Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Dampak Kemarau, 1.016 Warga Mura Tejangkit ISPA

Dampak Kemarau, 1.016 Warga Mura Tejangkit ISPA

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
  • visibility 144

MUSI RAWAS – | Dampak besar musim kemarau dirasakan seluruh daerah hingga ganggu kesehatan masyarakat.

Sama halnya, dirasakan warga di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Akibat kemarau identik cuaca panas disertai meningkatnya populasi udara, sudah 1.016 jiwa warga terjangkit penyakit gangguan saluran pernapasan akut (ISPA).

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura, Hj Mipta Hullumi melalui Kabid P2P, Edwar ketika dibicangi sejumlah wartawan diruang kerjanya, Rabu (11/09) siang.

Dikatakannya, hasil evaluasi menindaklanjuti laporan masing-masing petugas medis Puskesmas, kondisi terakhir gangguan penyakit yang paling banyak di musim kemarau adalah ISPA.

ISPA terpantau mengalami peningkatan mulai dari bulan Juni 2019 terdata 624 pasien, kemudian di bulan Juli 2019 meningkat menjadi 1.016 pasien.

“Salah satu menjadi faktor ISPA karena pengaruh musim kemarau, tidak turun hujan hingga cuaca jadi panas, yang kemudian meningkatnya populasi udara berupa debu.

Nah, dampaknya ISPA terjadi peningkatan dari Juni ke Juli. Sedangkan, bulan Agustus belum dilakukan perekapan,” terangnya.

Lebih jauh, Edwar sapaan akrabnya menyebutkan terjangkitnya ISPA rata-rata kebanyakan penderita usia balita. Namun, ada sebagian lagi usia remaja dan dewasa. Yang mana, dari 1.016 pasien terdiri 505 laki-laki dan 511 pasien perempuan.

“Sedangkan, jumlah pasien semuanya berasal dari Puskesmas C Nawangsasi 59, O Mangun Harjo 8, Sumber Harta 40. Kemudian, Megang Sakti 81, Kelingi IV C 168, Jayaloka 25, Muara Kelingi 165, Air Beliti 83, Muara Lakitan 57 pasien, BTS Ulu (Cecar) 208, Selangit 43, Muara Kati 41 dan Pian Raya 38,” bebernya.

Kalau dilihat dari data pasien di puskesmas, yang paling banyak yakni di Puskesmas BTS Ulu (Cecar) berjumlah 208 pasien, tambahnya.

Tidak hanya itu, dalam permasalahan tersebut Dinkes telah berupaya melakukan sosialisasi melalui pegawai di puskesmas, yakni dengan menggalakkan prilaku hidup sehat.

Bersama juga, kewaspadaan terhadap gangguan ISPA, serta menghimbau sekaligus mengarahkan agar warga apabila ada genjala-gejala gangguan ISPA untuk segera datang ke Polindes, Puskesmas guna menanggulangi gangguan ISPA.

“Kami telah melakukan sosialisasi kewaspadaan gangguan ISPA ke puskesmas dan kepada warga untuk menerapkan prilaku hidup sehat,” katanya.

Disinggung adakah upaya atau program pembangian masker kepada warga.

Edward menjelaskan, penanganan ISPA setiap tahun salah satunya pembagian masker ke masyarakat.

“Langkah nyata, jika memang sudah dalam resiko tinggi. Misalnya jika terjadi Karhutla besar, maka kita akan siapkan logistik bagikan masker ke warga masyarakat,” tukasnya. | NRD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Peningkatan Jalan S. Bunut-Pangkalan Tarum-SP8 Diduga Bermasalah

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Musi Rawas — Sesuai informasi yang didapat dari masyarakat kec. BTS Ulu Cecar yang disampaikan melalui Darwin (45),Jumat (27/02/2014) bahwa pada Tahun Anggaran 2014, Dinas Pekerjaan Umum kab. Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan,menganggarkan Dana sebesar lebih kurang Rp 6.994.539.000,- untuk kegiatan Peningkatan Jalan Sungai Bunut- Pangkalan Tarum- SP 8 Trijaya dengan sasaran Peningkatan Jalan Sungai Bunut […]

  • Bupati Minta Pj Sekda Segera Susun Kebijakan dan Bina OPD

    • calendar_month Sel, 8 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Mura, Hj Ratna Machmud minta Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru dilantik untuk dapat mengemban amanah untuk menyelesaikan tanggung jawab menyusun kebijakan dan membina hubungan bersama dinas dengan baik dan dapat memberi pelayanan untuk masyarakat yang lebih baik demi mewujudkan Musi Rawas Mantab. “Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada […]

  • Pemerintah tak Bisa Batasi Penggunaan Antisadap

    • calendar_month Jum, 25 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAKARTA–Awal pekan lalu, sebuah perusahaan di Serpong memperkenalkan alat teknologi antisadap. Teknologi ini ditengarai berpotensi mempersulit kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan penyadapan untuk pengusutan kasus korupsi. Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda mengatakan, teknologi antisadap merupakan tantangan baru bagi penegak hukum. “Namun, pemerintah tak bisa membatasi penggunaan alat antisadap itu,” […]

  • Pemkab Mura Siap Ikuti Arahan Presiden Mengenai 3 Poin Sasaran Tahun ini

    Pemkab Mura Siap Ikuti Arahan Presiden Mengenai 3 Poin Sasaran Tahun ini

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Macmud menghadiri langsung pengarahan Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo pada Kamis (29/09/2022) di ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center. Ada tiga poin dalam pengarahan Presiden Joko Widodo tersebut. Diantaranya mengenai pengendalian inflasi di daerah, tindak lanjut aksi afirmasi bangga buatan Indonesia dan pembahasan mengenai pensasaran percepatan […]

  • Revisi UU Narkotika Jadi Prioritas

    • calendar_month Kam, 22 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    ANGGOTA Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil menilai pemerintah harus memprioritaskan pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Narkotika dan Psikotoprika. Maraknya ancaman narkoba salah  satunya munculnya jenis-janis narkotika yang baru sudah menjadi ancaman bangsa dan negara dan sudah sepatutnya perlu adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur. “Selain itu juga kita temukan bahwa zat-zat psikotoprika ternyata ada yang […]

  • Penguatan Fungsi Ombudsman Optimalkan Pelayanan Publik

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    SEJALAN dengan reformasi birokrasi serta peningkatan pelayanan publik yang digaungkan pemerintah, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memiliki tugas salah satunya untuk memastikan dan mengawal sejauh mana kedua target pemerintah itu terwujud. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron saat memimpin Kunjungan Spesifik (Kunspek) ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (18/10). Pada kunspek tersebut, […]

expand_less