Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Harta Karun Kapal Marcopolo Tenggelam di Laut Indonesia?

Harta Karun Kapal Marcopolo Tenggelam di Laut Indonesia?

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 13 Feb 2017
  • visibility 75

JAKARTA – Perairan Indonesia tak hanya kaya akan beragam jenis spesies hewan serta tumbuhan lautnya yang indah. Nyatanya, negara maritim ini juga menyimpan harta karun bawah laut yang tak ternilai harganya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ada 463 titik kapal tenggelam yang tersebar di perairan dalam Indonesia. Namun, tak semua muatan dalam kapal tenggelam tersebut utuh, sebagian isinya telah dicuri.

Kepala Sub Direktorat Air Laut Non Energi dan Barang Muatan Kapal Tenggelam, Kementerian Kelautan dan Perikanan, M Zaki Mahasin, mengatakan kapal-kapal yang tenggelam di laut Indonesia umumnya sudah berusia ratusan tahun dan diyakini menyimpan barang-barang berharga bernilai tinggi. Dalam satu kapal yang tenggelam, menurut Zaki, biasanya ada satu benda yang dinobatkan sebagai masterpiece pada zamannya. “Itu yang diburu para arkeolog dunia,” ujarnya, Senin (13/2)

Salah satu titik kapal tenggelam yang terkenal berada di perairan Bangka Belitung. Zaki menyebut, para ahli meyakini laut tersebut merupakan titik tenggelamnya kapal milik Marcopolo, seorang penjelajah asal Italia yang dikisahkan telah melakukan perjalanan amat jauh menuju Timur. Tak ayal, perairan Bangka Belitung menjadi daerah rawan pencurian karena kisah sejarah yang dimilikinya dan barang-barang bernilai selangit yang diyakini ikut tenggelam di dalamnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri telah memiliki program kerja untuk menyelamatkan harta karun negara tersebut. Zaki menyebut, tahun ini KKP berencana mengangkat barang muatan kapal tenggelam yang ada di dua titik. Namun begitu, ia belum bisa memastikan di mana dua lokasi kapal tenggelam itu berada.

Sebelumnya, barang muatan kapal tenggelam dapat diangkat oleh swasta dengan izin pemerintah. Barang yang berhasil dibawa ke daratan biasanya akan dilelang. Kemudian sisanya akan dibagi dua, untuk swasta yang melakukan pengangkatan dan untuk negara. Barang-barang yang menjadi koleksi negara tersebut saat ini dikumpulkan di sebuah gudang milik KKP yang berada di kawasan Cileungsi, Jawa Barat.

Menurut Zaki, ada lebih dari 200 ribu barang muatan kapal tenggelam yang tersimpan di sana, mulai dari koin kuno, patung, pedang, hingga senjata. “Misal satu barang dihargai paling murah Rp 1 juta, sudah berapa triliun itu harganya.” Zaki menuturkan, salah satu benda yang diyakini bernilai tinggi yakni sebuah pedang dengan gagang emas. Selain itu, ada pula sebuah stempel yang diduga berasal dari kapal milik kerajaan Cina di masa lampau.

Sejak 2012, pemerintah telah menutup izin bagi swasta untuk melakukan pengangkatan barang muatan kapal tenggelam. Kewenangan itu kini sepenuhnya berada di pemerintah. Zaki menuturkan, ke depan pemerintah akan menguatkan status ribuan barang koleksi negara yang berasal dari harta karun bawah laut tersebut. Kemudian, KKP menargetkan setiap benda akan memiliki barcode. Jika sudah terdata dalam satu sistem, barang-barang tersebut dapat dipinjam untuk keperluan pameran.(rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp 88,-/kg Kamis 7 Oktober 2021

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 7 OKTOBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 20.312,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 14.218,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 12.187,-/kg Baca : Harga Emas Hari ini, UBS dan Antam Semakin Turun, 7 Oktober 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 10.156,-/kg 5. […]

  • Presiden Tinjau Proyek Padat Karya Tunai Dua Kementerian

    • calendar_month Ming, 8 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo dalam agenda kerjanya ke Kabupaten Sukabumi meninjau langsung proyek padat karya tunai, Minggu, 8 April 2018. Ada dua proyek yang ditinjau langsung, yaitu proyek dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan proyek dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. “Kita ingin _ngecek_ padat karya tunai yang ada di Kabupaten Sukabumi, […]

  • Menunggu Kinerja PPID Secara Nyata

    • calendar_month Sel, 3 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.co.id – Keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan sangat diperlukan agar masyarakat dapat berperan aktif mendukung dan berpartisifasi. Sejak digulirkan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik hingga kini tuntutan masyarakat atas informasi apalagi tentang penyelenggara pemerintahan semakin deras, tanpa terkecuali di Kabupaten Musi Rawas. Hal ini di sampaikan Ketua Yayasan PUCUK, Efendi […]

  • Aturan Caleg Ajukan Sengketa Pemilu Harus Mendapat Persetujuan Ketum Diuji

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SIDANG pemeriksaan pendahuluan uji Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (24/4/2019). Permohonan yang teregistrasi dengan Nomor 29/PUU-XVII/2019 ini diajukan oleh Heriyanto dan Ramdansyah yang berprofesi sebagai advokat. Para Pemohon sehari-hari bekerja di bidang kepemiluan. Mereka menguji Pasal 473 ayat (2), Pasal 474 ayat (1), Pasal […]

  • Bupati dan Wabup Mura Sholat Ied 1444 H, Suasana Khusyu dan Khidmad

    Bupati dan Wabup Mura Sholat Ied 1444 H, Suasana Khusyu dan Khidmad

    • calendar_month Sab, 22 Apr 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud dan Wakil Bupati (Wabup) Hj. Suwarti, melaksanakan Shalat Idul Fitri 1444 H di Masjid Agung Darussalam Muara Beliti, Sabtu (22/4/2023). Bertindak sebagai Imam pada pelaksanaan Shalat Ied, KH. Sulthoni, Khatib KH. Imam Aspali, sedangkan Bilal H. Dasril. Sholat dilaksanakan dengan tertib dan khusyu,’ ribuan jamaah tampak […]

  • Diduga Limbah Pabrik Olahan Tapioka Cemari Anak Sungai

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Diduga limbah pabrik pengolahan ubi tapioka di dekat jembatan depan Kantor Camat Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau cemari lingkungan. Pantauan wartawan, usaha pengolahan ubi tapioka tersebut belum lama berdiri namun limbah hasil olahan dibuang begitu saja ke anak sungai di wilayah Kelurahan Perumnas Rahma. Sutrisno (45) salah seorang pengemudi motor yang melintas […]

expand_less