Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Dukungan Petisi Pencopotan Jabatannya Melambung Tinggi, Gus Miftah Putuskan Mundur Jadi Utusan Khusus Prabowo

Dukungan Petisi Pencopotan Jabatannya Melambung Tinggi, Gus Miftah Putuskan Mundur Jadi Utusan Khusus Prabowo

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 7 Des 2024
  • visibility 198

Jurnalindependen.com – Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden, pada Jumat, 6 Desember 2024.

Pernyataan itu disampaikan Gus Miftah usai terlibat kasus ejekan terhadap seorang pedagang es teh dalam kegiatan pengajian ‘Magelang Bersholawat’ yang viral di media sosial.

“Bapak Presiden RI, Bapak Wapres dan rakyat Indonesia yang saya cintai dan hormati,” ujar Gus Miftah dalam konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat, 6 Desember 2024.

Gus Miftah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden RI itu penuh kesadaran dan telah dipikirkan secara mendalam.

“Hari ini dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, dengan penuh kesadaran,” ungkap Gus Miftah.

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden RI bidang Kerukunan Agama dan Pembinaan Sarana Keagamaan,” tegasnya.

Pemilik Ponpes Ora Aji di Sleman itu juga menegaskan keputusan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden RI tidak berasal dari pihak lain.

“Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun,” tandas Gus Miftah.

Petisi ‘Copot Gus Miftah’ Melambung Tinggi

Gus Miftah juga mendapatkan kecaman warga RI dalam petisi daring, Change.org bertajuk ‘Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden’.

Berdasarkan pantauan pada Jumat, 6 Desember 2024, petisi itu memperoleh dukungan sebanyak dari 318.479 orang yang menginginkan sang Utusan Khusus Presiden itu mundur dari kursi jabatannya.

Aksi petisi ini dipicu oleh kasus ejekan Gus Miftah terhadap seorang pedagang es teh bakul dalam kegiatan ‘Magelang Bersholawat’ pada November 2024 lalu.

Adapun, sorotan publik yang menyoroti gelar ‘Gus’ yang disematkan dalam nama pejabat publik itu usai dinilai berperilaku tidak terpuji kepada seorang pedagang kecil.

Asal Usul Panggilan Gus Miftah

Bagi yang belum tahu, Gus Miftah merupakan seorang pimpinan Ponpes Ora Aji yang terletak di Sleman, Yogyakarta.

Penceramah itu juga membantu Prabowo di Kabinet Merah Putih periode 2025-2029 sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Gus Miftah merupakan keturunan ke-9 dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.

Panggilan ‘gus’ terhadap Gus Miftah itu umumnya muncul dari kalangan santri di Pulau Jawa yang khusus diberikan untuk anak seorang kiai sebagai bentuk panggilan akrab dan penghormatan mereka.

Di sisi lain, gelar ‘gus’ itu juga diberikan untuk mereka para calon kiai, atau bisa disebut panggilan itu untuk seorang kiai muda.

Lantas apa sebenarnya perbedaan gus dengan gelar-gelar tokoh agama Islam lainnya yang populer di Indonesia?

Perbedaan Antar Gelar Tokoh Agama Islam di Indonesia

Panggilan atau gelar populer yang kerap didengar masyarakat Indonesia terkait tokoh agama Islam, yakni ustaz, kiai, syekh, habib, dan gus.

• Ustaz

Gelar ustaz disematkan untuk semua guru agama yang dianggap memiliki pengetahuan agama yang mumpuni. Ustaz dapat disematkan kepada seseorang pada segala usia.

Di sisi lain, gelar ustaz juga tidak sembarangan diberikan kepada seseorang yang dinilai memiliki pengetahuan agama Islam.

Para tokoh yang dipanggil ustaz umumnya telah menempuh pendidikan agama Islam di pondok pesantren atau lembaga pendidikan agama Islam.

Nama-nama ustaz di Indonesia pada masa kini, yakni ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Khalid Basalamah, dan Ustaz Felix Siauw.

• Kiai

Kiai adalah tokoh agama Islam yang dinilai lebih senior dari ustaz. Sebutan kiai ini juga hanya ada di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Tokoh agama Islam yang menyandang gelar kiai umumnya dihormati karena dianggap sudah mengerti ilmu agama dan berpengalaman dalam hal pendidikan agama.

Nama-nama kiai yang terkenal di Indonesia, yakni Kiai Haji (KH) Hasyim Asyari, KH Agus Salim, dan KH Ahmad Dahlan.

• Syekh

Syekh merupakan gelar kehormatan yang ditujukan pada seorang ulama yang terhormat.

Di Indonesia, syekh digunakan oleh para tokoh agama Islam yang memiliki keturunan Arab.

Gelar syekh juga diberikan kepada mereka yang menyebarkan ajaran berdasarkan paham ahlus-sunnah wal jama’ah atau tasawuf, yakni hubungan manusia kepada Allah maupun kepada manusia.

Nama-nama tokoh syekh yang terkenal di Indonesia, ialah Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani.

• Habib

Habib adalah gelar kehormatan yang ditujukan pada keturunan Nabi Muhammad SAW yang umumnya berasal dari daerah Hadramaut, Yaman, Asia Tenggara, Pesisir, Swahili, hingga Afrika Timur.

Berdasarkan pencatatan Salasilah Ar-Rabithah, terdapat 20 juta orang di seluruh dunia yang dapat menyandang gelar ini dari 114 marga.

Nama-nama habib yang terkenal di Indonesia, yakni Habib Husein Ja’far Al-Hadar, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, dan Habib Luthfi bin Yahya.

• Gus

Umumnya, gus sebuah panggilan populer di kalangan santri di Pulau Jawa untuk anak kiai sebagai bentuk penghormatan.

Tokoh yang mendapatkan panggilan gus ini ketika sang ayah merupakan kiai yang mewarisi pesantren miliknya.

Gus Miftah adalah salah satu sosok tokoh yang dipanggil gus karena ayahnya, Murodhi merupakan keturunan dari Kiai Muhammad Ageng Besari sebagai pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.

Nama-nama tokoh yang terkenal dipanggil gus, yakni Gus Dur, Gus Baha, Gus Zizan, dan Gus Iqdam. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arseto Pariadji Mengaku Tahu ‘Borok’ Presiden & Sebut Pernikahan Anak Jokowi Dijual Rp 25 Juta

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Nama Arseto Suryoadji Pariadji atau Arseto Pariadji mendadak jadi perbincangan publik seusai video kontroversialnya beredar di media sosial. Pada video berdurasi 59 detik itu, Arseto melemparkan berbagai tudingan kepada Presiden Joko Widodo. Ia mengklaim mengetahui ‘borok’ pemerintahan sekarang ini. Ucapannya yang paling mengagetkan adalah soal undangan pernikahan anak Presiden Jokowi. Menurut pengakuan Arseto Pariadji, undangan pernikahan tersebut […]

  • Ahli Kopi Eropa Puji Kopi Luak Liar Selangit

    • calendar_month Ming, 2 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    BELGIA – Salah satu produk lokal Kabupaten Musi Rawas, Kopi Luwak Liar Selangit mulai menjadi perhatian dunia Eropa, pasalnya kopi jenis ini langsung mendapatkan pujian dari ahli kopi Eropa, Sara Datuk dari JavaNusa dan kedutaan RI di Belgia karena memiliki keunikan tersendiri dari aromanya. Sara Datuk merupakan Co-Founder JavaNusa yang berkedudukan di Brussels, Belgium ini […]

  • Ketua MPR Taat 5 Butir Kesepakatan NU-Muhammadiyah

    • calendar_month Ming, 25 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyampaikan salam hormat dan takzim pada Kyai dan Ulama Pimpinan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), atas inisiatif merumuskan kesepakatan bersama di Tahun Politik ini. “Sebagai Ketua MPR, saya Sami`na wa atho`na untuk laksanakan seluruhnya,” kata pria yang akrab disapa Zulhasan ini. Zulhasan menegaskan akan ikut sosialisasikan […]

  • Fun Bike Meriahkan HUT Musi Rawas ke 74

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Musi Rawas ke 74, di gelar Fun Bike dengan rute dari Desa Kalibening Kecamatan Tugu Mulyo menuju Agropolitan Center Kecamatan Muara Beliti. Acara yang dilaksanakan hari Minggu (16/4/2017) mulai pukul 05.30 wib oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut diikuti oleh Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan, […]

  • UMKM Diminta Kembangkan Usaha Jelang Asian Games

    • calendar_month Sen, 13 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki minta kepada pengusaha mikro kecil dan menengah di daerah itu untuk mengembangkan usahanya menjelang Asian Games 2018. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat diperlukan saat pesta olahraga internasional mendatang, sehingga itu perlu dikembangkan, kata Wagub saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Pimpinan Pendidik Pelatihan dan […]

  • Polisi Ringkus Pemerkosa Anak Bawah Umur di BTS Ulu

    • calendar_month Kam, 26 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Anggota Polsek BTS Ulu Cecar Polres Musi Rawas berhasil meringkus SO (19), Rabu (25/04) sekitar pukul 10.00 Wib. Pemuda pengangguran warga Desa Gunung Kembang Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas ini diduga melakukan pemerkosaan disertai ancaman menggunakan senjata tajam terhadap pelajar SD dibawah umur sebut saja DW (10). Perbuatan keji dan memalukan dilakukan […]

expand_less