Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pemerintahan » Soal Bisnis Esek-esek, Pol PP Mura Bantah Tuduhan Mem-Backingi

Soal Bisnis Esek-esek, Pol PP Mura Bantah Tuduhan Mem-Backingi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 22 Okt 2015
  • visibility 24

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Terkait pemberitaan koran harian lokal di Kabupaten Musi Rawas tentang mulusnya bisnis esek-esek diduga karena pengelola sudah menyetor kepada oknum Pol PP dan Polisi dibantah pihak Pol PP Kabupaten Musi Rawas.

Kasat Pol PP melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Edy Supriyo mengatakan siang tadi, Kamis (22/10/2015) bahwa pihaknya tidak ada yang namanya istilah mem-backingi bisnis esek-esek tersebut.

“Perlu diketahui peran Pol PP diantaranya penegakan perda, perkada, menjaga ketertiban umum, ketentraman dan perlindungan masyarakat. Apalagi istilah mem-backingi bisnis esek-esek tersebut tidak mungkin dan tidak ada sama sekali,” kata Edy Supriyo.

Penegakan hukum akan dilakukan apabila ada indikasi pelanggaran, lanjut Edy, tim gabungan bisa dibentuk karena memang kita tidak bisa sendiri-sendiri. Setidaknya gabungan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah ditingkat Desa ataupun Kecamatan.

“Soal terjadinya invetigasi yang kita lakukan semata-mata untuk menertibkan para pelaku bisnis esek-esek tersebut karena sudah meresahkan masyarakat, pelaku usaha itu melakukan transaksi ditengah-tengah pemukiman penduduk.

Kami sudah kelokasi dan memberi peringatan untuk segera ditutup, berdasarkan laporan tampaknya memang mereka tidak lagi operasional, mudah-mudahan demikian seterusnya.

Kami berharap masyarakat punya kepedulian lingkungan yang tinggi, bila terlihat lagi aktivitas mereka (bisnis esek-esek-red) agar dapat proaktif memberikan laporan dan jangan bertindak anarkis,” kata Edy Supriyo.

Masih dikatakan Edy Supriyo, dalam memberantas penyakit masyarakat ini sangat sulit, kami berharap pihak-pihak terkait dapat saling memfasilitasi terutama dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi PSK tersebut, karena mereka juga butuh nafkah untuk hidup, namun karena ketidak mampuan, akhirnya mereka jatuh kelembah hitam.(fs)

 

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahan Kritis Indonesia Capai 24 Juta Hektare

    • calendar_month Kam, 12 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    MAGELANG — Lahan krtis di Indonesia mencapai sekitar 24 juta hektare. Direktur Jendral (Dirjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hilman Nugroho menyebut, butuh 48 tahun untuk penghijauan. “APBN hanya mampu untuk menanam 500 ribu hektare per tahun. Butuh waktu 48 tahun untuk kembali menghijaukan lahan kritis di […]

  • BPKP Gelar Workshop Siskeudes Mura dan Muratara

    • calendar_month Sen, 9 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.co.id – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama dua Pemda setempat yakni Pemkab Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes, Senin (09/04) di Bagas Raya, Lubuklinggau. Dalam acara tersebut menghadirkan nara sumber yakni, Wakil Ketua Komisi XI A. Hafisz Thohir, […]

  • PDIP Tegaskan Bung Karno Lahir di Surabaya

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA — PDIP menegaskan Surabaya merupakan tempat kelahiran Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama Indonesia, Sukarno. Bahkan, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyatakan mereka memiliki program pelurusan sejarah. “Kan ada upaya-upaya yang dulu dibuat kabur dari seluruh kajian yang ada Sukarno lahir di Surabaya sendiri, bahkan kita pernah menegok bangunan itu sendiri,” kata Hasto di Kantor Sekretariat […]

  • Lima Hektar Padi Alami Puso, Pemkab Mura Intensif Kendalikan Hama Wereng

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Tidak kurang dari 5 hektar tanaman padi di Desa Satan Indah Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas mengalami puso akibat diserang hama Wereng Coklat. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Tanaman Pangan, Tohirin diduga serangan hama Wereng Coklat beberapa waktu lalu berasal dari urban (hama […]

  • Proyek Peningkatan Jalan S. Bunut-Pangkalan Tarum-SP8 Diduga Bermasalah

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Musi Rawas — Sesuai informasi yang didapat dari masyarakat kec. BTS Ulu Cecar yang disampaikan melalui Darwin (45),Jumat (27/02/2014) bahwa pada Tahun Anggaran 2014, Dinas Pekerjaan Umum kab. Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan,menganggarkan Dana sebesar lebih kurang Rp 6.994.539.000,- untuk kegiatan Peningkatan Jalan Sungai Bunut- Pangkalan Tarum- SP 8 Trijaya dengan sasaran Peningkatan Jalan Sungai Bunut […]

  • Geliat Usaha Batu Cincin di Baturaja

    • calendar_month Sab, 20 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BATURAJA – A. Faher (41) – Salah satu pengrajin batu cincin yang  tinggal di Cemara, Kel. Kemala Raja, Kec.Baturaja Timur, membuka usaha dikediamannya sudah lebih kurang 1 tahun ini, saat disambangi wartawan, Jum’at (19/12/2014), adapun jenis usaha yang dilakukan adalah asah batu, jual batu cincin dan bermacam-macam kerangka cincin. Upah asah batu dipatok dengan harga […]

expand_less