Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Koperasi dan UMKM Indonesia Miskin Insentif

Koperasi dan UMKM Indonesia Miskin Insentif

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 22 Mar 2018
  • visibility 134

Jakarta – Pelaku koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dinilai miskin insentif. Kondisi ini berdampak pada perkembangan yang cenderung lambat dan sulit meningkatkan skala usaha.

“Perkembangan usaha koperasi, usaha mikro dan kecil sangat ditentukan salah satunya oleh pemberian insentif dan kebijakan yang mendukung dari pemerintah. Selama ini dengan berbagai paket kebijakan pemerintah yang ada faktanya belum banyak memberikan insentif bagi mereka,” kata pengamat perkoperasian Suroto di Jakarta, Kamis (22/3).

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) mengatakan, jika dibandingkan, kebijakan pemerintah di negara lain cenderung banyak memberikan insentif kepada pelaku usaha kecil. Bahkan ada pula yang memberikan distingsi usaha kepada koperasi.

Sayangnya menurut Suroto, di Indonesia justru insentif itu banyak diberikan kepada usaha besar.

“Kebijakan inilah yang membuat kenapa usaha mikro dan kecil tidak banyak yang naik kelas dan selalu dimonopoli usaha besar,” ujarnya.

Usaha besar di Indonesia, kata Suroto, justru mendapatkan akses untuk misalnya mengerjakan proyek dari pemerintah. Mereka dianggap menikmati “tax holiday“.

“Kebijakan ini jelas terbalik. Di negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Filipina, koperasi itu dibebaskan dari pajak. Kita malahan digencet dengan tarif pajak final,” terang Suroto.

Kalau kebijakan ini diteruskan kata dia, maka dampaknya bukan hanya akan membuat daya saing usaha koperasi dan UKM kita turun, namun juga akan membuat disparitas ekonomi semakin tinggi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi sendiri sulit dicapai.

Suroto menambahkan, jika Pemerintah mau serius menangani masalah kesenjangan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi mestinya mulai merombak kebijakan dalam hal pemberdayaan KUMKM.

“Berikan prioritas pengerjaan proyek pemerintah kepada koperasi dan UKM, hapus model pajak final yang mencekik mereka, kemudahan perizinan, promosi atau kegiatan eksebisi dan pameran dan lain sebagainya,” mintanya.

Ia menilai, selama ini misi bisnis yang dilakukan baru satu tujuan yakni mengundang investasi asing dan bekerja sama dengan usaha besar.

“Kita mestinya mendorong investor besar berinvestasi ke luar negeri dan berdayakan usaha kecil dan koperasi di dalam negeri. Berikan kemudahan kepada mereka yang mikro dan kecil serta koperasi. Ini baru disebut ekonomi kerakyatan,” sebutnya. (Ant)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar

    Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar

    • calendar_month Jum, 8 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jumat (8/9) pagi ini, sejumlah aliansi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Kepolisian Sektor Metro Menteng telah bersiaga dibantu aparat dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. Ada 3 aliansi masyarakat yang telah melayangkan surat pemberitahuan menggelar aksi di depan Kedubes Myanmar dengan perkiraan massa mencapai […]

  • Ketua PWI Sumsel Minta Calon Anggota Jaga Nama Baik Organisasi

    • calendar_month Jum, 20 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Firdaus Komar meminta kepada para calon Anggota PWI agar nantinya dapat menjaga nama baik organisasi. “Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri apa yang harus di berikan kepada organisasi bukan malah apa yang harus kita dapatkan dari organisasi. Apa yang mesti […]

  • Gerakan Pasca Idhul Adha (1)

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    BERAPA juta orang telah berkurban di negeri ini? Berapa puluh juta pula hewan kurban disembelih di Hari Adha yang penuh keutamaan itu? Jika ditarik ke ranah dunia Muslim di kancah internasional, hitungannya tentu ratusan juta jiwa dan ekor. Suatu jumlah bilangan yang tentu saja menakjubkan! Lalu, pasca-Hari Raya Adha tersebut, hikmah apa yang mesti diambil […]

  • Inilah Jalan-jalan Ma’rifatullah | Arrazy Hasyim

    Inilah Jalan-jalan Ma’rifatullah | Arrazy Hasyim

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Post Views: 1,455

  • MK Diminta Percepat Proses Uji Materi Pasal Presidential Threshold

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa sebaiknya Mahkamah Konstitusi (MK) mempercepat proses sidang uji materi pasal ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden atau presidential threshold. Menurutnya, kalau hal itu diputuskan sebelum akhir masa pendaftaran, maka ketentuan ambang batas pencalonan Presiden yang diatur dalam pasal 222 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2018 […]

  • Pemkot Lubuklinggau Sosialisasi Solidaritas Untuk Pembauran Kebangsaan (Foto)

    • calendar_month Rab, 4 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pemkot Lubuklinggau, Sumsel adakan sosialisasi solidaritas Pembauran Kebangsaan di Hotel Sempurna Kota Lubuklinggau, Rabu (04/11/2015). Post Views: 726

expand_less