Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kades Benarkan Keterangan Satlak Soal Proyek Pamsimas

Kades Benarkan Keterangan Satlak Soal Proyek Pamsimas

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 12 Des 2017
  • visibility 89

Musirawas – Proyek Pamsimas anggaran Rp. 380 Juta APBN 2017, di Desa Ciptodadi,Kecamatan Sukakarya, Musirawas, Sumatera Selatan, diduga proyek konspirasi (persekongkolan), dimana Bendahara kegiatan Pamsismas di Desa itu anak Pak Kades. Hal ini diakui Sukria Kades Desa Ciptodadi (11/12/2017), dirumah makan Solo, Muara Beliti.

Apa jadi masalah jika anak saya jadi bendahara proyek pamsimas, menurutnya diperbolehkan dan tidak ada masalah, soal aturan dan apa dasarnya saya kurang tahu. Jadi benar kegiatan pamsimas di Desa Ciptodadi bendaharanya anak saya”, Akui Kades.

Lebih lanjut, Sukria membantah soal proyek pamsimas di desa kami dikerjakan kurang volume, karena sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur, artinya tidak ada masalah. Kemudian, yang buat laporan SPJ ada pihak desa dan ada dari pihak Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan.

“Ya benar soal laporan SPJ yang disampaikan Cokro Satuan Pelaksana (Saklak), didamping Kelompok Kerja Masyarakat dibuat sebagian dari Desa dan sebagian pihak Dinas PU ”,ungkapnya.

Selain itu, Cokro selaku Satuan Pelaksana (Satlak) didampingi Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Pamsimas, Desa Ciptodadi, (6/12/2017), membantah bahwa proyek  tersebut kurang volume, dan kegiatan itu sudah dikerjakan sesuai RAB.

“Tidak benar, proyek pamsimas di desa kami dikerjakan kurang volume, semua item pekerjaan seperti sumur bor, pondasi tower, cakar ayam dan lainnya kita kerja sesuai RAB serta melibat masyarakat setempat”,ujarnya.

Selanjutnya, ketika disinggung soal SPJ Pamsimas siapa yang buat, Cokro mengatakan bahwa pembuatan laporan tentang SPJ  bukan dari kita semua yang ngerjakan.“Pembuatan SPJ Sebagian dari kami sebagian dari Satker Pamsimas, karena ada hal-hal yang tidak kami mengerti”,Akuinya.

Menurut warga berinisial JJ, (21/11/2017), dalam pelaksanaan proyek Pamsimas di Desa Ciptodadi ada beberapa item pekerjaan diduga kurang volume, meliputi pekerjaan sumur bor kedalaman seharusnya 60 meter hanya dibuat sekitar 35 meter, kedalaman pondasi tower seharusnya 2 meter hanya dibuat 130 meter. Cakar ayam yang dibuat tidak sesuai pada gambar dan kegiatan ini diborongkan orang dari luar desa, warga setempat tidak dilibatkan.

“Dari item pekerjaan yang disebutkan pada saat pelaksanaan warga sudah berkali-kali menegur para pekerja dan Pak Kades, soal proyek sumur bor Pansimas dikerjakan tidak sesuai dengan RAB, banyak item pekerjaan dikerjakan kurang volume,” ujar JJ.

Dikatakannya, sumur bor dibangun kedalaman sesuai RAB, supaya air yang dihasilkan bukan  cekungan air tanah yang mengandung kadar zat besi, seharusnya sumur yang dibor mata air sungai dalam tanah, sehingga tidak mengalami kekeringan jika musim kemarau.“Warga kecewa dan tidak puas sumur bor yang dibuat kedalaman 35 meter, sehingga air yang dihasilkan tidak sesuai yang diharapkan, dikhawatirkan nanti tak bisa mengatasi musim kemarau. Apalagi kini teras atau kaki lima tower sudah retak,” jelas warga itu. (hariandialog.com)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari 1.713 Pengajuan Santunan Kematian di Dinsos Mura, 1.413 Sudah Tersalur

    Dari 1.713 Pengajuan Santunan Kematian di Dinsos Mura, 1.413 Sudah Tersalur

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Hingga Rabu, 12 Oktober 2022, sudah 1.731 berkas Santunan Kematian yang masuk di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas. Jumlah ini merupakan total pengajuan dari awal tahun. Hal ini disampaikan Kepala Dinsos Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Evan Saipani saat dimintai keterangan, Kamis (13/10/2022). Menurutnya, dari 1.731 […]

  • Bupati Paparkan Faktor Pengaruhi Musi Rawas Kembali Jadi Lumbung Pangan

    Bupati Paparkan Faktor Pengaruhi Musi Rawas Kembali Jadi Lumbung Pangan

    • calendar_month Kam, 30 Mar 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Paparan Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud dalam Rangka Verifikasi Calon Penerima Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, Kamis (30/03/2023). Bertema “Upaya Membangun Kembali Negeri Lumbung Pangan Sumatera Selatan dari Tangan Dingin Seorang Ibu”, Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud mengusulkan Kabupaten Musi Rawas tetap menjadi Lumbung […]

  • Gubernur Ikuti Rakor Virtual Dengan Ketua GTP Covid-19 Nasional

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru kembali melanjutkan aktivitasnya mengikuti Rapat Koordinasi secara Virtual di Griya Agung, Kamis (21/5/2020), setelah seharian melakukan kunjungan kerja di hari Libur Nasional. Kunker ke 4 Kabupaten /Kota yaitu Kota Pagar Alam, Kab. Lahat, Kab. Muara Enim dan berakhir di Kota Prabumulih, guna meninjau dan memberikan […]

  • Tawaran Rekonsiliasi Kubu Agung Dianggap Hanya Manuver

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JAKARTA — Sekertaris Fraksi Golkar DPR RI, Bambang Soesatyo menilai tawaran rekonsiliasi yang diutarakan oleh pihak Agung Laksono hanya manuver untuk posisi tawar. Setelah dinyatakan kalah oleh putusan MA, Bamsoet menilai mereka getol mengajukan rekonsiliasi agar bisa masuk ke kepengurusan. “Mereka dulu koar-koar, sekarang minta rekonsiliasi. Padahal kalau minta baik-baik pasti kita akomodir sesuai kesepakan. […]

  • Rumah Ulu Jadi Warisan Budaya Tak Benda

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    BATURAJA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan Rumah Ulu sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Penetapan ini ditandai dengan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang diterima Wakil Bupati OKU Johan Anuar. Post Views: 654

  • 3.232 Warga Non Muslim Belum Miliki Akte Nikah

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Realisasi layanan pencatatan perkawinan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), masih jauh dari harapan. Pasalnya, terhitung Januari hingga Agustus 2019 barulah 31 pasang warga non muslim miliki akte nikah. Sedangkan, 3.232 warga diketahui telah menikah. Namun,  belum memiliki akte nikah yang merupakan bukti sah pernikahan dari pemerintah. Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil […]

expand_less