Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Jelang Pilkada, Politik Indentitas Kepung Lubuklinggau

Jelang Pilkada, Politik Indentitas Kepung Lubuklinggau

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 24 Des 2017
  • visibility 93

LUBUKLINGGAU – Menjelang Pilkada, Politik Indentitas bakalan Mengepung Kota Lubuklinggau. Hal ini disampaikan oleh ketua Umum Pemuda Mandala Trikora Lubuklinggau-Mura, Mirwan bahwa Perhelatan pilkada Kota Lubuklinggau Tahun 2018 nanti lubuklinggau bakal di kepung oleh isu politik Indentitas.

Ini merupakan tontonan paling vulgar tentang bagaimana politik identitas dioperasikan, hal ini di tampakkan oleh bermunculnya berbagai persatuan Sukuisme dan kedaerahan seperti Ikatan Keluarga Minang(IKM), Ikatan Keluarga Musi Bersatu( IKMB) yang berada di Lubuklinggau, dan tidak menutup kemungkin bakalan bermuncul lagi ikatan daerahan lain untuk melakukan gerakan yang sama, untuk menenjukkan kekuatan nya dalam rangka mensukseskan kandidat yang mereka dukung.

Mengapa politik identitas ini begitu dominan dalam perbincangan publik kita? Menurut Mirwan, ada dua penyebabnya:

Pertama, secara ideologis tidak adanya kontestasi ideologi yang sehat dan terbuka di antara berbagai kekuatan politik yang ada. Absennya kontestasi ideologi menyebabkan seluruh kekuatan politik ini mengandalkan identitas sebagai daya tarik dan daya ikat konstituennya.

Kedua, politik identitas ini juga terfasilitasi oleh perkembangan kelembagaan politik pasca reformasi, khususnya oleh maraknya pemekaran daerah-daerah baru hasil dari kebijakan otonomi daerah, politik identitas merupakan pondasi utama bagi setiap kontestan untuk memenangkan pertarungan politik formal dan informal.

Dua keadaan ini menyebabkan para kandidiat yang bertarung di pilkada Lubuklinggau yang ada mengidentikkan dirinya dengan rakyat pemilih bukan berdasarkan progam-program politik yang rasional dan terukur, melainkan melalui cara-cara yang sarat emosi dan persuasif. Misalnya, dengan menjual isu Sukuisme dan kedaerahan, sehingga pemilih dikondisikan untuk memilih “bersama kami atau menjadi musuh kami.” Jangan pilih si A karena ia berbeda suku atau berbeda kedaerahan dengan kita.

Di sini, diktum yang berlaku adalah “apa yang rasional adalah identitas kita dan identitas kita itulah yang rasional.” Mendominasinya politik identitas dalam ruang publik di Kota Lubuklinggau belakangan ini (everyday politics), Sehingga Mirwan beranggapan bahwa politik Indentitas seperti ini, tidak patut dirayakan.

Sebaliknya, kita perlu mengkritisinya secara serius: Pertama, politik identitas karena mudah dicerap oleh panca indera, cenderung menyebabkan terjadinya segregasi sosial secara horisontal. Aku dan dia, kita dan mereka. Segregasi ini terjadi karena masing-masing identitas berusaha mengokohkan dan meneguhkan otentisitasnya.

Politik indentitas ini akan berdampak buruk bagi perkembangan Demokrasi yang ada di kota lubuklinggau karena akan menghasilkan politik isolasi sekaligus eksklusi. Mengisolasi diri agar tidak tercemar pengaruh dari luar, sekaligus mengeksklusi karena yang lain itu dianggap tidak murni.

Penganut politik identitas lebih suka potong kompas dalam menjelaskan fenomena sosial tersebut sebagai masalah moral: “karena pemimpinnya bukan orang kita”. Dampak dari cara pandang ini, penganut politik identitas tidak pernah menawarkan sebuah solusi yang tujuannya untuk mengubah struktur sosial yang tidak adil itu, tetapi mencari pemimpin yang baik dari kalangan mereka sendiri. Inilah realitas politik yang tengah mengepung kota lubuklinggau belakangan ini. Realitas politik yang partikular dan emosional, yang sayangnya, memiliki barisan pengikut yang panjang. (Mirwan)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Minta Bupati Fokus Bangun Daerah

    • calendar_month Kam, 5 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden RI Jokowi mengharapkan agar seluruh bupati untuk fokus membangun daerah mereka masing masing. Hal itu disampaikan Jokowi saat silaturahmi dan dialog dengan 30 bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (05/07/2018). Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan yang hadir dalam silaturahmi itu mengaku siap […]

  • Buku ‘Sadar Kaya’ : Millionaire Mindset

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Otak Sama, Nasib Beda DULU kehidupan saya mengalami goncangan yang amat sangat, itu bukan pertama kali melainkan kedua kalinya saya terpuruk. Tapi yang kedua itu sangat dahsyat, seluruh harta saya hilang dan hutang saya juga bertumpuk. Ketika itu saya memiliki beragam bisnis tetapi dalam masa hampir bersamaan […]

  • Ketua DPR Berharap Momen Idul Fitri Satukan Bangsa

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KETUA DPR RI Bambang Soesatyo berharap perayaan Idul Fitri mampu mengikis berbagai polemik yang terjadi pada bangsa Indonesia, khususnya yang terjadi satu tahun belakangan ini. Karena Idul Fitri bukan hanya sekedar momen spiritual keagamaan saja, melainkan juga momen penguatan ikatan sosial persaudaraan kemanusiaan, melintasi ikatan politik maupun berbagai perbedaan lainnya. “Kini kita telah kembali ke […]

  • Disbudpar Mura Akui Tidak Tahu Status Kawasan Wisata Bukit Cogong

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Hingga saat ini kami tidak mengetahui kalau Objek Wisata Bukit Cogong yang ada di Terawas telah ada izin pelepasan kawasan hutan lindung dari pemerintah, demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) melalui Sekretarisnya, M Ujang Fachrizal saat ditemui dikantornya, Kamis (11/06/2015). Menurut Ujang, Disbudpar memang melakukan pembangunan di bukit cogong berupa […]

  • Presiden Target 1,5 Juta Sertifikat Tanah untuk Warga Jawa Timur

    • calendar_month Sab, 12 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo hari ini, Sabtu,12 Mei 2018, menyerahkan 3.973 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Gedung Olahraga Sasana Krida Anoraga, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 3.973 penerima sertifikat tersebut berasal dari sejumlah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jawa Timur. Mulai dari Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten […]

  • Puting Beliung Hantam Satu Rumah di Karya Bakti

    • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.co.id – Akibat serangan Angin Puting Beliung di Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, sebuah rumah mengalami kerusakan, Ahad (18/03) pukul 17.00 WIB. Ditaksir kerugian harta benda dari rumah yang rusak di jalan Karya Bakti RT. 7 Kelirahan Karya Bakti tersebut kisaran Rp 10 juta. Serangan Puting Beliung tersebut tidak memakan korban jiwa. Pemilik rumah Mursiyem […]

expand_less