Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Politik » Mekanisme Pencegahan Harus Lebih Dikedepankan Dibanding Penindakan

Mekanisme Pencegahan Harus Lebih Dikedepankan Dibanding Penindakan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 16 Sep 2017
  • visibility 117

JAKARTA – Anggota tim kunjungan kerja Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengatakan, Operasi Tangkap Tangan atau OTT yang kerap dilakukan oleh KPK merupakan diksi hukum yang mempunyai definisi sangat jelas terkait tugas pokok, fungsi dan kewenangan KPK. Akan tetapi, menjadi tidak elok jika OTT dilakukan bukan berdasarkan posisi tertangkap tangan melainkan dijebak atau sudah dikondisikan lebih dulu pelaku OTTnya.

” Memang kita juga sempat memberikan analisa secara kritis. Kenapa KPK cenderung melakukan OTT dengan basis yang namanya penyadapan pendahuluan. Yang ingin kita sampaikan dan sudah mencermati, dengan melakukan perbandingan di beberapa negara kalau dalam konteks melakukan fungsi pencegahan tindak pidana korupsi, melakukan fungsi supervisi, kita juga mengharapkan ada suatu kesepahaman bahwa OTT itu betul-betul OTT. Artinya. , yang bersangkutan dalam posisi tertangkap tangan, bukan dikondisikan dan bahasa kasarnya bukan dijebak,” kata politisi Partai PDI Perjuangan.

Lebih lanjut Arteria menambahkan, situasi yang ada saat ini yang telah dihimpun sebagai dokumen bukti dan sudah terkonfirmasi melalui laboratorium forensik Mabes Polri ternyata kejadian tersebut bukan OTT menurut hukum. Yang ada adalah penjebakan dan hal tersebut telah kita haramkan.

Hal itu diungkapkan Arteria saat mengikuti rapat dengar pendapat Komisi IIII DPR RI dengan Kapolda Kalsel dan jajaran aparat penegak hukum Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (14/9/17) di ruang Mapolda Kalsel.

Ditemui pada forum yang sama, seorang akademisi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Syaifuddin memberi masukannya kepada Anggota Tim Kunjungan Komisi III Kalsel. 

Menurut Syaifuddin, jika dilihat sebenarnya terkait evaluasi penegakan hukum atau khususnya penegakan pemberantasan korupsi di Indonesia, yang menjadi catatan penting adalah Indonesia lebih mengedepankan aspek penindakan daripada pencegahan.

” Semuanya, tidak hanya di KPK, tetapi juga di Kejaksaan dan Kepolisian juga. Hasilnya memang kita melihat gaung penindakan itu memang besar, tetapi tidak pernah terpikirkan oleh kita tujuan sebenarnya adalah menekan angka korupsi ke dalam suatu batas yang paling minimal, sehingga nanti korupsi ini korupsi itu menjadi kecil. Itu sebenarnya tujuan penegakan hukum kita,” tegasnya.

Lebihl anjut Syaifuddin mengatakan, oleh karenanya orientasinya sebenarnya bukan pada penindakan tapi pada pencegahan. Makin besar penindakan dan kita merasa bangga berhasil kita menangkap sedemikian orang. Sebenarnya itu adalah menunjukkan kegagalan kita sendiri dalam memberantas korupsi di Indonesia. 

” Kita ingin ada usaha harus lebih,. Jadi gaung dan seluruh sumber daya kita diarahkan kepada pencegahan ini, agar memang angka korupsi itu kecil. Jadi ukuran keberhasilan Polda, Kejaksaan, bukan berapa  banyak dia menangkap orang karena korupsi, tetapi menekan angka korupsi itu. Begitu juga KPK, semakin lama bisa semakin membina agar tidak terjadi korupsi. Harapan kami penegakan hukum berarah kepada pencegahan bukan kepada penindakan,” tutup Syaifuddin.  (ndy,mp–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Ramadan, Presiden Jokowi Ajak Umat Jaga Toleransi dan Kerukunan

    • calendar_month Kam, 17 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo mengajak seluruh umat muslim untuk menyambut dan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan 1439 Hijriah ini dengan hati yang damai dan mengedepankan rasa saling menghormati. “Mari kita menjalankan ibadah puasa ini dengan hati yang damai, hati yang bersih, serta saling menghormati di antara kita agar makna ibadah puasa yang diajarkan oleh Rasulullah […]

  • Bupati Panen Calon Benih Padi Unggul Varietas Muratan 1 dan Muratan 4

    • calendar_month Sel, 15 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Ratna Machmud melakukan Panen Calon Benih NS dan BS padi unggul Varietas Dayang Muratan 1 dan Muratan 4. Dengan pengembangan teknologi ini, diharapkan, padi unggul lokal semakin meningkat mutu maupun hasilnya dan bisa membantu kesejahteraan masyarakat terutama petani. Bupati Ratna Machmud mengatakan, padi dayang rindu ini […]

  • Persoalan Anggaran Pilkada Turut Sandera Psikis Penyelenggara

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah  Daerah (Pemda) diminta untuk segera menyelesaikan persoalan anggaran Pilkada yang belum rampung hingga hari ini. Hal ini karena persoalan anggaran berpotensi mengganggu jalannya pelaksanaan Pilkada hingga hari pemungutan nanti. “Pemda harusnya membereskan ini, untuk menyukseskan Pemilu, bukan malah menghambat,” ujar Deputi Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto, Jumat (13/11). Ia […]

  • Pemkab Mura Sosialisasi Pelayanan Perizinan/Non Perizinan

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas melakukan Sosialisasi dan publikasi pelayanan perizinan dan non perizinan, Kamis (04/10) di Meeting Room Hotel Burza Lubuklinggau. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Musi Rawas, Yudi Fachriansyah menyampaikan dalam sambutannya, sosialisasi dimaksud untuk mengaktifkan pelayanan di tengah masyarakat. Salah satu indikasi keberhasilan […]

  • Kades Benarkan Keterangan Satlak Soal Proyek Pamsimas

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Musirawas – Proyek Pamsimas anggaran Rp. 380 Juta APBN 2017, di Desa Ciptodadi,Kecamatan Sukakarya, Musirawas, Sumatera Selatan, diduga proyek konspirasi (persekongkolan), dimana Bendahara kegiatan Pamsismas di Desa itu anak Pak Kades. Hal ini diakui Sukria Kades Desa Ciptodadi (11/12/2017), dirumah makan Solo, Muara Beliti. “Apa jadi masalah jika anak saya jadi bendahara proyek pamsimas, menurutnya diperbolehkan dan tidak ada masalah, soal aturan dan […]

  • Menuju Porprov Sumsel XV, Atlit dan Pelatih di KONI Lubuk Linggau Pesimis dan Keluhkan Kesejahteraan

    Menuju Porprov Sumsel XV, Atlit dan Pelatih di KONI Lubuk Linggau Pesimis dan Keluhkan Kesejahteraan

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 4.620
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU, Jurnalindependen.com – Berbagai persiapan dilakukan KONI Lubuk Linggau Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin ke XV, 18-31 Oktober 2025 nanti. Namun terdengar keluhan dari atlit dan pelatih di KONI Lubuk Linggau mengenai kesejahteraan sehingga merasa pesimis untuk meraih juara. “Kami merasa kecewa kepada Ketua KONI Lubuk Linggau sebelum […]

expand_less