Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Dukungan Petisi Pencopotan Jabatannya Melambung Tinggi, Gus Miftah Putuskan Mundur Jadi Utusan Khusus Prabowo

Dukungan Petisi Pencopotan Jabatannya Melambung Tinggi, Gus Miftah Putuskan Mundur Jadi Utusan Khusus Prabowo

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 7 Des 2024
  • visibility 147

Jurnalindependen.com – Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden, pada Jumat, 6 Desember 2024.

Pernyataan itu disampaikan Gus Miftah usai terlibat kasus ejekan terhadap seorang pedagang es teh dalam kegiatan pengajian ‘Magelang Bersholawat’ yang viral di media sosial.

“Bapak Presiden RI, Bapak Wapres dan rakyat Indonesia yang saya cintai dan hormati,” ujar Gus Miftah dalam konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat, 6 Desember 2024.

Gus Miftah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden RI itu penuh kesadaran dan telah dipikirkan secara mendalam.

“Hari ini dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, dengan penuh kesadaran,” ungkap Gus Miftah.

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden RI bidang Kerukunan Agama dan Pembinaan Sarana Keagamaan,” tegasnya.

Pemilik Ponpes Ora Aji di Sleman itu juga menegaskan keputusan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden RI tidak berasal dari pihak lain.

“Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun,” tandas Gus Miftah.

Petisi ‘Copot Gus Miftah’ Melambung Tinggi

Gus Miftah juga mendapatkan kecaman warga RI dalam petisi daring, Change.org bertajuk ‘Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden’.

Berdasarkan pantauan pada Jumat, 6 Desember 2024, petisi itu memperoleh dukungan sebanyak dari 318.479 orang yang menginginkan sang Utusan Khusus Presiden itu mundur dari kursi jabatannya.

Aksi petisi ini dipicu oleh kasus ejekan Gus Miftah terhadap seorang pedagang es teh bakul dalam kegiatan ‘Magelang Bersholawat’ pada November 2024 lalu.

Adapun, sorotan publik yang menyoroti gelar ‘Gus’ yang disematkan dalam nama pejabat publik itu usai dinilai berperilaku tidak terpuji kepada seorang pedagang kecil.

Asal Usul Panggilan Gus Miftah

Bagi yang belum tahu, Gus Miftah merupakan seorang pimpinan Ponpes Ora Aji yang terletak di Sleman, Yogyakarta.

Penceramah itu juga membantu Prabowo di Kabinet Merah Putih periode 2025-2029 sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Gus Miftah merupakan keturunan ke-9 dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.

Panggilan ‘gus’ terhadap Gus Miftah itu umumnya muncul dari kalangan santri di Pulau Jawa yang khusus diberikan untuk anak seorang kiai sebagai bentuk panggilan akrab dan penghormatan mereka.

Di sisi lain, gelar ‘gus’ itu juga diberikan untuk mereka para calon kiai, atau bisa disebut panggilan itu untuk seorang kiai muda.

Lantas apa sebenarnya perbedaan gus dengan gelar-gelar tokoh agama Islam lainnya yang populer di Indonesia?

Perbedaan Antar Gelar Tokoh Agama Islam di Indonesia

Panggilan atau gelar populer yang kerap didengar masyarakat Indonesia terkait tokoh agama Islam, yakni ustaz, kiai, syekh, habib, dan gus.

• Ustaz

Gelar ustaz disematkan untuk semua guru agama yang dianggap memiliki pengetahuan agama yang mumpuni. Ustaz dapat disematkan kepada seseorang pada segala usia.

Di sisi lain, gelar ustaz juga tidak sembarangan diberikan kepada seseorang yang dinilai memiliki pengetahuan agama Islam.

Para tokoh yang dipanggil ustaz umumnya telah menempuh pendidikan agama Islam di pondok pesantren atau lembaga pendidikan agama Islam.

Nama-nama ustaz di Indonesia pada masa kini, yakni ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Khalid Basalamah, dan Ustaz Felix Siauw.

• Kiai

Kiai adalah tokoh agama Islam yang dinilai lebih senior dari ustaz. Sebutan kiai ini juga hanya ada di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Tokoh agama Islam yang menyandang gelar kiai umumnya dihormati karena dianggap sudah mengerti ilmu agama dan berpengalaman dalam hal pendidikan agama.

Nama-nama kiai yang terkenal di Indonesia, yakni Kiai Haji (KH) Hasyim Asyari, KH Agus Salim, dan KH Ahmad Dahlan.

• Syekh

Syekh merupakan gelar kehormatan yang ditujukan pada seorang ulama yang terhormat.

Di Indonesia, syekh digunakan oleh para tokoh agama Islam yang memiliki keturunan Arab.

Gelar syekh juga diberikan kepada mereka yang menyebarkan ajaran berdasarkan paham ahlus-sunnah wal jama’ah atau tasawuf, yakni hubungan manusia kepada Allah maupun kepada manusia.

Nama-nama tokoh syekh yang terkenal di Indonesia, ialah Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani.

• Habib

Habib adalah gelar kehormatan yang ditujukan pada keturunan Nabi Muhammad SAW yang umumnya berasal dari daerah Hadramaut, Yaman, Asia Tenggara, Pesisir, Swahili, hingga Afrika Timur.

Berdasarkan pencatatan Salasilah Ar-Rabithah, terdapat 20 juta orang di seluruh dunia yang dapat menyandang gelar ini dari 114 marga.

Nama-nama habib yang terkenal di Indonesia, yakni Habib Husein Ja’far Al-Hadar, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, dan Habib Luthfi bin Yahya.

• Gus

Umumnya, gus sebuah panggilan populer di kalangan santri di Pulau Jawa untuk anak kiai sebagai bentuk penghormatan.

Tokoh yang mendapatkan panggilan gus ini ketika sang ayah merupakan kiai yang mewarisi pesantren miliknya.

Gus Miftah adalah salah satu sosok tokoh yang dipanggil gus karena ayahnya, Murodhi merupakan keturunan dari Kiai Muhammad Ageng Besari sebagai pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.

Nama-nama tokoh yang terkenal dipanggil gus, yakni Gus Dur, Gus Baha, Gus Zizan, dan Gus Iqdam. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mura Wakili 102 Kepala Daerah Teken MoU Prukades

    • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA – Setelah didaulat menjadi perwakilan 74 Bupati se-Indonesia untuk menerima hibah IPDMIP dari Menteri Keuangan (Menkeu), hari ini (8/3) momen yang sama terulang. Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan kembali didaulat mewakili 102 kabupaten dan kota se -Indonesia secara simbolis melakukan penandatanganan naskah pola kemitraan (MoU) Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) antara Kementrian Desa, Pembangunan […]

  • Setiap Musim Tanam Pupuk di Mura Langka

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com — Setiap musim tanam tiba pupuk diwilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) selalu mengalami kelangkaan. Kekurangan pupuk bersubsidi tersebut dikeluhkan petani diwilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan. Usut punya usut kelangkaan terjadi lantaran produsen pupuk PT Pusri menunggu Peraturan Bupati (Perbub) yang belum turun untuk menyalurkan pupuk tersebut. Seorang petani Dedi, mengakui hampir setiap […]

  • Bupati Monitoring, Pilgub Lancar dan Aman

    • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.co.id – Bupati H Hendra Gunawan Monitoring pelaksanaan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur di Kabupaten Musi Rawas mulai dari Kelurahan Muara Beliti tepatnya di TPS 4, Rabu (27/06). Didampingi Ketua PKK Mura, Kejari, Kepala Pengadilan Agama, Kasdim 0406 serta beberapa OPD di lingkungan Pemkab Musi Rawas, Bupati memantau dari dekat proses pencoblosan di TPS 4. […]

  • Musi Rawas Jadi Kampung Sepakbola, Hermam Deru Apresiasi Bantu Pembangunan Stadion Rp10 M

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – | Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (H2D) memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan (H2G) yang telah ikhlas dan tulus memajukan dunia sepakbola di Musi Rawas. Bukan itu saja, Bupati H2G juga dinilai gubernur sukses menjadikan Musi Rawas sebagai kampung sepakbola pertama di Sumatera Selatan. “Kedepan saya yakin, akan […]

  • Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

    Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Jakarta – Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah taktik dan berbuah hasil. Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2017) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan sejak menit pertama. […]

  • Mengenai Pembekuan Anggaran Publikasi, Edi Iswanto Seolah Hindari Wartawan

    Mengenai Pembekuan Anggaran Publikasi, Edi Iswanto Seolah Hindari Wartawan

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Hingga kini belum ada kejelasan kapan anggaran Publikasi di Bagian Humas mulai dapat digunakan. Pembekuan anggaran tersebut di Humas di lakukan Bupati Musi Rawas, Ridwan Mukti berkenaan penetapan Kabag Humas Edy Zainuri yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Lubuklinggau beberapa waktu lalu. Plh Kabag Humas Setda Kabupaten Musi Rawas, Edi Iswanto sendiri […]

expand_less