Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Asian Games 2018, Pertamina Dukung Pemakaian BBM Berstandar Euro 4

Asian Games 2018, Pertamina Dukung Pemakaian BBM Berstandar Euro 4

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
  • visibility 37

JAKARTA – PT.Pertamina (persero) siap mendukung imbauan pemerintah agar masyakarakat beralih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) setara dengan Euro 4 yang akan dimulai pada Mei 2018 di wilayah Jabodetabek, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Banyuwangi, Bali, Bandung dan Labuan Bajo.

Hal tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan Asian Games Agustus 2018 dan Pertemuan IMF Oktober 2018.

“Kami sudah sejak lama menyiapkan BBM berkualitas yang setara dengan Euro 4, yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan,” kata Manager External Communication PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita pada acara Obrolan Ringan Otomotif (Bro Ringgo) bertemakan “Mitos dan Fakta, Seputar BBM dan Pelumas” yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) bekerjasama dengan Pertamina di Roofpark Cafe, Bogor, Senin (26/3/2018).

Imbauan penggunaan BBM sesuai standar Euro 4 tersebut dimaksudkan untuk menjamin kenyamanan para atlet dan tamu dari negara-negara lain di kedua event internasional, Asian Games dan Pertemuan IMF.

Arya mengungkapkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan fakta, beberapa kota besar di Tanah Air memiliki kualitas udara yang sudah melampaui ambang batas baku mutu udara yang sehat.

Kota Jakarta misalnya pada periode Januari 2017-Januari 2018, kualitas udaranya mencapai 35 ug/m3, sudah melampaui standar WHO 25 ug/m3. Penyebab utamanya adalah gas buang kendaraan bermotor dengan mesin yang menggunakan BBM berkualitas rendah.

Menurut Arya, penyiapan BBM setara Euro 4 sesuai peraturan akan berlangsung secara bertahap di Indonesia. Dan sudah pasti, ketersediaan dan distribusi BBM yang berkualitas akan berdampak positif bagi kepentingan produksi dan daya saing industri otomotif nasional.

“BBM berkualitas dan ramah lingkungan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, apalagi produsen otomotif telah mensyaratkan BBM berkualitas tinggi dengan oktan 92 untuk kendaraan di atas tahun 2010″.

Pertamax series yang diproduksi Pertamina memiliki tiga keunggulan yaitu Pertama, detergensi, yang berfungsi untuk membersihkan deposit sulfur yang berada di dalam mesin, demulsifier yang bersifat untuk menghindari kandungan air dalam BBM dan corrotion inhibitor yaitu untuk mencegah karat pada mesin.

“Dengan keunggulan tersebut, mesin menjadi lebih bersih dan umur kendaraan menjadi lebih awet”.

Kedua, anti knocking karena suara mesin lebih halus. Ketiga, pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga konsumsi BBM bisa lebih irit.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) KLHK No 20 tahun 2017, BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan akan menjadi pilihan masyarakat. Penyediaan BBM berkualitas merupakan komitmen Pertamina dalam menekan pencemaran udara dan menjamin efisiensi kendaraan,” tegasnya.(bisnis.com)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sumsel Rekomendasi Hentikan Sementara Angkutan Batu Bara

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Komisi IV DPRD Sumatera Selatan merekomendasikan usulan untuk menghentikan sementara aktivitas angkutan sungai khususnya batu bara yang melewati Sungai Musi. Post Views: 287

  • Bupati Nonaktif Yan Anton Ferdian divonis Enam Tahun Penjara

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Bupati nonaktif Banyuasin Yan Anton Ferdian divonis hukuman enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis. Yan Anton mendengarkan pembacaan vonis yang dibacakan secara bergantian oleh anggota majelis hakim terdiri atas Arifin, Haridi dan Paluko di ruang sidang Pengadilan Tipikor dengan didampingi penasihat […]

  • Hutan Kawasan Banyak Ditanami Sawit Diduga Tanpa Izin

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Pembukaan lahan diduga tanpa izin dihutan kawasan Benakat Semangus diwilayah Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih terus berlangsung. Larangan penanaman tanaman keras seperti kelapa sawit tidak juga diindahkan oleh pemilik perkebunan. Dampaknya masyarakat tidak bisa memanfaatkan hutan kawasan tersebut untuk ditanami karet. Tidak itu saja masyarakat juga mempertanyakan siapa yang memberi  izin perkebunan […]

  • Bupati H2G Resmikan Taman Hutan Kota ‘Pelangi’ Kabupaten Musi Rawas

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS -| Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan (H2G) meresmikan Taman Hutan Kota Pelangi yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mura. Senin (29/07) Kawasan Agropolitan Center Lingkungan Pemkab Musi Rawas. Peresmian hutan kota, Bupati didampingi oleh Ketua TP PKK Musi Rawas Hj Noviar Marlina Gunawan, Sekda Mura EC Priskodesi, Kapolres Mura, […]

  • Presiden Promosi Transformasi Ekonomi Digital kepada CEO Selandia Baru

    • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tengah bertransformasi. Setelah sekian lama ekonomi bergantung pada ekspor komoditi mentah, kini ekonomi Indonesia berjalan mengikuti tren, seiring dengan bangkitnya ekonomi digital dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah. “Dan untuk menunjang transformasi ekonomi itu, pemerintahan saya serius untuk mewujudkan reformasi fundamental ekonomi,” kata Presiden dalam pertemuan dengan para […]

  • Pengamat : Perpecahan di Tubuh PPP Bisa Terjegal Saat Pilkada

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA–Perpecahan yang masih terjadi di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menjadi masalah dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2016 mendatang. “Nanti salah satu persyaratannya (calon kepala daerah) walaupun tanda tangan adalah ketua dan sekretaris pada level masing-masing, dalam hal ini DPD I dan II atau DPW dan DPC, tapi tetap di situ […]

expand_less