Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Antara Psikoanalisis dan Hipnoanalisis

Antara Psikoanalisis dan Hipnoanalisis

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
  • visibility 61

MENGAPA HIPNOANALISIS?
Pentingnya mempelajari dan mempraktikkan hipnoanalisis

Muhammad Fakhrun Siraj

Tepat bulan September 2021 ini, saya sudah tiga tahun mengajar psikoanalisis di Magister Psikologi Profesi di sebuah kampus swasta ternama Surabaya. Dalam kehidupan kampus, saya dikenal sebagai “orang yang sangat psikologis”, menolak pragmatisme dalam psikoterapi, dan mengkampanyekan kesehatan mental sebagai gaya hidup berkesadaran.

Mengetahui bahwa kemarin saya baru saja dikukuhkan sebagai Trainer Hipnosis dan Hipnoterapi berlisensi IHC dan PKHI, tampaknya memancing perhatian dari dosen-dosen senior.

“Bukankah Pak Fakhrun seharusnya kontra dengan mereka? Penelitian mereka mengejek efektivitas psikoanalisis hanya 30an% setelah ratusan sesi,” tanya seorang dosen.

Saya tersenyum dan menjawab, “Data itu benar adanya. Persisnya 38% untuk 600 sesi psikoanalisis. Ya, begitulah adanya.”

Mereka menatap keheranan, “Jadi benar psikoanalisis tidak efektif?”

“Oh bukan itu maksudnya. Survey yang dilakukan Alfred Barrios hanya memperbandingkan jumlah sesi dan kecepatan pemulihan antara hipnoterapi, terapi perilaku, dan psikoanalisis. Bukan memperbandingkan efektivitasnya,” jawab saya.

Saya pun melanjutkan penjelasan bahwa survey Barrios itu tidak imbang dari segi populasi yang ditangani masing-masing terapi, tidak jelas juga apa saja keluhan dari klien. Psikoanalisis banyak menangani gangguan kepribadian, sementara hipnoterapi cenderung pada masalah cara berpikir. Itu jelas dua variabel yang sangat berbeda. Survey Barrios tidak apple-to-apple . Dan yang paling penting, itu adalah data tahun 1970. Jangan berpikir bahwa apa yang dulu bisa menyembuhkan, sekarang masih bisa berlaku. Faktanya, sebagian besar terapi yang dulunya efektif, sekarang sedang terjun bebas.

Penelitian yang benar-benar sebanding untuk meninjau efektivitas terapi baru dilakukan tahun 2015 kemarin. Mulai dari psikofarmakoterapi, terapi hipnosis, terapi perilaku-kognitif, psikologi klinis, hingga psikoanalisis, diperbandingkan tingkat efektivitasnya dalam menangani kasus depresi kronis. Hasilnya, hanya psikoanalisis yang efektivitasnya permanen. Seluruh terapi lainnya dapat membantu namun efeknya hanya bertahan lima bulan setelah terapi diakhiri.

“Lalu mengapa Pak Fakhrun masuk ke hipnosis?,” sahut mereka.

“Ada yang namanya hipnoanalisis. Ini adalah pendekatan terapi yang sangat cantik dan elegan, paduan antara hipnosis dan psikoanalisis. Hebatnya lagi, hipnoanalisis memiliki efek permanen seperti psikoanalisis, namun dengan jumlah sesi yang lebih sedikit,” jawab saya.

Seorang dosen mengatakan, “Ya, saya pernah mendengar hipnoanalisis. Seperti Adi W. Gunawan itu kan ya?”

Dengan lugas saya katakan, “Tidak. Pak Adi berpikir itu hipnoanalisis, padahal bukan sama sekali. Apa yang dia jelaskan adalah terapi regresi dan itu bukan hipnoanalisis. Terapi regresi itu masih bagian dari hipnoterapi. Klien dibawa ke masa lalu, mengingat pengalaman traumatis, lalu diedukasi ulang. Itu hipnoterapi, bukan hipnoanalisis.”

“Lalu bagaimana hipnoanalisis bekerja?”

Saya mulai menjelaskan, “Sama dengan psikoanalisis, namun menggunakan hipnosis. Salah satu tekniknya adalah induksi mimpi. Klien dihipnosis kemudian disugestikan untuk tidur dan bermimpi selama kurang lebih 10 menit. Mimpi yang muncul kemudian diekspresikan secara otomatis, entah melalui tulisan, gambaran, permainan, drama, atau bisa juga asosiasi bebas. Mimpi ini kemudian ditafsirkan dengan serangkaian metode untuk menumbuhkan kesadaran terhadap gangguan yang dialaminya. Bukan sugesti yang menyembuhkan, tapi interpretasi yang merangsang kesadaran, itu yang menyembuhkan.”

Saya menambahkan, “Terapi regresi dan hipnoanalisis juga berbeda dari segi teori. Yang sudah lihat Live Instagramnya dr. Ryu Hasan, dia mengatakan hipnosis itu bohong, ingatan di masa lalu tidak bisa diangkat kembali, apalagi ingatan sebelum kehidupan ( past-life ). Itu kritik untuk terapi regresi dari tahun 1950an. Hipnoanalisis justru melampaui semua kritik itu. Dasar ilmiah teorinya lebih mapan, dan tekniknya lebih kukuh.”

Seorang profesor yang diam-diam mendengarkan perbincangan kami menimpali, “Jika pendekatan itu [hipnoanalisis] diterima dan dipraktikkan oleh mereka [juru hipnotis dan hipnoterapi], kita akan menemukan saingan yang sepadan!”

“Mungkin kalian harus bersiap-siap dari sekarang karena dalam waktu dekat saya menyiapkan pelatihan khusus untuk mereka,” tutup saya.

Muhammad Fakhrun Siraj

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musuh Utama Pilkada Harus Diatasi

    • calendar_month Jum, 23 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pilkada serentak yang akan dihelat tahun ini menghadapi banyak tantangan krusial. Kualitas Pilkada pun menjadi taruhan. Kualitas para pemimpin daerah yang kelak akan bermunculan ditentukan pula dari kontestasi Pilkada serentak yang berkualitas. Demikian mengemuka dalam diskusi publik di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (23/2/2018), bertajuk “Pilkada Serentak dan Pemilu, Pemilih Berdaulat […]

  • Nodai Kebersihan, Wako Palembang Diminta LSM Cabut Izin PIM

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Palembang, Jurnalindependen.com – Jerih Payah Walikota Palembang Harnojoyo dalam menjaga kebersihan kali ini dinodai dan dihina oleh Perbuatan Manajemen Palembang Indah Mall (PIM). LSM LSM yang tergabung dalam Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat Sumatera Selatan (GABLSM), meminta Walikota Palembang untuk mencabut izin izin operasional Palembang Indah Mall dan melakukan evaluasi jabatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) […]

  • Raperda Ekosistem Gambut Masuk Prolegda Sumsel

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut masuk dalam program pembentukan perda Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018. Ketua Badan Pembentukan Perda Provinsi DPRD Sumsel, Fahlevi Maizano di Palembang, Senin mengatakan, berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah beserta perubahannya, UU no 17 tahun 2014 tentang majelis permusyawaratan rakyat, dewan […]

  • Presiden Jokowi Kenalkan Terobosan KJA Lepas Pantai kepada Nelayan

    • calendar_month Sel, 8 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KERAMBA jaring apung (KJA) lepas pantai merupakan suatu teknik dan pemanfaatan teknologi budidaya ikan yang saat ini sedang diujicobakan pemerintah di sejumlah titik. Saat ini, KJA sudah dibangun di lepas pantai Pangandaran, Karimunjawa, dan Sabang. Presiden Joko Widodo secara sekilas memperkenalkan teknologi tersebut kepada para nelayan yang hadir bersilaturahmi di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, […]

  • Program Unggulan Biogas Desa G1 Mataram Optimis ke Tingkat Nasional

    • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik diantaranya, kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga). Kandungan utama dalam Biogas adalah Metana, dan Karbon dioksida, demikian penyampaian Kepala Desa (Kades) G1Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kusharyanto pada Evaluasi Perkembangan Desa dihadapan Tim Evaluasi Pemkab Musi Rawas, Senin (19/03). […]

  • Kunker di Mura, Herman Deru Janjikan Perbaiki Jembatan Besi di Sukakarya

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru (HD) mengatakan akses Jembatan Besi diwilayah Tambang Minyak Bumi di Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kabupaten Musi Rawas segera diperbaiki. “Jembatan Lapis besi itu akan diperbaiki pada tahun 2021,” ucapnya pada Media, Ahad (30/08) saat kunjungan kerja meresmikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan […]

expand_less