. Pemerintah mengeluarkan dari pos APBN Rp850 miliar, BI dan instansi lain juga ikut menyumbang.

“Ini mubazir dan tidak penting. Jumlah anggarannya besar. Kalau dialihkan ke korban gempa itu jauh lebih bermanfaat. Hasil pertemuan itu pun tidak ada apa-apanya. Lihat saja nanti hasilnya,” tandas Fadli lebih lanjut. Seperti diketahui, pada 1997-1998 Indonesia pernah berutang kepada IMF untuk menerapi krisis moneter waktu itu. Tapi, hasilnya rakyat kian dibuat sengsara dan miskin. Dan Indonesia mestinya tak boleh berutang lagi pada IMF atau WB.

Fadli kemudian mengingat kembali ketika Presiden Joko Widodo berpidato di JHCC Jakarta pada perhelatan Konferensi Asia-Afrika tahun 2015. Waktu itu, Jokowi mengkritik keras PBB, WB, dan IMF sebagai sumber ketidakadilan dunia. Tapi, ironisnya pemerintah hari ini malah mengajukan proposal kepada IMF untuk berutang. Padahal, kebijakan IMF sangat neoliberal dan bertentangan dengan arah kebijakan ekonomi Indonesia.

“Tahun 2015 saya masih ingat di JHCC, pidato Presiden Jokowi waktu Konferensi Asia-Afrika yang isinya mengkritik IMF, WB, dan PBB. Saya terus terang waktu itu tepuk tangan keras. Tapi, saya tidak tahu apakah dia mengerti dengan isi pidatonya. Tapi, kenyataannya cuma sekali itu. Setelah itu, sampai hari ini kebijakan-kebijakannya masih sangat neoliberal dan bahkan membuat IMF dan WB seperti raja,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.

Sekali lagi, Fadli mengingatkan, kebijakan IMF dan WB pasti menguntungkan kaum pemodal besar. Dua Lembaga keuangan dunia ini juga selalu mempromosikan globalisasi. Globalisasi di satu sisi bagus, di sisi lain hanya menguntungkan yang kuat. Yang lemah kian terpuruk. Sementara yang menang adalah mereka yang kuat.

“Menganggap IMF sebagai organisasi penting adalah ketinggalan zaman. Semua negara yang terlibat dengan IMF pasti jatuh, sengsara, dan miskin,” tambahnya. Bahkan, di belahan dunia telah menyuarakan agar IMF dibubarkan saja. Kehadirannya di suatu negara, bukan untuk membantu tapi malah menghancurkan. (mh/mp–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi Penerimaan Anggota KPU Lubuklinggau Tidak Transfaran?

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Seleksi Penerimaan Anggota KPU Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, diduga kurang transparan dalam dalam pengelolaan administrasi. Ketua PPK Kecamatan Lubuklinggau Barat II Kota Lubuklinggau, Evrie Antonius meminta kepada Timsel KPU Kota/Kab untuk tranparansi dalam penilaian skor administrasi. “Saya menduga dalam seleksi administrasi tidak ada transparansi, baik dari kriteria seperti apa untuk bisa lulus ke […]

  • Olahraga Bersama, Jokowi dan Airlangga Hartarto Bicara Motor hingga Cawapres

    • calendar_month Sab, 24 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Presiden Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto olahraga bersama di sekitar Istana Bogor pada Sabtu, 24 Maret 2018. Keduanya mulai berjalan kaki sekitar pukul 08.00 WIB. “Iya pagi ini saya jogging dengan Pak Airlangga biar sehat,” kata Presiden. Cuaca kota Bogor yang sedikit mendung pagi itu tidak menyurutkan keduanya untuk berolahraga bersama. Presiden Jokowi […]

  • Seleksi KPPS Jawa Kanan SS Dinilai Janggal, Peserta Protes Keras

    Seleksi KPPS Jawa Kanan SS Dinilai Janggal, Peserta Protes Keras

    • calendar_month Sen, 1 Jan 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Jawa Kanan SS Kota Lubuklinggau mendapat protes keras dari calon peserta KPPS, Farras Arifahhana. Pasalnya, terdapat kejanggalan dari pengumuman penetapan calon terpilih KPPS. Pengumumkan hasil seleksi calon anggota (KPPS) yang terpilih untuk mengisi di 12 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan nomor : 44/PP.04.1-PU/1673.05.1002/2023 tentang hasil seleksi calon anggota […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp24,-/kg – Senin 13 September 2021

    • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 13 SEPTEMBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 19.118,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 13.383,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 11.471,-/kg 4. KKK 50% dibeli Rp 9.559,-/kg 5. KKK 40% dibeli Rp 7.547,-/kg Harga hari ini NAIK Rp 24,-/kg dari harga pada […]

  • Anggaran Pilkada Mura Lebih Rendah dari Pali

    Anggaran Pilkada Mura Lebih Rendah dari Pali

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    * Muratara Rp 20 Milyar MUSI RAWAS,Jurnalindependen.com — Anggaran pemilihan umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang disyahkan Rp 16,5 Milyar. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan anggaran pilkada Kabupaten PALI yang mencapai Rp 25 Milyar. Dengan anggaran itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) sedikit meradang. Mereka […]

  • 4.390 Peket Sembako Murah Tersalurkan

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Setidaknya dari 20 Ribu paket sembako disiapkan, sudah sekitar 4. 390 Paket Sembako Murah telah tersalurkan ke warga kurang mampu, berada di tiga kecamatan. Demikian disampaikan, Kepala Disperindag Mura, Hj Nurhasanah Yoesef ketika dibincangi Pelembang Ekspres usai meninjau kegiatan Operasi Pasar (OP) Sembako berlasung di Kantor kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK). Jum’at (10/5) […]

expand_less