Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Diduga Mau Lolos PPK di Musirawas Setor Rp15 juta Hingga Rp20 Juta, KPU Membantah

Diduga Mau Lolos PPK di Musirawas Setor Rp15 juta Hingga Rp20 Juta, KPU Membantah

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
  • visibility 61

MUSIRAWAS – Untuk lolos menjadi badan adhoc PPK Kabupaten Musi Rawas diduga harus membayar mahar sebesar Rp 15  juta bahkan ada yang sampai Rp 20 juta.

Informasi ini semakin mencuat beredar dari mulut oknum peserta tes menjelang pengumuman penetapan calon anggota PPK terpilih, Rabu (15/5).

“Awalnya Saya sudah menyetor Rp 15 Juta, tapi dipinta lagi Rp 3 Juta,” kata salah seorang peserta asal Kecamatan Tuah Negeri yang lulus dari seleksi perekrutan tersebut.

Sementara salah seorang peserta lainnya mengaku hanya dimintai Rp 15 juta oleh oknum komisioner yang bisa meloloskannya.

“Usai lulus CAT  Saya menghubungi salah satu komisioner KPU Musi Rawas, Saya diminta menyiapkan uang Rp 15 juta,” kata sumber di lapangan menirukan perkataan salah seorang peserta yang diminta uang tadi.

Awalnya kata sumber tadi, calon PPK tersebut mengaku ragu untuk  menyanggupi permintaan sebesar itu, namun akhirnya disanggupi. Karena komisioner KPU Musi Rawas menjanjikan
saat perekrutan PPS nanti akan membantu kelolosan setiap calon PPS yang direkrut  PPK dengan mahar  Rp 3 Juta setor ke KPU. Sementara PPK yang merekrut  bisa mematok ke calon PPS Rp 4 sampai Rp 5 Juta.

“Kan lumayan jika bisa rekrut 5 orang saja, sudah bisa memperkecil modal yang sudah diberikan kepada oknum komisioner tadi,” kata sumber itu lagi.

Dia juga mengatakan, bahkan ada salah seorang  calon PPK di Tuah Negeri ini sanggup bayar Rp 20 Juta ,agar bisa lolos jadi PPK.

Sementara salah seorang peserta Firmansyah, ketika dihubungi mengaku dirinya juga mendengar informasi adanya permainan uang dalam perekrutan  PPK di Musi Rawas ini.

“Dari awal saya sudah mendengar informasi terkait mahar PPK. Waktu awal awal informasinya hanya Rp 10 sampai Rp 15 Juta untuk PPK dan Rp 3 Juta untuk PPS,” katanya.

Namun jelas Firman, dirinya tidak begitu tertarik terkait adanya informasi mahar tersebut. Sebab tidak sesuai dengan apa yang bakal diterima ketika mejadi PPK nanti.

“Dengan masa kerja yang hanya Delapan bulan dikalikan gaji hanya Rp 2, 5 juta, artinya kita makan duit kita sendiri jika harus membayar sebesar itu. Bagi kawan kawan yang mau ya silahkan, kalau saya tidak mau,” jelasnya.

Penasaran dengan informasi adanya mahar tersebut, Firman menghubungi komisoner KPU Mura divisi SDM dan Parmas,Yogi.

“Awalnya saya minta bantu agar bisa lolos PPK, tapi dijawabnya tidak bisa karena dia harus mengakomodir rekomendasi dari salah satu partai,” katanya.

Kemudian Yogi menyarankan kepada Firman agar langsung meminta bantuan ketua KPU Musi Rawas.

“Kakak pastikan bae dengan ketua, siapkan alakadarnya saja kak, tidak nak seperti yang lain,” ujar Firman menirukan ucapan Yogi.

Firman juga mengakui dirinya sudah tahu bahwa calon PPK yang sudah dipastikan lulus ini sudah bergerilya ke desa desa mencari calon anggota PPS dengan mahar Rp 3 juta untuk setoran ke KPU, selebihnya untuk PPK yang merekrut.

“Saya dengar sendiri ada salah satu peserta PPS yang mengaku diminta Rp 4 juta oleh PPK yang pasti lulus tersebut,” katanya

Informasi perekrutan PPK tidak mengutamakan kualitas dan profesionalitas ini nampak juga dari tes wawancara yang diselenggarakan KPU Musi Rawas jelas Firman.

Sebab pertanyaan oleh penguji kepada sebagian peserta dinilai tidak berbobot, bahkan ada pertanyaan yang tidak ada  sangkut pautnya sama sekali dengan keilmuan, pengalaman dan wawasan terkait Pilkada.

“Saya dengar dari teman teman peserta, saat tes wawancara ada yang hanya diajak bercerita, ada juga penguji yang bertanya wani Piro,” katanya.

Ketua KPU Musirawas, Ania Trisna dihubungi via whatsapp tak ada jawaban. Sedangkan anggota KPU Divisi SDM dan Parmas Yogi, saat dihubungi sore Jumat (17/5/2024) menyampaikan bahwa pada proses penerimaan PPK tidak pernah ada iuran atau pungutan atau sebutan lain. Semua proses rekrutmen dilakukan dengan benar.

“Sekali lagi, tidak ada mahar atau sebutan lain dalam proses ini,” tulisnya dalam whatsapp yang dikirim ke jurnalindependen.com. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana, Disdukcapil Mura Buka Pelayanan Hari Sabtu

    • calendar_month Ming, 3 Jun 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Untuk mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat serta untuk menyukseskan Pilkada dan Pileg dan Pilpres, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terhitung minggu pertama Bulan Juni 2018, tetap membuka pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) setiap hari Sabtu. Kepala Disdukcapil Mura, Y Mori,SH mengungkapkan pada layanan yang pertama kali dilaksanakan, Sabtu, (02/06/2018), pihaknya menerima layanan […]

  • Masalah Pembebasan Lahan Sp 4 SP Periuk, Nobel : Yang Sengketa Internal Keluarga

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Rencana proyek jalan simpang empat di Simpang Periuk Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau akan dibangun tahun depan. Memang tadinya lahan tersebut bersengketa, namun sengketa tersebut internal keluarga ahli waris, harga ganti rugi sepakat tetapi pembagian diantara mereka yang tidak cocok, akhirnya kita titipkan ganti rugi di Pengadilan, sebelum mereka menyelesaikan perselisihan. Demikian […]

  • Curi Motor Petani, Tekirin Babak Belur Dihajar Massa

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Apes menimpa Tamrin alias Tekirin (38) satu dari tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Betapa tidak, belumlah sempat kabur jauh usai menggasak unit sepeda motor milik seorang petani warga Desa Rejosari Kecamatan Purwodadi yang diparkir pinggir jalan. Pria kawanan spesialis curanmor asal Desa babat, Kecamatan STL Ulu terawas tak berkutik babak […]

  • Ketua TP PKK Mura Promosikan Wisata Curug Panjang

    • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Keindahan, Kealamaian dan Potensi Wisata Air Terjun Curug Panjang, Desa Durian Remuk, Muara Beliti membuat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas, dr Hj Noviar Marlina Gunawan jatuh hati. Melalui akun Instagramnya @novihendragunawan ikut mempromosikan salah satu wisata andalan di daerah yang dipimpin oleh H Hendra Gunawan ini. Tak sebatas sampai disitu, […]

  • Bupati Hadiri Lokakarya STP BATAN 2018

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Bogor – Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan menghadiri pembukaan Lokakarya Science and Technology Park (STP) Badan Teknologi Atom Nasional (BATAN) tahun 2018 yang dilaksanakan di Hotel Santika Bogor Jawa Barat, Jum’at (21/12/2018) yang mengangkat tema tentang Agro Techno Park (ATP) dan National Science Techno Park (NSTP) ‘’ Science Techno Park BATAN Penggerak Ekonomi Rakyat’’. […]

  • Demi Menyukseskan Pilkada Musi Rawas,Bupati Ratna Machmud Gelar Dzikir dan Doa Bersama

    Demi Menyukseskan Pilkada Musi Rawas,Bupati Ratna Machmud Gelar Dzikir dan Doa Bersama

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud Dzikir dan Doa Bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Alim Ulama Kabupaten Musi Rawas, di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, Senin (25/11/2024). Ratna Machmud mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Alim Ulama atas terselenggaranya acara dzikir […]

expand_less