Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » MPK Lapor Dugaan Korupsi Dinkes Mura Ke Polda dan Kejati Sumsel

MPK Lapor Dugaan Korupsi Dinkes Mura Ke Polda dan Kejati Sumsel

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 8 Agu 2015
  • visibility 105

MUSIRAWAS — Akhirnya secara resmi, belum lama ini, Toding Sugara selaku Koordinator Masyarakat Pemantau Korupsi (MPK) yang ada di daerah ini, melaporkan dugaan korupsi kegiatan yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, melalui surat bernomor 015/MPK/MURA/2015, yang ditujukan kepada pihak Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel), yang ditembuskan ke berbagai awak media baik lokal, regional maupun nasional.

“Kita berharap agar laporan yang kita buat ini, dapat segera ditindaklanjuti  dari pihak Polda maupun Kejati. Karena selama ini adanya rumor yang berkembang yang menyatakan oknum pejabat Dinkes Musi Rawas tidak bakal terjamah hukum alias kebal hukum,” ujar Toding seraya menyayangkan dan cukup prihatin melihat kondisi seperti ini.

Masih menurut Toding, berbagai tudingan miring terhadap citra penegak hukum yang ada didaerah ini, kerap kali terdengar dan jauh sebelum adanya laporan yang dibuat MPK, karena masalah ini sebelumnya sudah pernah dilaporkan pula oleh elemen masyarakat anti korupsi yang lainnya.

Akan tetapi, nyatanya hasilnya nol besar dan hingga kini laporan terhadap kasus tersebut jalan ditempat, karena ulah oknum pejabat dinkes yang terbilang piawai meredam masalah ini sehingga akhirnya tidak muncul ke ruang publik.

“Kita percaya, andai saja pihak aparat penegak hukum mau dan serius mengusutnya, mungkin sudah banyak yang sudah jadi tersangka, karena diketahui selama ini, ternyata Dinkes Musi Rawas kurang mendapat pengawasan secara ekstra, baik dari pihak internal maupun eksternal,” ungkapnya.

Bahkan, sebut dia, berdasarkan analisa data yang ada terutama berkaitan dengan kegiatan yang dilaporkan ini, pihak dinkes sendiri terkesan banyaklah tidak mengedepankan azas manfaat, azas transparansi dan akuntabel.

“Kita sering kali dengar adanya berbagai lontaran dan nada sindiran yang menyatakan oknum pejabat dinkes “Super PEDE, dan mungkin jadi “besar kepala” karena setiap laporan yang masuk ke pihak aparat penegak hukum bersentuhan dengan Dinkes Musi Rawas tidak ada cerita mengenai kejelasannya. “Benar atau enggak kita lihat saja nanti perkembangan,” ungkapnya.

Berikut ini beberapa dugaan study kasus korupsi yang dilaporkan MPK terhadap di Dinas Kesehatan Musi Rawas, meliputi Kegiatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2014 lalu.

Diduga oknum pejabat itu memotong dana tersebut sebesar 20 persen, yang jumlah dana kegiatan sebesar Rp 6.667.026.000. Selanjutnya dugaan masalah penggelembungan (mark up) dana, biaya makan harian pegawai Dinkes Musi Rawas sebesar Rp 218.400.000.

Kemudian menyangkut masalah kegiatan dana SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) yang dikalkulasikan menguras dana sebesar Rp 2.500.000.000, tertera dalam data seolah-olah pegawai yang dimaksud tersebut sudah melakukan perjalanan dinas, padahal yang bersangkutan masuk kerja sehingga bertolak belakang dengan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) yang sudah dibayar, sebab sangat mungkin dalam suatu kegiatan ada oknum pegawai berangkat adalah orang yang sama, hal ini mengarah indikasi terhadap dugaan SPJ fikif yang seolah-olah pegawai ini sudah melakukan perjalanan dinas.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Musi Rawas dr Tjahyo Koentjoro sampai berita ini naik cetak, dan beberapa kali ditemui di kantornya pekan lalu, selalu tidak ada di tempat. Menurut keterangan salah seorang pegawainya disana mengatakan, Kadinkes sedang dinas luar.@gus–HarianJayaPos

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana ‘Serasi’ Sumsel Disorot DPR

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Nasyit Umar menyoroti dana biaya program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yang dikucurkan ke Kelompok Tani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp 4,3 juta per hektare. Berarti, sambung Nasyit, jikalau dana tersebut dikalikan dengan areal yang akan digali seluas 200.000 hektare maka total biaya anggaran […]

  • Gubernur Minta Dana CSR Tepat Sasaran Untuk Kepentingan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 8 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru minta kepada perusahaan yang ada di Sumsel dalam menyalurkan program CSR agar tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat guna menghidupkan perekonomian masyarakat. Permintaan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri perayaan HUT ke-6 Forum CSR Kesos Sumsel dan HUT ke-1 CSR Millenials Kesejahteraan Sosial Sumsel degan tema […]

  • Bendera dan Simbol Israel Seolah Tak Asing di Tolikara

    Bendera dan Simbol Israel Seolah Tak Asing di Tolikara

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    TOLIKARA — Bendera dan simbol Israel terlihat begitu tiba di Kabupaten Tolikara, Papua. Simbol Bintang David itu seolah tak asing bagi masyarakatnya. Pantauan wartawan, begitu tiba di Jayapura simbol itu terlihat dari sebuah pin yang dikenakan salah satu jamaah Gereja Injil Di Indonesia (GIDI), saat menyambangi kantor GIDI Jayapura. Selain di Jayapura, logo negara zionis […]

  • Inilah ‘Hak Ganggu’ DPR

    • calendar_month Sen, 8 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah mengatakan, selain ada tiga hak yakni angket, interpelasi dan budget yang diamanatkan dalam UUD dan konstitusi, ada pula hak yang kerap digunakan oleh para Anggota DPR RI, yakni “Hak Ganggu”. Hal itu ditegaskan Fahri saat menjadi Keynote Speakerdalam Seminar Nasional Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dengan […]

  • Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Melampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kam, 2 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin hadir sebagai narasumber untuk memaparkan kemajuan pertumbuhan ekonomi yang ada di Sumatera Selatan dalam acara Forum Ekonomi Indonesia (Indonesia Economic Forum/IEF) dan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel pada Kuartal I 2018 tumbuh 5,89%, jauh diatas pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,06%. Palembang Ekonomi Forum 2018 diselenggarakan dengan mengusung […]

  • Instruksi Gubernur Tetap Waspada, Cegah Karhutla

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menginstruksikan para kepala daerah dan pihak terkait di Sumsel  untuk tetap waspada dan terus sigap  dalam  penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ini penting dilakukan agar jangan  sampai kejadian kebakaran parah yang terjadi di tahun 2015 terulang kembali. “Instruksi Presiden hari ini dalam pengendalian karhutla […]

expand_less