Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » Saksi Sebut Proyek Dimenangkan Zulfikar Tidak Ada Proses Lelang

Saksi Sebut Proyek Dimenangkan Zulfikar Tidak Ada Proses Lelang

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 2 Feb 2017
  • visibility 126

PALEMBANG – Salah seorang saksi kasus korupsi Bupati nonaktif Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian yang menjadi pejabat pembuat komitmen di Dinas Pendidikan setempat menyatakan pemerintah kabupaten tidak menyelenggarakan lelang untuk proyek yang dimenangkan perusahaan milik Zulfikar.

Saksi yang menjabat sebagai Plt Kadis Pendidikan Banyuasin Sofyan Nurozi di ruang sidang Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis, mengatakan setiap proyek yang dimenangkan Zulfikar (terdakwa penyuap bupati) tanpa melalui proses lelang. Bahkan tanpa pengumuman terlebih dahulu di media massa.

“Saya hanya langsung tanda tangan saja berkas yang diberikan Sutaryo (Kasi Diknas Banyuasin). Siapa yang menang saya tidak tahu karena belum ada tanda tangan perusahaannya,” kata dia.

Terkait pernyataan saksi ini Sutaryo yang juga menjadi terdakwa untuk kasus yang sama memberikan bantahan di persidangan.

Terdakwa Yan Anton didakwa JPU pada dakwaan kesatu pasal 12 a subsider pasal 11 jo pasal 55 KUHP UU No 20 thn 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, dan dakwaan kedua pasal12 b jo pasal 55 KUHP UU No 20 thn 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Yan Anton dimajukan ke persidangan setelah terkena operasi tangkap tangan KPK pada 4 September 2016 di kediamannya.

Saat itu bupati menerima suap dari Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharrami yang diserahkan oleh perantara yakni Kirman (salah seorang pengusaha). Yan Anton menerima bukti pelunasan pembayaran haji ONH plus Rp531.031.000 atas nama dirinya dan keluarga.

Dalam OTT itu, KPK juga menyita uang Rp620 juta yang merupakan uang milik Abi Hasan (Kadis PU Cipta Karya) yang berada ditangan Kirman.

Uang suap telah diberikan Zulfikar sejak 2013 berjumlah Rp7,3 miliar yang seluruhnya digunakan untuk kepentingan Yan Anton Ferdian, beberapa di antaranya kepentingan lebaran, naik haji, dana meloloskan APBD kepada DPRD Banyuasin, hingga saat Yan Anton dilaporkan ke aparat kepolisian perihal pinjaman uang.

Setiap kali Zulfikar memberikan uang selalu dianggap sebagai fee untuk perusahaannya ikut dalam proyek yang dimiliki Dinas Pendidikan Banyuasin. Setidaknya, ada 14 proyek yang semuanya dikerjakan oleh Zulfikar setelah sebelumnya memberikan fee kepada Yan Anton.

Saat pemberian uang, Yan Anton dan Zulfikar tidak pernah bertemu langsung karena Yan Anton selalu menugaskan orang-orang terdekatnya seperti Sutaryo (Kasi Pembangunan dan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Banyuasin), Merki Berki (Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin 2013-2016), dan beberapa orang lainnya. (ant)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi III DPR Tetapkan Firli Bahuri Pimpin KPK

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Setelah dua hari menggelar uji kepatutan dan kelayakan atas sepuluh nama calon komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, akhirnya Komisi III DPR RI telah memilih lima komisioner lewat mekanisme voting yang dihadiri 56 anggota Komisi III DPR. Kamis malam (12/9/2019), usai menguji para calon pimpinan KPK, Ketua Komisi III DPR RI […]

  • Disbun Mura Diduga Mark Up Jumlah Orang Berangkat Penas ke Malang

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — Tahun 2014 lalu, Pemerintah Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan, melalui Dinas Perkebunan menganggarkan dana untuk Kegiatan Fasilitasi Kerjasama Regional, Nasional, Internasional, Penyediaan Hasil Produksi Pertanian, Perkebunan, Komplementer. Hanya saja dalam pelaksanaan peserta Penas yang berangkat ke Malang, Jawa Timur diduga Mark up jumlah peserta yang diberangkatkan. Berdasarkan data Perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (PDPA), […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp410,-/kg – Selasa 21 September 2021

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 21 SEPTEMBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 19.316,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 13.521,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 11.589,-/kg Baca : Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp93,-/kg – Senin 20 September 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 9.658,-/kg 5. KKK 40% […]

  • Atap Bocor, Masjid Agung Mura Darussalam Mura Kebanjiran

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS,Jurnalindependen.com — Masjid Agung Mura Darussalam di komplek perkantoran Agropolitan Centre (AC) Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, kembali kebanjiran. Banjirnya masjid tersebut disebabkan mayoritas atap masjid bocor, akibat hujan sehari penuh, Rabu (18/2) yang menerpa wilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan. Rembasan air dari atap masjid tadi menyebabkan masjid digenangi air sehingga mengganggu […]

  • Konstelasi Politik Tinggi Perlu Peningkatan Toleransi Beragama

    • calendar_month Sel, 17 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.co.id – Guna meningkatkan kesadaran dan toleransi umat beragama, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melakukan sosialisasi di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Selasa (17/07). Sosialisasi dengan tema, Peningkatan dan Toleransi Umat Beragama ini dibuka langsung Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa saat ini konstelasi politik sangat tinggi maka perlu […]

  • Area Stasiun Lubuklinggau Bau Pesing

    • calendar_month Kam, 11 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Kawasan stasiun kereta api Kota Lubuklinggau yang nyaman dan tentram sedikit tercoreng akibat aroma pesing yang tercium saat berada di stasiun tersebut. Hal itu diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab karena melakukan buang air kecil sembarangan sehingga menggangu sejumlah penumpang dan warga sekitar. Seorang warga yang tinggal didekat stasiun, Farles mengatakan, lokasi […]

expand_less