Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » KUA PPAS MURA Lambat Disahkan DPRD Salahkan Eksekutif

KUA PPAS MURA Lambat Disahkan DPRD Salahkan Eksekutif

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
  • visibility 107

MUSI RAWAS – Enam kali pengesahan tertunda dan berjalan alot antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas selaku Eksekutif saat mengajukan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Senin (12/11/2018)

Rapat pengesahan KUA PPAS yang dilakukan secara tertutup di gedung paripurna menjadi perhatian awak media. Seusai rapat, Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas Yudi Pratama, membantah alotnya pengesahan KUA PPAS disebabkan adanya deal tertentu antara Legislatif dan eksekutif.

“Saya katakan bahwa Legislatif tidak pernah menunda pekerjaan. Semestinya dalam 60 hari kalender pengesahan KUA PPAS sudah kita selesaikan bersama dibulan September,” katanya.

Menurut Yudi, keterlambatan pengesahan KUA PPAS ini bukan dari legislatif tetapi dari pihak eksekutif. Kita tidak bisa mengesahkan KUA PPAS begitu saja, satu persatu harus dilihat secara rinci dan kita kaji secara teliti. Inilah fungsi bugeting legislatif untuk melakukan pengawasan.

”Kami lihat dulu ajuannya apakah sudah sesuaai kaidah aturan atau tidak. Jika tidak sesuai kita tolak karena ini menyangkut kepentingan rakyat,” ujarnya.

Yudi menambahkan, mengenai aspirasi anggota dewan jangan disalah artikan, DPR memiliki Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dikenal sebagai dana aspirasi. Adapun alasan diusulkan Dana Aspirasi DPR ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan dan percepatan turunnya dana pembangunan ke daerah atau wilayah Dapil masing-masing.

“Aturannya ada, aspirasi itu ada di dinas tidak ada satupun anggota DPR yang main proyek. Silahkan cek jika ada atas nama anggota dewan maka akan kita bawa ke Badan Kehormatan (BK) DPRD,” tegasnya.

Pendapat berbeda disampaikan Andy Lala, selaku aktivis. Menurutnya dengan adanya dana Aspirasi DPR belum tentu bisa menjamin kesejahteraan rakyat.

“Bisa saja rakyat tidak merasakan sejahtera sebab dana aspirasi tidak langsung kemasyarakat tetapi harus melalui pihak-pihak lain. Apal lagi dana Aspirasi yang diberikan itu tidak tepat sasaran”, kitiknya. (Camiel-suararakyatdaerah.net)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Jumat, Bupati Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan imbau masyarakat mewaspadai bencana yang sering terjadi pada musim kemarau, seperti kebakaran. “Kebakaran Lahan dan Hutan maupun pemukiman sangat rawan terjadi saat musim kemarau, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati, baik dalam membakar sampah sampai membuang puntung rokok jangan sembarangan. Kita berupaya menghindari terjadinya hal-hal yang […]

  • Sukses Kelola DD, Ponggok Jadi Desa Percontohan

    • calendar_month Jum, 23 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    KLATEN – Anggota Komisi XI DPR RI Fathan mengapresiasi keberhasilan Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polonharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sukses dalam mengelola dana desa dengan memanfaatkan potensi alam. “Dana desanya mereka gunakan untuk membangun tempat wisata Umbul Ponggok yang tadi kita tinjau. Wisata itu dibangun karena desa ini memiliki potensi air yang berlimpah, dulu tidak […]

  • Syafii Efendi : Nikah Muda, Nikah Kaya Tanpa Pacaran, Kenapa Tidak?

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Syafii Effendi pembicara Nasional, Trainer dan Motivator Muda terkemuka di Indonesia melarang pacaran. Alasan ini dikemukakan karena pacaran dapat menghambat fokus menuju sukses. “Budaya pacaran sering dipertontonkan di TV, Youtube dan dari sumber lain. Secara tidak sadar ini merusak fokus kemandirian kita. Demikian juga musik-musik yang kita dengar, secara tidak sadar masuk […]

  • KPK Terus Didorong Selesaikan Kasus BLBI

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus didorong untuk dapat menyelesaikan secara tuntas kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Penyelamatan aset kredit eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebesar Rp 3,06 triliun bergantung pada penyelesaian menyeluruh terhadap kasus ini. “KPK seperti maju-mundur. Kuncinya padahal ada di KPK. Beberapa pihak sudah mereka panggil tapi terus tidak […]

  • Edhy Prabowo Silaturahmi Dengar Pendapat dengan Warga di Karyadadi

    • calendar_month Rab, 11 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, adakan acara silaturahmi dan dengar pendapat dengan masyarakat Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas – Sumsel, Rabu (11/11/2015) di Desa U2 Karyadadi. Acara yang dihadiri ratusan warga serta Kepala Desa ini berlangsung akrab dan penuh antusias menyampaikan berbagai macam permintaan terutama dibidang pertanian. Acara dimaksud juga […]

  • Pelemahan Nilai Rupiah Sangat Mengkhawatirkan

    • calendar_month Sel, 4 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mendekati angka Rp15.000, sudah sangat memprihatinkan. Hal ini berdampak pada impor Indonesia. Pasalnya banyak komoditas pangan didatangkan dari luar negeri, mulai dari kedelai, jagung, gula, hingga susu. “Jadi kalau pemerintah mengatakan kondisi ini tidak […]

expand_less