Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Polemik Perpres No. 20 Tahun 2018 Wujud Ketidakhati-hatian Pemerintah

Polemik Perpres No. 20 Tahun 2018 Wujud Ketidakhati-hatian Pemerintah

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 27 Apr 2018
  • visibility 90

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati menilai polemik keberadaan Perpres No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) adalah wujud ketidakhati-hatian pemerintah dalam membuat rumusan peraturan. Reni mengaku sudah mengingatkan pemerintah atas sensitivitasnya atas isu TKA tersebut.

“Sayangnya, pengelolaan isu soal TKA ini tidak secara baik dikelola oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja. Menaker tampak menerapkan manajemen pemadam kebakaran dalam merespons persoalan ini, sungguh sangat disayangkan,” ujar Reni dalam rilis yang diterima, Kamis (26/4/2018).

Pemerintah, dalam hal ini kementerian pemrakarsa Perpres (Kemnaker) tampak tak mengindahkan sejumlah regulasi dalam pembentukan Perpres No. 20 Tahun 2018 ini seperti amanat UU No. 12 Tahun 2011 serta Perpres No. 87 Tahun 2014 khususnya dalam hal perencanaan penyusunan Perpres. Kementerian Ketenagakerjaan sebagai pemrakarsa rancangan Perpres ini, lanjut Reni semestinya sejak awal mensosialisasikan rancangan Perpres ke publik dalam rangka uji publik untuk menghindari polemik sebagaimana yang terjadi saat ini.

Karenanya Reni mendesak kepada Menaker untuk melakukan sosialisasi dan penjelasan secara gamblang dan terang dengan membangun penjelasan secara komprehensif, logis dan rasional soal TKA ini. “Narasi yang dikontruksi Menaker seperti membandingkan jumlah TKI di luar negeri dengan TKA di dalam negeri merupakan perbandingan yang tidak sebanding dan missleading. Alih-alih publik tercerahkan, narasi tersebut justru makin menyudutkan posisi pemerintah,” sambungnya.

Reni yang juga sebagai Ketua Fraksi PPP DPR RI tersebut, berkepentingan atas isu TKA ini untuk dijelaskan secara komprehensif ke publik. “Rumors yang muncul di publik soal keberadaan TKA yang telah muncul beberapa tahun silam ini, nyatanya tidak dapat diklarifikasi dengan baik oleh Menteri Tenaga Kerja sebagai leading sector atas persoalan ini,” tuturnya.

Diketahui, penjelasan Menaker soal jumlah TKA hingga akhir tahun 2017 sebanyak 85 ribu dari berbagai negara berbasis pada Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Namun, penjelasan berbeda muncul dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)  yang menyebutkan tenaga kerja buruh kasar dari China sebanyak 157 ribu . “Perbedaan data ini harus diperjelas agar publik tidak bingung. Pemerintah tentu sangat berkepentingan atas validitas data tersebut agar polemik soal TKA tidak menjadi amunisi politik untuk mendiskreditkan pemerintah,” pungkas Reni. (hs/sc–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fungsi KIM Meluruskan Kesalahpahaman Masyarakat

    • calendar_month Sel, 3 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.co.id – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah lembaga masyarakat yang berfungsi mengelola informasi dan komunikasi antar-warga masyarakat. Menurut Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Musi Rawas, M Rozak KIM sangat perlu dibentuk agar dapat memberikan kepahaman kepada masyarakat tentang hal-hal yang benar. “Banyak kesalah pahaman dimasyarakat yang perlu diluruskan. Fungsi KIM merupakan jembatan […]

  • Bupati Apresiasi dan Dukung Orientasi Anggota PWI Musi Rawas

    • calendar_month Kam, 5 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan mengapresiasi semangat rekan media yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mura yang ingin segera melaksanakan Orientasi PWI. “Kita siap mendukung dan membantu dalam pelaksanaan orientasi PWI Mura. Mengenai persiapan-persiapan yang dibutuhkan, tentunya hal ini harus dikordinasikan dengan OPD terkait. Kami berharap melalui […]

  • Masyarakat Diimbau Waspada Karhutla

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Perlu gerakan menyeluruh untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain itu perlu koordinasi sehingga gerakan tersebut tidak parsial. Wakil Bupati Musirawas, Hj Suwarti usai rapat teknis Kominfo se-Provinsi Sumatera Selatan melalui Teleconference di Dinas Kominfo dan Statistik, Selasa (15/02) mengatakan, gerakan menyeluruh pencegahan dan penanggulangan Karhutla dari Pemerintah pusat hingga daerah. […]

  • Dewan Minta KPI Evaluasi Program Televisi Indonesia

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty menilai masih banyak program televisi Indonesia yang tidak memberikan manfaat dan edukasi tinggi bagi masyarakat. Untuk itu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus segera cepat dalam mengevaluasi dan merevisi setiap program yang tidak sesuai. “Tujuan dari penyiaran Indonesia jelas untuk mencerdaskan bangsa. Segala hal tayangan yang […]

  • Pemkab Mura Tingkatkan Pelayanan Uji Kendaraan Bermotor dengan Sistem Digital

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Untuk meningkatkan pelayanan pengujian kendaraan bermotor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas menerapkan dengan sistem digitalisasi yang di launching, Kamis di kantor baru komplek Agropolitan Center Muara Beliti. Bupati Musi Rawas diwakili staf ahli bidang Pemerintahan, Hukum & Politik, Amra Muslimin membuka dan meresmikan sistem digitalisasi pengujian kendaraan bermotor. Amra Muslimin dalam sambutannya […]

  • Soal Pemangkasan Anggaran Panwas Muratara, DPRD : Pengajuan Tidak Rasional

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Silahkan lapor, kami tidak mau melegalkan anggaran yang tidak rasional. Kalau melihat anggaran yang diajukan, itu adalah pemborosan uang rakyat, demikian disampaikan Pimpinan DPRD Musi Rawas Utara (Muratara), Efriansyah ketika dihubungi Jurnalindependen.com, siang tadi, Kamis (10/09/2015). Hal ini disampaikan Efriansyah terkait pernyataan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Muhammad yang akan melaporkan Pj […]

expand_less