Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Dana ‘Serasi’ Sumsel Disorot DPR

Dana ‘Serasi’ Sumsel Disorot DPR

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
  • visibility 106

PALEMBANG – | Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Nasyit Umar menyoroti dana biaya program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yang dikucurkan ke Kelompok Tani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp 4,3 juta per hektare. Berarti, sambung Nasyit, jikalau dana tersebut dikalikan dengan areal yang akan digali seluas 200.000 hektare maka total biaya anggaran yang dibutuhkan dapat mencapai sebesar Rp 860 Miliar.

Nasyit menyayangkan, jika program tersebut sampai tidak berjalan efektif maka dikhawatirkan terjadi pemborosan uang negara. Demikian diungkapkan Nasyit, usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dan jajaran instansi terkait lainnya di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Sumsel, Senin (29/7/2019).

“Biaya program SERASI yang dikucurkan ke Kelompok Tani di Sumsel ini per 1 hektarnya adalah Rp 4,3 juta. Hal itu berarti, dengan rencana pengerjaan seluas area 200.000 hektar dikalikan Rp 4,3 juta totalnya mencapai Rp 860 miliar. Jika sampai program ini tidak berjalan efektif maka ini adalah suatu bentuk pemborosan uang negara,” tegas Nasyit.

Selain itu, legislator Fraksi Partai Demokrat ini menyatakan bahwa dana program SERASI yang disiapkan untuk membantu Kelompok Tani tersebut seharusnya berdasarkan kebutuhan lapangan dan tidak semua area harus digali. Nasyit mempertanyakan, pihak mana yang akan mengontrol dana tersebut ketika dana bantuan yang diberikan sangat besar jumlahnya sementara kebutuhan di lapangan hanya sedikit.

“Seharusnya, dana bantuan program SERASI yang disiapkan itu berdasarkan kebutuhan lapangan dan tidak semua itu harus digali. Ini kontrol saja, karena jangan sampai Kelompok Tani diperiksa. Mereka diberikan bantuan dana besar sementara dana yang digunakan di lapangan hanya sedikit tidak sesuai dengan dana yang tersedia. Lantas, siapa yang mau kontrol,” tandas legislator dapil Sulawesi Selatan II itu.

Pada kesempatan yang sama, Nasyit juga menyoroti sistem pengerjaan galian dalam program SERASI ini. Nasyit mengingatkan, jangan sampai tidak ada yang mengontrol dalam pengerjaan penggalian oleh Kelompok Tani tersebut. Sebab, jika sampai terjadi kelewatan dalam penggalian, Nasyit mengungkapkan hal itu akan berdampak buruk karena pirit yang merupakan zat kimia yang berpotensi merusak tanaman.

“Kemudian, mengenai sistem penggalian, jangan sampai kelompok tani yang melakukan pengerjaan galian ini kelewatan dalam menggali. Sebab, jika itu terjadi maka akan berdampak buruk. Apalagi, jika sampai penggalian itu tidak terkontrol sehingga terlalu dalam menggali itu membuat zat piritnya naik. Pirit yang naik itu berbahaya bagi tamanan sebab pirit adalah zat kimia. Sistem penggalian oleh Kelompok Tani dalam program SERASI ini harus benar-benar terkontrol,” tutup Nasyit. | pun/sf- –DPRRI

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup : Investor Tidak Ada HGU, Kami Usir

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Disinyalir ada perusahaan di Kabupaten Musirawas dari tahun 2010 hingga sekarang tidak miliki HGU, hal ini ditanggapi Wakil Bupati Musirawas, Hj Suwarti bahwa pihaknya akan mengusir perusahaan tersebut karena telah merugikan pemda dan masyarakat. “Perusahaan tersebut masih dalam proses pengurusan HGU,” kata Suwarti usai Sosialisasi PT Dapo Agro Makmur dan beberapa perusahaan […]

  • Menunggu Kinerja PPID Secara Nyata

    • calendar_month Sel, 3 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.co.id – Keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan sangat diperlukan agar masyarakat dapat berperan aktif mendukung dan berpartisifasi. Sejak digulirkan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik hingga kini tuntutan masyarakat atas informasi apalagi tentang penyelenggara pemerintahan semakin deras, tanpa terkecuali di Kabupaten Musi Rawas. Hal ini di sampaikan Ketua Yayasan PUCUK, Efendi […]

  • Harga Emas UBS Antam Hari Ini, 5 April 2023

    Harga Emas UBS Antam Hari Ini, 5 April 2023

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Satuan Harga Antam Harga UBS 0.5 Rp 610.000 Rp 568.000 1.0 Rp 1.116.000 Rp 1.064.000 2.0 Rp 2.168.000 Rp 2.112.000 Baca : Harga Emas UBS Antam Hari Ini, 3 April 2023 3.0 Rp 3.226.000 Rp 0 5.0 Rp 5.341.000 Rp 5.219.000 10.0 Rp 10.624.000 Rp 10.382.000 25.0 Rp 26.427.000 Rp 25.902.000 50.0 Rp 52.771.000 Rp […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp 88,-/kg Kamis 7 Oktober 2021

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 7 OKTOBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 20.312,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 14.218,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 12.187,-/kg Baca : Harga Emas Hari ini, UBS dan Antam Semakin Turun, 7 Oktober 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 10.156,-/kg 5. […]

  • Bupati H2G Tinjau Penyaluran BPNT dan Pasang Stiker di Rumah KPM Tuah Negeri

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Bupati Musi H Hendra Gunawan (H2G) meninjau langsung proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berlangsung di gedung serba guna kantor Kecamatan Tuah Negeri, Rabu (10/7). Selain meninjau penyaluran bantuan, bupati menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara simbolis kepada penerima bantuan. Kemudian didampingi Kadis Sosial Agus Susanto, Camat Tuah Negeri Cristiandi, […]

  • LSM PPD Minta Mabes POLRI Usut Tuntas Kasus Dugaan Suap Tes CPNS

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Terkait kasus Dugaan suap tes CPNS Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Ketua LSM PPD (Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Pembangunan Daerah), Muawiyah mengungkapkan bahwa sangat menyayangkan atas ditetapkannya hanya HJ dan AHR sebagai tersangka karena kita perlu tahu darimana HJ bisa Mendapatkan Uang sebanyak 1,9 Milyar yang diberikan kepada AHR kemudian diberikan […]

expand_less