Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » 4 Paket Distamben Mura Kekurangan Volume 45,5 Juta

4 Paket Distamben Mura Kekurangan Volume 45,5 Juta

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 11 Des 2014
  • visibility 31

MUSIRAWAS — Pemerintah Kabupaten Musirawas (Mura), Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel), melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), di tahun 2013 lalu telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 36.631.952.125,00. Namun, dari alokasi dana tersebut telah terealisasi sebesar Rp 34.587.199.457,00 atau 94,42%. Hal demikian disebabkan kurangnya pengawasan dari pihak dinas sehingga tidak mampu secara optimal mengolah dana yang sudah dianggarkan.

Hal ini berdasarkan informasi yang diterima atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Sumsel atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musirawas untuk anggaran tahun 2013, dengan No. 23-C/LHP/XIVIII.PLG/05/2014, tanggal 26 Mei 2014 menyebutkan bahwa 4 proyek di Distamben Kabupaten Musirawas diduga bermasalah. Karena pada kegiatan itu terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 45.569.375,00.

Empat kegiatan ini di antaranya, pemasangan Tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dari Desa Mangan Jaya, Kecamatan Muara Kelingi ke Desa Sembatu Jaya, Kecamatan, BTS Ulu, dengan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 19.943.675,00.

Pemasangan Tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), Trafo dan SUTR di Desa Gunung Kembang Baru, Kecamatan BTS Ulu juga terdapat kekurangan pekerjaan volume senilai Rp10.494.900,00. Pemasangan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Trafo dan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) dari Desa Beringin Makmur II ke Desa Tanjung Raja, Kecamatan RawasIlir, kegiatan ini diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp2.395.575,00. Pemasangan SUTM, Trafo dan SUTR dari Desa Suka Merindu ke Dusun Bukit Taman, Kecamatan STL Ulu Terawas. Kegiatan ini juga ditemukan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 12,736.225.00.

Dijelaskannya, adapun rincian hasil audit dari BPK terkait atas proyek itu di antaranya pemasangan SUTM dari Desa Mangan Jaya, Kecamatan Muara Kelingi ke Desa Sembatu Jaya, Kecamatan, BTS Ulu, dengan jumlah dana sebesar Rp 2.791.500.000,00 yang dilaksanakan oleh PT SJL. Proyek ini, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas dokumen kontrak dan pemeriksaan uji petik fisik di lapangan, diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan seperti pekerjaan SUTM 20 KV=8,7 kms, Isolator Tumpu 20 KV, volume dalam RAB 514 set, volume yang terpasang 495 set, selisih 19 set, dengan harga satuan Rp 308.675,00, dengan jumlah dana Rp 5.864.825,00.

Pekerjaan TM3, volume dalam RAB 12 set, volume yang terpasang 2 set, selisih 10 set, dengan harga satuan Rp 1.346.150,00 dengan jumlah dana sebesar Rp 13.461.500. Pekerjaan Gardu Portal Isolator Tumpu, volume dalam RAB 8 buah, volume yang terpasang 6 buah, selisih 2 buah, dengan harga satuan Rp 308.675,00. Jadi, kekurangan volume pekerjaan dalam proyek ini jumlahnya mencapai Rp 19.943.675,00.

Kemudian, proyek pemasangan SUTM Trafo dan SUTR di Desa Gunung Kembang Baru, Kecamatan BTS Ulu, yang dikerjakan oleh CV PB, dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.955.000.000,00. Proyek ini juga ditemukan kekurangan volume pekerjaan seperti pekerjaan SUTM 20 KV, Isolator Tumpu 20 KV, volume dalam RAB 502 set, volume yang terpasang 499 set, selisih 3 set, dengan harga satuan Rp 305.250,00, dengan jumlah uang sebesar Rp 915.715,00. Pekerjaan Isolator Tarik 24 KV volume dalam RAB 108 buah, volume yang terpasang 105 buah, selisih 3 buah, dengan harga satuan Rp 463.500,00 maka jumlah uangnya sebesar Rp 1.390.500,00.

Pekerjaan TM1, volume dalam RAB 154 set, volume yang terpasang 149 set, selisih 5 set, dengan harga satuan Rp 722.350,00, jadi jumlah dana sebesar Rp 3.611.750,00. Pekerjaan TM5, volume dalam RAB 16 set, volume yang terpasang 14 set, selisih 2 set, dengan harga satuan Rp 1.372.700,00 dan jumlah dananya sebesar Rp 2.745.400,00. Juga pekerjaan Gardu Portal, Isolator Tumpu, volume dalam RAB 6 buah, volume yang terpasang 0, selisih 6 buah, dengan harga satuan Rp 305.250,00, dengan jumlah dana sebesar Rp 1.831.500,00 maka kekurangan volume pekerjaan dalam proyek ini jumlah dananya mencapai Rp 10.494.900,00.

Selain itu, Tedy Lausyardi, Kabid Tambang dan Energi Distamben Kabupaten Musirawas saat ditanya di ruang kerjanya, minggu lalu, terkait 4 paket proyek Distamben Kabupaten Musirawas tahun 2013 lalu atas LHP BPK, dirinya pun emosi dan berang (marah) kepada wartawan. “Kamu dapat data itu dari mana, karena data yang kamu pegang tersebut rahasia Negara,” ujarnya kesal.

Sementara BPK Perwakilan Propinsi Sumsel beberapa kali dihubungi melalui telepon 0711-410549 atau 0711-358948, namun tidak pernah diangkat.(Toni-Patroli)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lelang 75 Asset Pemkab Mura Sempat Memanas

    • calendar_month Sel, 25 Jul 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Setidaknya ada 75 unit kendaraan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas dilelang di Auditorium Pemkab tersebut. Post Views: 482

  • BLUD SPAM Mura Akui Belum Pernah Bayar Pajak Air Permukaan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | BLUD SPAM Mura akui belum pernah bayar pajak air permukaan ke provinsi. Pernyataan ini disampaikan Kepala BLUD SPAM, Agus hilman kepada wartawan saat dikunjungi di kantornya, Kamis (05/03). “Sepengetahuan ķami disini belum pernah bayar pajak air permukaan. Tidak bayar pajak ke provinsi ini karena menurut kami belum ada ukuran atau dasar […]

  • Dewan Kritik Syarat Calon Kepala Daerah Pada Draft RUU Pemilu

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi II  DPR RI Guspardi Gaus mengkritisi draft atau konsep RUU Pemilu 2020 khususnya terkait dengan syarat pengajuan calon kepala daerah yang hanya dapat diusulkan oleh partai politik (Parpol) atau gabungan partai politik yang mempunyai paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi anggota DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah […]

  • Gelapkan Motor, Anak Angkat Dijebloskan ke Penjara

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Terhenti sudah pelarian, Agus Rohadi (25) pemuda warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumber Harta Musi Rawas (Mura). Betapa tidak, setelah dua pekan lebih menghilang alias buron usai jalankan aksi gelapkan unit sepeda motor milik korban Sutimin (56) petani warga Dusun I Desa Suka Karya, Kecamatan STL Ulu Terawas. Tersangka tidak lain […]

  • Kewenangan Penyidik OJK Menimbulkan Ketidakpastian Hukum

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KEWENANGAN penyidikan yang dimiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagaimana diatur dalam Pasal 49 ayat (3) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK) menimbulkan ketidakpastian hukum. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy O.S. Hiariej dalam sidang lanjutan uji materiil […]

  • Soal Bisnis Esek-esek, Pol PP Mura Bantah Tuduhan Mem-Backingi

    Soal Bisnis Esek-esek, Pol PP Mura Bantah Tuduhan Mem-Backingi

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Terkait pemberitaan koran harian lokal di Kabupaten Musi Rawas tentang mulusnya bisnis esek-esek diduga karena pengelola sudah menyetor kepada oknum Pol PP dan Polisi dibantah pihak Pol PP Kabupaten Musi Rawas. Kasat Pol PP melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Edy Supriyo mengatakan siang tadi, Kamis (22/10/2015) bahwa pihaknya tidak ada […]

expand_less