Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Koperasi dan UMKM Indonesia Miskin Insentif

Koperasi dan UMKM Indonesia Miskin Insentif

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 22 Mar 2018
  • visibility 46

Jakarta – Pelaku koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dinilai miskin insentif. Kondisi ini berdampak pada perkembangan yang cenderung lambat dan sulit meningkatkan skala usaha.

“Perkembangan usaha koperasi, usaha mikro dan kecil sangat ditentukan salah satunya oleh pemberian insentif dan kebijakan yang mendukung dari pemerintah. Selama ini dengan berbagai paket kebijakan pemerintah yang ada faktanya belum banyak memberikan insentif bagi mereka,” kata pengamat perkoperasian Suroto di Jakarta, Kamis (22/3).

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) mengatakan, jika dibandingkan, kebijakan pemerintah di negara lain cenderung banyak memberikan insentif kepada pelaku usaha kecil. Bahkan ada pula yang memberikan distingsi usaha kepada koperasi.

Sayangnya menurut Suroto, di Indonesia justru insentif itu banyak diberikan kepada usaha besar.

“Kebijakan inilah yang membuat kenapa usaha mikro dan kecil tidak banyak yang naik kelas dan selalu dimonopoli usaha besar,” ujarnya.

Usaha besar di Indonesia, kata Suroto, justru mendapatkan akses untuk misalnya mengerjakan proyek dari pemerintah. Mereka dianggap menikmati “tax holiday“.

“Kebijakan ini jelas terbalik. Di negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Filipina, koperasi itu dibebaskan dari pajak. Kita malahan digencet dengan tarif pajak final,” terang Suroto.

Kalau kebijakan ini diteruskan kata dia, maka dampaknya bukan hanya akan membuat daya saing usaha koperasi dan UKM kita turun, namun juga akan membuat disparitas ekonomi semakin tinggi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi sendiri sulit dicapai.

Suroto menambahkan, jika Pemerintah mau serius menangani masalah kesenjangan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi mestinya mulai merombak kebijakan dalam hal pemberdayaan KUMKM.

“Berikan prioritas pengerjaan proyek pemerintah kepada koperasi dan UKM, hapus model pajak final yang mencekik mereka, kemudahan perizinan, promosi atau kegiatan eksebisi dan pameran dan lain sebagainya,” mintanya.

Ia menilai, selama ini misi bisnis yang dilakukan baru satu tujuan yakni mengundang investasi asing dan bekerja sama dengan usaha besar.

“Kita mestinya mendorong investor besar berinvestasi ke luar negeri dan berdayakan usaha kecil dan koperasi di dalam negeri. Berikan kemudahan kepada mereka yang mikro dan kecil serta koperasi. Ini baru disebut ekonomi kerakyatan,” sebutnya. (Ant)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Hektar Lahan Pertanian  Air Satan Kekeringan

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Dampak besar akibat musim kemarau, tengah dirasakan para petani di Kabupaten Musi Rawas (Musi Rawas). Seperti halnya, kondisi itu dikeluhkan petani warga Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti. Dimana, sudah satu bulan terakhir puluhan Hektar lahan pertanian sulit ditanami lantaran mengalami kekeringan. Suparjo (45) seorang petani tidak lain warga Dusun III […]

  • 284 Warga Binaan Rutan Baturaja Dapat Remisi

    • calendar_month Jum, 18 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BATURAJA – Sebanyak 284 warga binaan Rumah Tahanan Ngara Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mendapat remisi bertepatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017. Post Views: 425

  • Hingga Kini Proyek Sport Center Baru Sebatas Pemeliharaan Rumput Zoysia

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Pengerjaan Proyek Pembangunan Sport Center di kawasan Agropolitan Center Muara Beliti hingga kini belum selesai. Dalam pantauan wartawan, Jum’at (03/01/2020) pengerjaan proyek Stadion dan Lapangan Bola Kaki serta Prasarana Pendukungnya pada tahap pemeliharaan tanaman rumput di lapangan bola kaki. Sedangkan Stadion dan Prasarana Pendukungnya belum ada sama sekali. Saat dikonfirmasi salah […]

  • Proyek Miliaran Normalisasi DAM Air Satan Dipegang PPTK Mabuk?

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    SUMATERA SELATAN — Apa jadinya, jika proyek miliaran normaliasi Dam Air Satan, diduga kuat dipegang oleh Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPTK) mabuk memakai cimeng (sejenis ganja-red). Mau tahu gimana masalah proyek ini, penasaran ikuti alur berita ini….? Pada tahun 2014 lalu, Desa Air Satan Indah, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musirawas, melalui Dinas PU Pengairan Propinsi Sumatera […]

  • Masyarakat Pertanyakan Proyek Jalan Depan Polsek Rupit Tanpa Plang Merek

    • calendar_month Sen, 29 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Pembuatan jalan dari depan asrama Polsek kec.Rupit Sampai Belakang Kantor Bupati Pemda Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan belum selesai dikerjakan sedangkan sekarang sudah akhir tahun (29 Desember 2014), seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga kec. Rupit, Zul (30) “kapan lagi nak Diselesaikan jalan ini Sedangkan sekarang Sudah akhir tahun 2014” […]

  • Diduga Mau Lolos PPK di Musirawas Setor Rp15 juta Hingga Rp20 Juta, KPU Membantah

    Diduga Mau Lolos PPK di Musirawas Setor Rp15 juta Hingga Rp20 Juta, KPU Membantah

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Untuk lolos menjadi badan adhoc PPK Kabupaten Musi Rawas diduga harus membayar mahar sebesar Rp 15  juta bahkan ada yang sampai Rp 20 juta. Informasi ini semakin mencuat beredar dari mulut oknum peserta tes menjelang pengumuman penetapan calon anggota PPK terpilih, Rabu (15/5). “Awalnya Saya sudah menyetor Rp 15 Juta, tapi dipinta lagi […]

expand_less