Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Politik » Jelang Pilkada, Politik Indentitas Kepung Lubuklinggau

Jelang Pilkada, Politik Indentitas Kepung Lubuklinggau

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 24 Des 2017
  • visibility 119

LUBUKLINGGAU – Menjelang Pilkada, Politik Indentitas bakalan Mengepung Kota Lubuklinggau. Hal ini disampaikan oleh ketua Umum Pemuda Mandala Trikora Lubuklinggau-Mura, Mirwan bahwa Perhelatan pilkada Kota Lubuklinggau Tahun 2018 nanti lubuklinggau bakal di kepung oleh isu politik Indentitas.

Ini merupakan tontonan paling vulgar tentang bagaimana politik identitas dioperasikan, hal ini di tampakkan oleh bermunculnya berbagai persatuan Sukuisme dan kedaerahan seperti Ikatan Keluarga Minang(IKM), Ikatan Keluarga Musi Bersatu( IKMB) yang berada di Lubuklinggau, dan tidak menutup kemungkin bakalan bermuncul lagi ikatan daerahan lain untuk melakukan gerakan yang sama, untuk menenjukkan kekuatan nya dalam rangka mensukseskan kandidat yang mereka dukung.

Mengapa politik identitas ini begitu dominan dalam perbincangan publik kita? Menurut Mirwan, ada dua penyebabnya:

Pertama, secara ideologis tidak adanya kontestasi ideologi yang sehat dan terbuka di antara berbagai kekuatan politik yang ada. Absennya kontestasi ideologi menyebabkan seluruh kekuatan politik ini mengandalkan identitas sebagai daya tarik dan daya ikat konstituennya.

Kedua, politik identitas ini juga terfasilitasi oleh perkembangan kelembagaan politik pasca reformasi, khususnya oleh maraknya pemekaran daerah-daerah baru hasil dari kebijakan otonomi daerah, politik identitas merupakan pondasi utama bagi setiap kontestan untuk memenangkan pertarungan politik formal dan informal.

Dua keadaan ini menyebabkan para kandidiat yang bertarung di pilkada Lubuklinggau yang ada mengidentikkan dirinya dengan rakyat pemilih bukan berdasarkan progam-program politik yang rasional dan terukur, melainkan melalui cara-cara yang sarat emosi dan persuasif. Misalnya, dengan menjual isu Sukuisme dan kedaerahan, sehingga pemilih dikondisikan untuk memilih “bersama kami atau menjadi musuh kami.” Jangan pilih si A karena ia berbeda suku atau berbeda kedaerahan dengan kita.

Di sini, diktum yang berlaku adalah “apa yang rasional adalah identitas kita dan identitas kita itulah yang rasional.” Mendominasinya politik identitas dalam ruang publik di Kota Lubuklinggau belakangan ini (everyday politics), Sehingga Mirwan beranggapan bahwa politik Indentitas seperti ini, tidak patut dirayakan.

Sebaliknya, kita perlu mengkritisinya secara serius: Pertama, politik identitas karena mudah dicerap oleh panca indera, cenderung menyebabkan terjadinya segregasi sosial secara horisontal. Aku dan dia, kita dan mereka. Segregasi ini terjadi karena masing-masing identitas berusaha mengokohkan dan meneguhkan otentisitasnya.

Politik indentitas ini akan berdampak buruk bagi perkembangan Demokrasi yang ada di kota lubuklinggau karena akan menghasilkan politik isolasi sekaligus eksklusi. Mengisolasi diri agar tidak tercemar pengaruh dari luar, sekaligus mengeksklusi karena yang lain itu dianggap tidak murni.

Penganut politik identitas lebih suka potong kompas dalam menjelaskan fenomena sosial tersebut sebagai masalah moral: “karena pemimpinnya bukan orang kita”. Dampak dari cara pandang ini, penganut politik identitas tidak pernah menawarkan sebuah solusi yang tujuannya untuk mengubah struktur sosial yang tidak adil itu, tetapi mencari pemimpin yang baik dari kalangan mereka sendiri. Inilah realitas politik yang tengah mengepung kota lubuklinggau belakangan ini. Realitas politik yang partikular dan emosional, yang sayangnya, memiliki barisan pengikut yang panjang. (Mirwan)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Kota Lubuklinggau ke-21, Gubernur Puji Walikota

    HUT Kota Lubuklinggau ke-21, Gubernur Puji Walikota

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru bersama istri Hj Febrita Lustia dan Wakil Gubernur Bengkulu, H Rosjonsyah beserta istri, Hj Anita Andriani menghadiri Rapat Paripurna Istimewa (PI) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Lubuklinggau tahun 2022, bertempat di Gedung DPRD Kota Lubuklinggau Kelurahan Petanang Ilir, Senin (17/10/2022) Selain itu […]

  • Komisi Perlindungan Anak Sumsel Segera Dibentuk

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Ratusan anak dari berbagai latar belakang pendidikan dan daerah hadir pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Halaman Griya Agung, Rabu (17/7) pagi. Selain acara peringatan hari anak, pada acara ini juga digelar berbagai penampilan tari kreasi dan penampilan menyanyi dari anak-anak dari Provinsi Sumsel. […]

  • Semangat Kapolres Ajak Personil Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

    • calendar_month Rab, 4 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Institusi Polri akan kuat jika personilnya dapat saling bekerjasama dan tidak sedikitpun menyurutkan semangat untuk memberikan pelayanan keamanan, kenyamanan dan penegakan hukum, demikian disampaikan Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro saat memberikan sambutan pada pelantikan Wakapolres Musi Rawas, Rocky Hasuhunan Marpaung, Rabu (04/04). Apapun tantangan kepolisian, lanjut Kapolres tidak akan pernah menyurutkan semangat […]

  • Mendefinisikan Pahlawan Dengan Artian Baru Dinilai Terlalu Cepat

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    MUNCULNYA keinginan untuk mendefinisikan pahlawan dengan definisi atau pengertian baru, seperti anti hoaks dan lainnya, dinilai terlalu cepat oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Alasannya, karena masyarakat belum terlalu mendalami atau mengendapkan dalam perasaan dan pikiran tentang nilai-nilai kepahlawanan sesungguhnya, seperti keberanian, kesukarelawanan, dedikasi, pengabdian, kekuatan hati, kemantapan dan idealisme. Menurut Fahri, internalisasi nilai-nilai […]

  • Inilah Dugaan Penyimpangan Tender Supervisi Proyek Jalan Simpang Jatun

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Pemenang tender Konsultasi Pengawasan peningkatan jalan Desa Mambang (simpang jatun), yang dianggarkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU-BM) Kabupaten Musi Rawas, disinyalir sarat penyimpangan. Berdasarkan Uraian Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nomor 88/LHP/XVIII.PLG/12/2018. Pekerjaan jasa konsultansi pengawasan/supervisi pekerjaan peningkatan Jalan Mambang (Simbang Jatun) – Muara Megang dilaksanakan oleh CV SU […]

  • Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 450
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less