Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » Nilai-nilai Islam Ada Dalam Konstitusi Indonesia

Nilai-nilai Islam Ada Dalam Konstitusi Indonesia

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
  • visibility 33

KETUA MK Anwar Usman memberikan materi mengenai Hukum Acara Pengujian Undang-Undang (PUU) dan Transformasi Nilai-Nilai Hukum Islam dalam Perkara PUU pada acara rangkaian acara Gebyar Pekan Hukum Syariah di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang (26/10).

Dalam acara tersebut, Anwar mengatakan bahwa sejarah pemikiran lahirnya MK itu bermula adanya kasus Marbury versus Madison pada 1903. Dalam kasus tersebut, terjadi  pembatalan ketentuan yang berkaitan dengan pengangkatan hakim (Judiciary Act 1789). Selain itu, hal tersebut juga menjadi dasar kewenangan judicial review Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Lain halnya dengan judicial review, keberadaan Mahkamah Konstitusi (MK) sendiri secara teoritis baru diperkenalkan oleh pakar hukum kenamaan asal Austria, Hans Kelsen (1881-1973). Kelsen menyatakan bahwa pelaksanaan aturan konstitusional tentang legislasi dapat secara efektif dijamin hanya jika suatu organ selain badan legislatif diberikan tugas untuk menguji apakah suatu produk hukum itu konstitusional atau tidak, dan tidak memberlakukannya jika menurut organ ini produk badan legislatif tersebut tidak konstitusional.

Untuk kepentingan tersebut, dapat diadakan organ khusus seperti pengadilan khusus yang disebut MK (Constitutional Court), atau pengawasan konstitusionalitas undang-undang (judicial review) dapat juga diberikan kepada pengadilan biasa, khususnya Mahkamah Agung (MA).

Ide Hans Kelsen mengenai pengujian undang-undang di atas sejalan dengan gagasan yang pernah dikemukakan Muhammad Yamin dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Yamin mengusulkan seharusnya Balai Agung (Mahkamah Agung) diberi wewenang untuk “membanding” undang-undang. Namun usulan Muhammad Yamin ini disanggah oleh Soepomo dengan alasan bahwa konsep dasar yang dianut dalam UUD yang tengah disusun bukan konsep pemisahan kekuasaan (separation of power) melainkan konsep pembagian kekuasaan (distribution of power). Selain itu, tugas hakim adalah menerapkan undang-undang, bukan menguji undang-undang. Kemudian, kewenangan hakim untuk melakukan pengujian undang-undang bertentangan dengan konsep supremasi Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dan sebagai negara yang baru merdeka belum memiliki ahli-ahli mengenai hal tersebut serta pengalaman mengenai judicial review. Akhirnya, ide pengujian konstitusionalitas undang-undang yang diusulkan oleh Yamin tersebut tidak diadopsi dalam UUD 1945.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan bahwa nilai-nilai Islam sudah banyak terserap dalam penetapan konstitusi. Walaupun, Indonesia bukan negara Islam. “Contohnya saja di sila pertama Pancasila, tentu sama dengan yang tertulis dalam ayat pertama Al Ikhlas,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Anwar, penyebutan nama Tuhan dalam pembukaan UUD 1945 juga merupakan bukti bahwa Indonesia menempatkan Tuhan di jajaran teratas. Di beberapa pasal undang-undang pun, nama Tuhan menjadi dasar. “Tentu karena Allah adalah Dzat yang kita sembah dan imani,” tegasnya.

Anwar juga menjelaskan, pengujian undang-undang terkait hukum islam juga pernah dilaksanakan oleh MK. Menurutnya, MK pernah memutus 18 perkara permohonan mengenai hal tersebut. Salah satunya mengenai uji UU perkawinan. Pada putusan tersebut, MK mengutip surat Ar-Rum ayat 21, Surat An-Nisaa ayat 1,  Surat An-Nisaa ayat 3, Surat An-Nisaa ayat 29 sebagai dasar pertimbangan mengenai penertiban poligami secara gradual dalam ajaran Islam yang bertujuan agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kesewenang-wenangan laki-laki dan dalam rangka menjaga martabat kaum perempuan.

Sebagai alumni universitas Islam, ia berharap agar nantinya, banyak alumni dari universitas Islam yang memiliki peran penting di negara. Dengan begitu, akan semakin banyak muslim yang bisa berjuang dengan ilmu dan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai Islamnya. (Utami/LA–MK)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Instruksi Presiden Persiapkan Ramadhan dan Idul Fitri Semakin Baik

    • calendar_month Kam, 5 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan jajaran Kabinet Kerja untuk mempersiapkan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1439 H. Instruksi tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas yang secara khusus membahas persiapan menghadapi bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri tahun ini. “Walaupun ini sudah rutin kita lakukan, tetapi sekali lagi saya minta […]

  • Terkait STQH, Penyidik Polres Mura Periksa Kabag Kesra Muratara

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Kepolisian Resort (Polres) Musi Rawas (Mura) kembali unjuk gigi mengulang prestasi di tahun 2014. Ditahun 2019, Tipikor Polres Mura kembali mencoba mengungkap kasus dugaan penyimpangan pada kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQ-H) yang menelan anggaran lebih dari 7 Milyar. Senin (5/8). Berdasar laporan dari […]

  • Bupati Sambangi Anggota Paskibraka STL Ulu Terawas

    • calendar_month Jum, 10 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan STL Ulu Terawas mendapat surprise pada saat melaksanakan latihan di halaman Distrik Agropolitan Simpang Terawas, pasalnya Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan hadir ditengah-tengah mereka dan memberikan semangat serta bimbingan. Bupati hadir di tengah-tengah anak-anak paskibraka kecamatan ini, usai melaksanakan Safari Jumat di Masjid Gunawan 165 […]

  • Bupati : Keterbukaan Informasi Kunci Kemajuan Daerah

    • calendar_month Kam, 19 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Salah satu kunci pembangunan daerah yakni bagaimana Pemerintahan dapat mengelola dan menyampaikan informasi kepada public, sehingga tidak terjadi kesalahan informasi yang akhirnya akan berpengaruh pada persepsi dan dukungan publik kepada pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Hal ini diungkapkan Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan sebelum membuka secara resmi acara sosialisasi Tugas dan […]

  • Bupati OKU Persoalkan Wilayah Operasional PT PGE

    Bupati OKU Persoalkan Wilayah Operasional PT PGE

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu Kuryana Azis mempersoalkan keberadaan operasional PT Pertamina Geothermal Energy, karena wilayah operasioalnya terletak di dua kabupaten yakni di OKU dan Muara Enim, Sumatera Selatan. “Oleh karena itu sudah kita jelaskan dengan memanggil pihak PT Pertamina Geotghermal Energi (PT PGE) bahwa sumur migas perusahaan tersebut lebih banyak di wilayah Ogan […]

  • Dana Desa Tahun 2020 Jadi Rp 75 Triliun

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Pemerintah memutuskan menaikkan alokasi anggaran dana desa menjadi Rp 75 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Alokasi dana desa untuk 2020 naik 7,14 persen dibandingkan alokasi pada tahun ini sebesar Rp 70 triliun. Kenaikan anggaran dana desa memang direncanakan akan dilakukan setiap tahun hingga 2024 mendatang. Sesuai dengan […]

expand_less