Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » KTNA Bantah Kuota Pupuk Subsidi Tidak Cukup

KTNA Bantah Kuota Pupuk Subsidi Tidak Cukup

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2015
  • visibility 192

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Adanya kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Musi Rawas jelang musim tanam dibantah Wakil Sekretaris Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sumatera Selatan, Ghufron. Menurutnya selama ini kuota maupun kebutuhan pupuk subsidi mencukupi bagi kelompok tani (koptan).

“Setahu saya kuota yang diajukan sesuai RDKK dari koptan mencukupi kebutuhan, apalagi di daerah Kecamatan Muara Beliti. Dalam skala Kabupaten Musi Rawas selama ini mencapai 80%, tapi yang namanya petani tidak mau tahu kekurangan pupuk subsidi, mereka akan segera membeli diluar subsidi yang penting mencukupi,” kata Ghufron saat ditemui dirumahnya, Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti, siang tadi, Rabu (11/02/2015).

Sistemnya begini mas, lanjut Ghufron, penggunaan pupuk subsidi antara koptan terkadan ‘chimplis’ artinya suatu koptan yang dapat pupuk subsidi dalam jangka setahun dapat dipinjam koptan lain yang membutuhkan pupuk tersebut. Koptan yang pinjam karena belum mendapatkan pupuk dengan alasan belum ada uang. Selanjutnya koptan yang pinjam pupuk tadi sudah panen dan mendapatkan uang baru bisa beli pupuk dan mengembalikan ke koptan pertama tadi. Intinya saling bantu dan ternyata selama ini tidak ada kekurangan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Koptan (Gapoktan) Desa Satan Indah Jaya, Marullah mengatakan bahwa selama ini kebutuhan akan pupuk subsid tetap mencukupi di Desanya. “Selama ini kebutuhan pupuk subsidi mencukupi petani, artinya pupuk subsidi yang diterima sesuai dengan RDKK yang diajukan khusus untuk Desa Satan Indah Jaya serta Kecamatan Muara Beliti,” kata Marullah.

Kenapa sampai ada anggapan bahwa pupuk subsidi langka atau tidak mencukupi kebutuhan, buktinya kami selama ini cukup, tambahnya. (fs)

Berita Terkait :

Pupuk Subsidi Rawan Diselewengkan, Pemkab Mura Gandeng TNI

Tohirin : Pupuk Subsidi Langka karena Kuota Tidak Mencukupi Kebutuhan

Setiap Musi Tanam Pupuk di Mura Langka

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Hari ini, Antam & UBS ‘Naik’, Rabu 22 September 2021

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Rabu (22/09/2021), di Pegadaian, cetakan Antam maupun UBS ‘Naik”. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp486.000,- naik Rp1.000,- dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp912.000,- juga naik Rp2.000,- dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram dan […]

  • Pemkot Lubuklinggau Dapat Bantuan CSR Pusat Melalui KY

    Pemkot Lubuklinggau Dapat Bantuan CSR Pusat Melalui KY

    • calendar_month Sel, 6 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau medapat bantuan dari pemerintah pusat melalui dana CSR berupa kendaraan transportasi baru untuk pengangkut sampah melalui Prof. Amzulian Rifai Komisi Yudisial Republik Indonesia. Selasa, (6/2/2024) sekitar pukul 11.00 WIB. Tampak bantuan kendaraan berupa lima unit kendaraan sepeda motor roda tiga dan dua unit mobil dump truck R.10 guna alat […]

  • Pemuda Tewas Gantung Diri Gemparkan Warga B Srikaton

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Warga Kelurahan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo sontak gempar karena ditemukan seorang pemuda tewas gantung diri dikamar mandi rumahnya, Sabtu 22 Februari 2020. Informasi yqng diterima, Korban berinisial HS (29) warga jalan Cempaka RW 1 Kelurahan B Srikaton yang sehari hari bekerja sebagai wiraswasta. Kejadian diketahui pertama kali oleh Ibu korban saat […]

  • Suap Untuk Ubah WDP Menjadi WTP Terungkap

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan bahwa suap yang diduga diberikan oleh Inspektur Jenderal di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Sugito kepada Auditor Utama BPK Rochmadi Saptogiri untuk mengubah status laporan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Post Views: 415

  • Sistem Perekonomian Dinilai Tidak Pro Rakyat Miskin

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Sistem perekonomian nasional yang dibangun pemerintahan saat ini dinilai Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir, tidak pro rakyat miskin. Indikatornya terlihat dari kesenjangan ekonomi kaya-miskin yang kian lebar dan angka kemiskinan yang kian melejit selama pandemi Covid-19. Kini, angka kemiskinan sudah mencapai 27,54 juta jiwa. Hafisz mengungkapkan hal ini dalam […]

  • Dana Desa Bukan Untuk Kelurahan

    • calendar_month Jum, 26 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    RENCANA digulirkannya dana kelurahan saat ini menjadi polemik. Padahal, dalam nomenklaturnya, dana desa tidak bisa digunakan untuk dana kelurahan. Dana desa sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Sementara dana kelurahan diambil dari pos anggaran untuk kecamatan. Dana untuk kelurahan diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Anggota […]

expand_less