Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Sikap Politik PDIP dalam Pilkada Fleksibel

Sikap Politik PDIP dalam Pilkada Fleksibel

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2015
  • visibility 128

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan sikap politik PDIP dalam pemilihan kepala daerah serentak, fleksibel mengikuti tradisi demokrasi setempat yang beberapa di antaranya adalah dari KMP.

“Dalam konteks ini ada tradisi demokrasi yang sudah hidup di daerah setempat dan kami sudah bekerja sama. Misalnya, dengan Partai Golkar di Ngawi, lalu dengan PPP di Tasikmalaya, itu tradisi yang sudah hidup, tidak bisa kami putus,” katanya, Sabtu (6/6).

Ia menjelaskan, hal tersebut karena pihaknya menyadari tidak bisa memenangi ajang pilkada di 269 kabupaten/kota yang akan mengikuti pesta rakyat tingkat daerah itu sendirian sehingga membutuhkan kerja sama politik baik dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun Koalisi Merah Putih (KMP).

Menurutnya, tentu saja posisi PDIP sebagai parpol penguasa pemerintahan akan dilihat sebagai keuntungan oleh banyak pihak jika berkoalisi dengan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Meski dengan status politik yang demikian, Hasto menegaskan pihaknya tidak akan meninggalkan cara-cara yang dibangun PDIP dalam membangun tradisi politik yang baik.

“Posisi politik ini justru kami gunakan untuk memperkuat pemerintahan Jokowi-JK karena kami tahu makna strategis dari kemenangan pilkada ini. Oleh karena itu, mungkin ada peningkatan target,” ujarnya.

Namun saat ditanya berapa target yang ingin dicapai oleh partai yang dipimpin mantan Presiden Megawati tersebut, Hasto enggan menyebutkan berapa. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin muluk-muluk, hanya ingin mempersiapkan sebaik-baiknya.

“Setiap parpol pasti ada yang gunakan target sebagai penyemangat mereka. Kalau kita realistik saja dan seluruh prosesnya kita siapkan, yang kami inginkan pilkada ini jadi momentum terbaik rakyat untuk menentukan pemimpinnya,” kata Hasto.

Terkait dengan persiapan, Hasto mengaku bahwa PDIP telah melakukan pelatihan pada tim kampanye di 269 kabupaten/kota, lalu menjaring calon dengan sistem bertingkat, termasuk dengan menggunakan ahli kejiwaan untuk proses seleksi.

“Bahkan, kami juga telah menentukan waktu paling lambat dua minggu setelah Lebaran akan ada sekolah calon kepala daerah,” katanya.

Berbagai persiapan tersebut, kata Hasto, bertujuan agar pelaksanaan kampanye bisa dilaksanakan sebaiknya, serta calon yang diusung merupakan pemimpin yang memahami keinginan dan harapan masyarakat.

“Selain itu, mampu mengunakan kekuasaan sebagai alat pembebas bagi rakyat untuk menciptakan kesejahteraan, pekerjaan, dan menjadikan kekuatan rakyat yang produktif dan berkebudayaan,” jelasnya.

Terkait dengan maraknya isu uang mahar dari calon untuk membayar kompensasi rekomendasi baik diminta dari calon itu sendiri atau dari parpol, Hasto mengaku bahwa praktik tersebut tidak ada dalam PDIP.

“Yang ada hanyalah dana ‘urunan’ dalam rangka gotong royong untuk membiayai seleksi,” tegasnya.

Meski demikian, ketika ditanya apakah jika ditemukan adanya permintaan uang mahar pada calon yang dilakukan unsur PDIP baik pusat maupun daerah ada sanksi, Hasto enggan berkomentar. Ia menekankan, praktik tersebut dilarang oleh aturan partai.

“Di dalam aturan partai tidak boleh. Namun, yang kami lakukan ini bukan pelanggaran karena bukan mahar, hanya gotong royong. Yang dikatakan pelanggaran adalah jual beli rekomendasi, wajar saja jika kami meminta ‘urunan’ untuk seleksi mereka sendiri di beberapa daerah yang tidak ada sumber daya,” jelasnya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekaman Dugaan Rekayasa OTT diserahkan ke Hakim, Pengacara Minta Kliennya Bebas

    • calendar_month Jum, 27 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Sidang kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muratara kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Jum’at (27/7). Pada sidang dengan agenda pembacaan pledoi terdakwa ini, Ilham Fatahillah selaku pengacara terdakwa Ardiyansyah menyerahkan bukti rekaman dugaan rekayasa OTT kepada majelis hakim diketuai Paluko H. Rekaman berdurasi 90 menit ini sangat berhubungan erat dengan dugaan […]

  • Musi Rawas Lahirkan Icon Guru PAUD Sumsel

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Pujian kembali dilontarkan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (HD) kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Kali ini, sektor pendidikan mendapat pujian orang nomor satu di Pemprov Sumsel ini. Sosok Guru PAUD Berprestasi Kabupaten Musi Rawas, Muzayanah kali ini yang mengharumkan kabupaten Musi Rawas. Bahkan, HD berencana menetapkan Muzayanah menjadi Icon Bunda PAUD Propinsi […]

  • Bupati Minta 10 Program Pokok PKK Sinergi dengan Musi Rawas MANTAB

    • calendar_month Sen, 19 Apr 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Ratna Machmud melantik dan mengukuhkan Pengurus Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Mura Masa Bakti 2021 – 2026, di Pendopoan Rumah Dinas Bupati, Senin (19/04/2021). Bupati Ratna Machmud mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus TP PKK Kabupaten Mura yang telah dilantik dan dikukuhkan. “Pemerintah […]

  • Benarkah Raskin 2014 di Muratara diberikan Hanya 6 Bulan ?

    Benarkah Raskin 2014 di Muratara diberikan Hanya 6 Bulan ?

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Selasa (30/12/2014) bantuan beras kerakyat miskin atau yang lebih dikenal dengan raskin dipertanyakan oleh masyarakat karena masyarakat yang menerima bantuan beras tersebut hanya menerima bantuan selama 6 bulan. Seperti yang diungkapkan oleh Muyot (36), “Payah sekali sekarang bantuan beras miskin (Raskin) cuma 6 bulan.” Kemudian ditambahkan oleh Muyot pula apa ditahun 2014 […]

  • Fahri Minta KPK Jangan Terlalu Jauh Intervensi Lapas Sukamiskin

    • calendar_month Ming, 29 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyampaikan pendapatnya terkait keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Menurutnya KPK tidak perlu terlalu jauh mencampuri urusan yang ada di lapas, karena KPK tidak mengerti untuk mengurus lapas. “Saya minta kepada KPK jangan terlalu jauh mengintervensi dalam mengurus LP Sukamiskin, […]

  • Grand Opening & Pembekalan Kepemimpinan via Virtual, ini Pesan Mendagri

    • calendar_month Sen, 14 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud mengikuti Grand Opening dan Pembelajaran Tatap Maya Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah Dalam Negeri RI bagi Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Tahun 2021 Angkatan IV Non Petahana Hari Pertama melalui video Conference, bertempat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, senin (14/06/2021). Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian […]

expand_less