Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Perlu Semangat Reformasi untuk Indonesia Antikorupsi

Perlu Semangat Reformasi untuk Indonesia Antikorupsi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 2 Jul 2018
  • visibility 103

JAKARTA – Reformasi yang dilakukan oleh para aktivis mahasiswa untuk memperbaiki tatanan demokrasi, hukum, dan persoalan kebangsaan Indonesia, telah berlalu 20 tahun silam. Peringatan ini penting untuk diperhatikan dan camkan, karena setiap masa dan zaman, selalu memiliki tantangan dan ujiannya masing-masing. Hari ini kehidupan demokrasi dan kebebasan pers tumbuh subur sesuai dengan harapan reformasi pada waktu itu.

Demikian disampaikan oleh Ketua MK Anwar Usman dalam pra-munas LEMHI di Universitas Mataram pada Jumat (29/6). Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Semangat 20 Tahun Reformasi untuk  Indonesia Antikorupsi” tersebut, Anwar menyampaikan makalah di hadapan jajaran akademisi dan para mahasiswa Universitas Mataram.

Dalam pemaparannya, Anwar juga menyebut adanya tantangan lain yang muncul, yaitu maraknya pemberitaan tentang praktik korupsi yang mendominasi kehidupan kebangsaan saat ini. “Pemberitaan yang begitu marak tentang praktik korupsi, seolah tidak lagi memberi harapan kepada kita untuk membangun dan mensejahterakan rakyat sesuai cita-cita konstitusi dan pendiri negara,” jelasnya dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tersebut.

Anwar menyebutkan beberapa cara untuk mencegah upaya perilaku korupsi meluas. Salah satunya dengan melakukan penguatan kelembagaan partai politik. Apalagi, lanjutnya, partai politik adalah pilar demokrasi dan penyumbang utama calon pemimpin bangsa. Sehingga dengan demikian, peran partai politik sangat signifikan sebagai salah satu elemen untuk menciptakan upaya preventif perilaku korupsi di masa yang akan datang. Menurutnya, penguatan kelembagaan partai politik tersebut, setidaknya dapat dilakukan dengan dua cara, pertama rekrutmen dan pembekalan bagi kader partai yang akan menduduki jabatan-jabatan publik di berbagai lembaga negara, dan kedua penguatan dukungan dan pengelolaan keuangan partai politik.

Di akhir pemaparannya, Anwar menyebut terlepas dari ikhtiar untuk mengurai benang kusut korupsi dan mencari solusi, pada akhirnya semua hal tersebut akan kembali kepada diri masing-masing. “Saya percaya dan meyakini, bahwa di lubuk sanubari kita masing-masing tentu tidak setuju dengan perilaku korupsi. Apalagi sebagai umat beragama, tentulah tidak ada satupun dalil yang membenarkan dan mengajarkan kita untuk berbuat korupsi. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua, untuk kembali kepada hati sanubari kita, bahwa perilaku korupsi bukan cerminan diri kita sebagai anak bangsa,” tandasnya. (Hendy/LA–MK)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OP Bulog Bantu Warga Palembang

    • calendar_month Sab, 16 Des 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Warga Palembang merasa sangat terbantu dengan adanya operasi pasar beras yang dilakukan Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung di sejumlah pasar, karena harganya jauh lebih murah. Salah seorang warga, Sri di Palembang, Sabtu mengatakan, kalau harga berasnya lebih murah bila dibandingkan dengan yang dijual di pasaran. Menurut dia, harga beras hanya […]

  • Bupati Resmikan Renovasi Asrama IKPM Silampari Jogjakarta

    • calendar_month Sen, 24 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Jogjakarta – Sebagai bentuk dukungan dan perhatian kepada Pelajar dan Mahasiswa asal Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara yang menimba ilmu di Jogjakarta, Sabtu (22/12/2018) Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan meresmikan renovasi Asrama Silampari Jogjakarta yang ditandai dengan pembacan surah Yasin, doa dan penandatangan prestasti. Bupati pada kesempatan itu mengungkapkan Renovasi asrama silampai yang dikelola […]

  • Disdukcapil Mura Utamakan Pelayanan KTP-KK dengan SOP

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Guna meningkatkan efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas dalam pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menerapkan Standar Operasi Prosedur (SOP). Kepala Disdukcapil Kabupaten Mura, H Rudi Irawan melalui Sekretarisnya, Y Mori kepada Jurnalindependen.com, Jum’at (06/02/2015) dikantornya menyampaikan bahwa penerapan SOP untuk […]

  • Pemda Diminta Akui Hak Masyarakat Adat Melalui Perda

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI – | Komisi IV DPR RI minta pemerintah daerah (pemda) perhatian kepada masyarakat adat terutama membuat Peraturan Daerah tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat. “Salah satu yang menjadi prasyarat untuk mengakui kehadiran masyarakat adat di area konservasi atau pun area lindung atau area kawasan hutan, adalah pemerintah daerah harus membuat peraturan daerah,” […]

  • Bupati Mura Sanjung Guru Orang Mulia Setelah Orang Tua

    • calendar_month Sel, 14 Jun 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menyerahkan Surat Keputusan (SK), pengangkatan 295 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru Tahap II, di Auditorium Pemkab Mura, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (14/06/2022). Bupati berpesan kepada PPPK agar dapat bekerja dengan baik, profesional, berdedikasi, cerdas dan bawa nama baik Kabupaten Mura, untuk mewujudkan […]

  • Soal Terorisme, Presiden : Tindakan Preventif Lebih Penting dari Represif

    • calendar_month Jum, 18 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah terorisme, tindakan preventif jauh lebih penting dibandingkan langkah-langkah represif. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya saat berbuka puasa bersama pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Kerja, tokoh agama Islam, dan tokoh-tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018. “Langkah-langkah preventif yang paling baik adalah bagaimana […]

expand_less