Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Kinerja Pemprov Buruk, Pemerintah Tahan Dana Alokasi Khusus

Kinerja Pemprov Buruk, Pemerintah Tahan Dana Alokasi Khusus

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 15 Des 2015
  • visibility 47

JAKARTA — Hasil evaluasi kinerja pemerintah provinsi pada tahun ini akan mempengaruhi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan dikucurkan oleh pemerintah pusat.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi, menyampaikan pemerintah pusat akan memberikan dukungannya bagi pemerintah provinsi yang memiliki akuntabilitas kinerja yang baik.

“Itu akan mempe‎ngaruhi dana alokasi khusus. Bagi daerah yang akuntabilitas baik akan lancar, sebagai bentuk penghargaannya dia akan didukung. Bagi yang akuntabilitasnya buruk ya nanti dulu,” kata Yuddy di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/12).

Menurutnya, sanksi tersebut dapat mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan serta memperbaiki tata kelola pemerintah. Sehingga, mereka dapat menerima DAK dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menganggarkan DAK untuk tiap kabupaten/kota sebesar Rp 100 juta. Sedangkan, besaran DAK untuk provinsi lebih besar lagi, yakni mencapai sekitar Rp 250 juta.

“Ini semua kan untuk perkuat dan perkokoh daya saing bangsa dengan tata kelola yang baik. Kalau misalnya kinerja pemerintah buruk maka tidak hasilkan daya saing dan tata kelola yang baik,” katanya.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan evaluasi kinerja kementerian atau lembaga, serta pemerintah provinsi.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, nilai rata-rata kementerian atau lembaga pun tercatat meningkat dari tahun lalu 2014 yakni 64.70 menjadi 65.82 pada 2015.

Sedangkan, nilai rata-rata pemerintah provinsi meningkat dari 59.21 pada 2014 menjadi 60.47 pada 2015.

Sejumlah kementerian atau lembaga yang mendapatkan nilai akuntabilitas kinerja memuaskan yakni Kementerian Keuangan dengan nilai 83.59, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan nilai 80.89, Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan nilai 80.76, dan Badan Pemeriksa Keuangan yang memperoleh nilai 80.45.

Sedangkan, pemerintah provinsi yang mendapatkan nilai akuntabilitas tertinggi yakni Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nilai 80.68, dan Provinsi Jawa Timur dengan nilai 80.04.

Sementara, sejumlah kementerian/lembaga yang mendapatkan nilai akuntabilitas kinerja yang kurang atau predikat CC yakni diantaranya Sekjen DPR, Mabes TNI, Badan Kepegawaian Negara, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, dan Kejaksaan Agung.

Untuk pemerintah provinsi yang memperoleh nilai buruk atau predikat D, yakni provinsi Kalimantan Utara dengan nilai 25.34. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyik Main Gaple, Ristanto : Kurang Volume 21 Paket Sudah dibayar ke Kas Daerah

    • calendar_month Ming, 21 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Musirawas, Propinsi Sumatera Selatan  (Sumsel) pada tahun 2013 lalu telah menganggarkan belanja  modal  sebesarRp 438,825,280,480,00 Namun, dari jumlah dana tersebut, telah terealisasi sebesarRp 377.176.364.642,00 atau 85,95%. Hal ini berdasarkan informasi yang diterima atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)Perwakilan Propinsi Sumatera Selatan No. 23.c/LHP/XVIII.PLG/05/2014, tanggal 26 Mei 2014 mengatakan, yakni ada 21 paket pekerjaan di Dinas PU Bina Marga tahun 2013 lalu diduga bermasalah. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan dokumen dan pengujian fisik secara uji petik yang dilaksanakan oleh BPK, terkait 21 paket kegiatan, terdapat kekurangan volume pekerjaan. Seluruhnya bernilai Rp 524.834.474,22. Di antaranya proyek peningkatan jalan poros Margatani-Ngestiboga […]

  • Rencana Peletakan Batu Pertama Bangub RSUD Muara Beliti Belum Jelas

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Realisasi peletakan batu pertama Bantuan Gubernur (Bangub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada RSUD Muara Beliti belum ada kepastian. Hal ini diketahui saat pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinkes dan Disperkim meninjau lokasi di RSUD Muara Beliti, Kamis (05/03). Assisten Pemerintahan dan Kesra setda Kabupaten Mura, H Heriyanto mengatakan peletakan batu pertama […]

  • 5 Alasan Bahrain Takut Main Bola di Indonesia: Soal Ancaman Pembunuhan hingga Ingin Diberi Balas Budi Suporter Garuda

    5 Alasan Bahrain Takut Main Bola di Indonesia: Soal Ancaman Pembunuhan hingga Ingin Diberi Balas Budi Suporter Garuda

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jurnalindependen.com – Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) menerbitkan pernyataan resmi usai merasa terusik oleh fans sepak bola Indonesia yang melempar penghinaan dan ancaman di media sosial. Pernyataan BFA itu salah satunya tentang permohonan kepada AFC dan DIDA soal perpindahan venue melawan Timnas Indonesia pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026, pada 25 Maret 2025 mendatang. “Pernyataan Asosiasi […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp 81,-/kg Jum’at 01 Oktober 2021

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 01 OKTOBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 20.168,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 14.118,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 12.101,-/kg Baca : Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp18,-/kg Kamis 30 September 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 10.084,-/kg 5. KKK 40% dibeli […]

  • Wapres JK Saksikan Bupati Mura Teken MoU Prukades

    • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kala (Wapres JK) menyaksikan langsung penandatangan dokumen pola kemitraan (MoU) Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) antara Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan bersama enam Bupati yang mewakili 162 Bupati dan Walikota se-Indonesia dengan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Mitra Perusahaan dilaksanakan dalam acara Jakarta Food […]

  • CSR Perusahaan di Musi Rawas Tahun 2017 (DPMPTSP)

    • calendar_month Kam, 19 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    CSR Beberapa Perusahaan di Musi Rawas Tahun 2017 dari DPMPTSP Mura : 1. PT. Citraloka Bumi Begawan dan PT. Pahala Sawit Tumbuh Sejahtera. Kegiatan : Pengerasan jalan TMMD Desa Mambang dan SP 5 (Kecamatan Muara Kelingi) sepanjang 5 km. Realisasi : Dalam proses pengerjaan box culvert rabat (85%). 2. PT. Pertamina. Kegiatan : Pengaspalan jalan […]

expand_less