Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Temukan Celah Terkait BSM di Kemenag

KPK Temukan Celah Terkait BSM di Kemenag

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 5 Nov 2015
  • visibility 133

JAKARTA — KPK menemukan celah dalam sistem sarana dan prasarana pendidikan dan bantuan siswa miskin (BSM) yang berada di bawah Kementerian Agama.

“Kami lagi-lagi menemukan banyak hal yang bisa disampaikan dalam rangka memperbaiki kinerja tata kelola di bidang program sarana dan prasarana dan bantuan siswa miskin (BSM),” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Kamis (05/11).

Temuan yang dimaksud itu di antaranya berupa pemberian bantuan belum didasari perencanaan sempurna, mekanisme pengajuan proposal belum sesuai dengan ‘good governance’, kriteria pemberian bantuan belum transparan, data pemberian bantuan belum terklarifikasi dengan baik, petunjuk teknis direktorat pondok pesantren belum optimal, katanya.

Konferensi pers tersebut dilakukan bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Irjen Kemenag M Jassin dan tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPK.

“Jadi memang sejak perencanaan belum terdesain dengan baik. Kita (KPK) hadir untuk percepatan, pendekatannya lebih heboh, perlu orang luar yang bicara dalam konteks itu. Prinsipnya keberadaan KPK sebagai pihak eksternal yang punya unsur penindakan akan lebih didengar oleh aparatur di daerah. Bahkan kami tawarkan kalau Rakernas ada kami hadir, atau bila ada terkait kementerian lain kami tawarkan menjembatani kalau ada persoalan,” tambah Pandu.

Padahal total anggaran dana pendidikan di bawah Kementerian Agama mencapai Rp 43 triliun untuk 72 ribu satuan pendidikan dan 4.510 satuan kerja.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa Kemenag memang memerlukan pandangan dari pihak lain termasuk KPK.

“KPK punya pengetahuan dalam upaya pembangunan sistem transparan dan akuntabel, jadi tata kelola pencairan dana pendidikan bisa tepat guna dan betul kepada sasaran yang diharapkan. Sekarang ini kami sedang berproses dalam membangun sistem bagiamana tata kelola semakin baik, sistem informasi berbasis Informasi Teknologi (IT) yang jadi persyaratan terwujudnya transparasi dan penanganan pengaduan masyarakat kita benahi, temuan-temuan itu harapannya bisa kita tindak lanjuti,” kata Lukman.

Tindak lanjut dari pertemuan tersebut adalah 1 bulan ke depan akan disusun rencana aksi antara Kemenag, KPK dan kementerian/lembaga terkait lainnya.

“Tindak lanjutnya, 1 bulan setelah ini kami akan menyusun rencana aksi hal-hal apa saja yang dilakukan sehingga ke depan sistem di Kemenag akan lebih baik dan terhindar dari manipulatif atau koruptif,” ungkap Lukman.

Contoh perbaikan sistem antara lain adalah perbaikan mekanisme pengajuan proposal pendirian sekolah.

“Mimpi kami adalah agar ada sistem yang bisa diakses semua pihak, terkait persyaratan siapa yang bisa mengajukan, syaratnya apa saja, mekanismenya apa saja, kapan waktu diajukan, kapan batas akhir pendaftaran, berapa nominal bisa didapat, siapa yang mendapatkan, apa saja kualifikasi, semua masyarakat harus tahu dana negara betul-betul kembali ke rakyat,” ungkap Lukman.

Ia menilai bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mustahil meski sulit karena banyaknya satuan kerja dan cakupan kerja yang luas. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Diminta Terbuka Sampaikan ‘Roadmap’ Pemindahan Ibu Kota

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menyambut dengan positif niat baik Presiden memindahkan ibu kota. Namun, Ia minta Pemerintah secara terbuka menyampaikan roadmap serta anggaran yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota ke Provinsi Kalimantan Timur ini.  “Presiden menyampaikan anggaran pemindahan sebesar Rp 466 triliun dan 19 persen menggunakan APBN. Seyogyanya, karena  ada anggaran […]

  • Kapolres Imbau Masyarakat Jaga Suasana Kondusif Pilkada Musi Rawas 2015

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada Musi Rawas tahun 2015, Kapolres Musi Rawas, AKBP Herwansyah Saidi, menghimbau pemda, penyelenggara serta stakeholder lainnya agar dapat secara bersama menjaga suasana kondusif pilkada. “Kami menghimbau agar kita semua dapat menjaga suasana kondusif hingga pelantikan bupati terpilih. Siapapun yang terpilih itulah yang terbaik,” ungkap Kapolres saat memberikan kata […]

  • Polres Musi Rawas Gagalkan Penyelundupan 2,5 Ton Minyak Ilegal

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Tim buru sergap (Buser) Satreskrim Polres Mura, gagalkan penyelundupan minyak ilegal meringkus Wawen Muzahari alias Wawen (36) warga Kelurahan Lakitan, Kecamatan Muara Lakiran Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pria keseharian sopir mobil pick up, diborgol usai dirinya kedapatan mengangkut puluhanan dirigent berisi 2,5 ton minyak mentah melintas diruas jalan lintas (Jalin) Mura-Lubuklinggau, […]

  • Kapolsek Tugumulyo : Jangan Percaya Berita Hoax

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Polisi Sektor Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan menggelar acara silaturahmi dengan unsur tripika Kecamatan Tugumulyo, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat, Sabtu,(24/02). Silaturahmi tersebut dalam rangka sinergitas Polri dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Kapolsek Tugumulyo AKP Dedi Purma Jaya, mengatakan, dalam kegiatan […]

  • Satu Lagi Proyek ‘Siluman’ Dishut Mura di Lahan Griya Silampari Indah

    • calendar_month Sel, 1 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Satu lagi proyek ‘siluman’ Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas dikerjakan dikawasan dekat Perkantoran Agropolitan Center Muara Beliti. Dari awal pengerjaan hingga selesai tidak ditempel papan merek tentang proyek yang dikerjakan. Diduga proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kehutanan dengan pengerjaan penanaman tanaman hutan untuk penghijauan berupa Damar, Ketapang, Saga, Kenari, dan […]

  • Kapolres Terjunkan Anggota Imbau Masyarakat Waspada Paham Radikalisme

    • calendar_month Kam, 12 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS- Saat ini bahaya radikalisme dan terorisme di Indonesia sudah semakin tampak. Meskipun Indonesia terletak jauh dari Timur Tengah, namun negara ini sudah sering mengalami serangkaian aksi radikalisme dan terorisme yang menewaskan lebih dari ratusan orang. Sebut saja peristiwa yang bisa dikatakan belum lama terjadi, Tragedi Bom Panci dan Bom Kampung Melayu pada 2017 lalu. […]

expand_less