Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Musda KNPI Mura Ricuh, Ketua Terpilih …………… ?

Musda KNPI Mura Ricuh, Ketua Terpilih …………… ?

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 20 Agu 2015
  • visibility 79

Oleh : Bambang Sudarto

BALLROOM Hotel Hakmaz Taba, Lubuklinggau, lebih sering kosong dan lenggang, Sabtu (13/8). Padahal siang itu sedang berlangsung Musda (Musyawarah Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonsia (KNPI) Kabupaten Musirawas. Ruangan yang seharusnya penuh peserta sidang yang tengah menggodok proses pemilihan ketua KNPI yang baru, itu lebih sering ditinggalkan kosong karena peserta walkout atau meninggalkan sidang tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Praktis Musda KNPI Mura beberapa kali ditunda. Sidang pemilihan ketua KNPI Mura periode 2015-2018 buntu (dead lock). Hingga Sabtu malam ketika rapat baru bisa dimulai lagi, sudah muncul tanda-tanda sidang bakal ditunda lagi atau bahkan akan ricuh. Dan benar, menjelang pukul 01.00 Minggu dini hari sidang ricuh. Puncaknya pintu kaca auditorium pecah. Para Peserta membubarkan diri. Yudi Fratama, salah satu kandidat ketua KNPI yang baru diamankan oleh pihak keamanan salah satu OKP berbaju loreng. Ketua KNPI Mura yang baru gagal dipilih.

Padahal semua orang tahu KNPI adalah organisasi kepemudaan yang besar. Organisasi yang telah lama malang melintang dan jatuh bangun di jagad kepemudaan negeri ini. Mengapa kejadian memalukan itu bisa terjadi? Ternyata nama besar dan pengalaman saja tidak cukup untuk memuluskan Musda yang penting itu, yaitu memilih ketua KNPI periode 2015-2018. Diantara 2 kandidat yang bersaing adalah Yudi Fratama yang juga Ketua DPRD Mura, dan Bahet Edi Kuswoyo dari unsur elit KNPI. Sementara kandidat ketiga, Firdaus Cik Ola

Sekalipun pada Minggu (14/8) terdengar kabar Musda kembali diselenggarakan lagi di dua tempat berbeda itu menjadi ironis. Peserta Musda otomatis terbelah menjadi dua kubu. Kubu pertama yang mendukung pencalonan Yudi menyelenggarakan Musda di Hotel Smart. Sementara pihak Bahet tetap mengadakan sidang Musda di auditorium hotel Hakmaz Taba. Dengan ini jelas akan memunculkan dua kepemimpinan KNPI Mura dengan versi yang berbeda. Kepemimpinan KNPI Mura versi Yudi dan versi Bahet.

Bisa jadi semua itu disebabkan elit organisasi KNPI Mura hanya berkaca pada elit politik Indonesia kekinian. Ada Golkar versi Ical, ada versi Agung Laksono. Ada PPP versi Romsy, ada pula versi Suryadharma, dan bahkan berkaca pada DPR sekarang, yang bukan menjadi bagian dari solusi malah menambah permasalahan di tingkat nasional.

Tetapi coba tengok organisasi besar sosial keagamaan yang selalu dipandang tradisional, NU (Nadlatul Ulama)  yang baru saja dengan mulus memilih pucuk kepemimpinannya. Begitu juga dengan Muhammadiyah. KNPI Mura tidak mau mengambil teladan dari proses pemilihan ketua organisasi besar itu.

Penyelenggaraan Musda bagi organisasi besar setingkat KNPI tentu harus mendasarkan pada aturan-aturan dalam AD/ART nya. Peraturan yang sifatnya teknis pelaksanaan sidang harus dimusyawarahkan lebih dulu, dan hasilnya bersifat mengikat kepada semua peserta. Itu biasanya diwujudkan dalam tata tertib sidang Musda. Tujuannya tentu agar bisa mengakomodasikan kepentingan seluruh peserta sidang, yang saat itu menurut panitiia peserta sidang Musda mencapai tidak kurang dari 37 OKP  di Kabupaten Mura.

Selain itu dengan tatib memungkinkan mengukur kinerja organisasi KNPI periode sebelumnya. Apakah KNPI dinilai mengalami kemajuan atau tidak? Melalui tatib, kepemimpian periode lalu harus mempertanggungjawabkan jabatannya secara terbuka di depan sidang mengenai segala aspek yang berhubungan dengan organisasi KNPI Mura.

Tata tertib yang berisi teknis persidangan harus ada dalam Musda. Karena tatib adalah rohnya sidang. Roh tersebut mencerminkan benang merah visi dan misi peserta sidang, meskipun dari OKP dan unsur gerakan kepemudaan yang berbeda. Sidang tanpa tatib bisa saja terjadi. Sidang Musda akan gersang tanpa roh, tanpa jiwa… Meth-MuraNews

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buwas Wariskan 67 Kasus Korupsi kepada Kabareskrim Baru

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso akan segera bergeser menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan digantikan Anang Iskandar. Budi pun menitipkan seluruh kasus yang ditangani Bareskrim selama ini kepada Anang, termasuk kasus-kasus korupsi. “Dalam 67 kasus yang masalah korupsi di situ masih ada kurang sekitar 59 kasus yang masih kita dalami. Akan disampaikan […]

  • Mengenai Pembekuan Anggaran Publikasi, Edi Iswanto Seolah Hindari Wartawan

    Mengenai Pembekuan Anggaran Publikasi, Edi Iswanto Seolah Hindari Wartawan

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Hingga kini belum ada kejelasan kapan anggaran Publikasi di Bagian Humas mulai dapat digunakan. Pembekuan anggaran tersebut di Humas di lakukan Bupati Musi Rawas, Ridwan Mukti berkenaan penetapan Kabag Humas Edy Zainuri yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Lubuklinggau beberapa waktu lalu. Plh Kabag Humas Setda Kabupaten Musi Rawas, Edi Iswanto sendiri […]

  • Kordinasi KPK di Lubuklinggau Hari ke-2

    • calendar_month Rab, 10 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Audiensi dan Koordinasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilanjutkan hari kedua, Rabu (10/10) bersama Kepala Daerah beserta jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah), Koordinator Wilayah II Korsup Pencegahan KPK Adlinsyah M Nasution menyampaikan kehadirannya ke Lubuklinggau yakni memberikan pendampingan program pencegahan korupsi kepada Lubuklinggau dan daerah sekitar. “Kemudian KPK […]

  • Rekomendasi Yusril untuk Reshuffle Kabinet

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JAKARTA  — Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memberikan rekomendasi untuk reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo. Menurutnya, beberapa kementerian yang memerlukan skill yang sangat spesifik harus dimiliki oleh ahlinya. Misalnya, kementerian bidang perekonomian, penegakan hukum dan pertahanan. “Kementerian di bidang ekonomi, penegakan hukum dan lain-lain, pertahanan, itu memang harus dimiliki oleh orang-orang […]

  • 375 Napi Lapas Narkoba Muara Beliti Dapat Remisi

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kementerian hukum dan hak asasi manusia kantor wilayah sumatera selatan (Sumsel), Lapas narkotika kelas IIA Muara beliti melakukan pemberian remisi umum kepada narapidana dan anak dalam rangka hari kemerdekaan republik indonesia tahun 2020 dilaksanakan secara virtual, dengan tema indonesia maju, tetap pasti dimasa pandemi senin (17/08/20). Hadir pada acara tersebut Wakil […]

  • DPR Sesalkan Publik Figur Langgar Prokes Usai Vaksin

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyesalkan adanya publik figur yang melanggar protokol kesehatan pasca mendapatkan vaksinasi Covid-19. Perilaku tersebut dinilai Azis sangat tidak terpuji dan tidak patut dicontoh. Menurutnya, meskipun proses vaksinasi Covid sudah berlangsung, protokol kesehatan (prokes) tetap harus dipatuhi oleh masyarakat, terutama publik figur yang dipilih pemerintah untuk […]

expand_less