Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Bisnis » Pemerintah Siap Dongkrak Harga Beli Karet Petani Sumsel Rp.7.500-8.000/kg

Pemerintah Siap Dongkrak Harga Beli Karet Petani Sumsel Rp.7.500-8.000/kg

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
  • visibility 152

Palembang – Sejalan dengan visi misi HDMY meningkatkan nilai jual karet di tingkat petani, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menginstruksikan Menteri PU untuk membeli getah karet langsung dari petani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Harga beli karet yang ditawarkan berkisar Rp. 7.500-8.000 per kilogram.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Presiden Joko Widodo  saat acara silaturahmi dengan perangkat desa dan kader pembangunan desa, Provinsi Sumsel di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Minggu (25/11).

Menurut Joko Widodo, saat ini di Provinsi Sumsel ada problem besar yang harus diselesaikan bersama-sama yakni terkait dengan harga sawit dan harga karet. Sama halnya dengan kelapa sawit, karet juga merupakan komoditas international atau komoditas global yang tidak bisa dipengaruhi dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah. Namun demikian dia sudah menyiapkan formula khusus untul membantu petani karet.

“Beberapa bulan yang lalu saya perintahkan Menteri PU Republik Indonesia Pak basuki. Sebentar lagi yang di Sumsel ini kita akan beli langsung dari petani, dari koperasi beli getah karetnya langsung dibeli oleh Kementerian PU harganya Rp7500- Rp8000, sebentar lagi sudah dimulai,” tuturnya.

Diakui Jokowi tidak mudah menyelesaikan hal seperti ini, karena menyangkut produksi yang sangat besar. Akan tetapi pemerintah sudah berusaha amat sangat menyelesaikan persoalan ini.

Demikian halnya mengenai urusan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil ( CPO) diakui Jokowi bukanlah urusan mudah. Terlebih sudah empat tahun ini Pemerintah mengurus minyak sawit yang dicegat di Eropa, hal demikian berkaitan dengan bisnis maupun penjualan yang ada di Eropa.

“Mereka di sana juga jualan minyak bunga matahari, kita jualan minyak kelapa sawit, sehingga masuk kesana dihambat-hambat. Saya sudah kirim tim berapa kali agar sawit kita diterima disana sebanyak-banyaknya,” ungkapnya 

“Awal tahun yang lalu saya juga ketemu Perdana Menteri Tiongkok, Saya minta Tiongkok beli lebih banyak dari sekarang, Saya minta tambahan agar produksi ini bisa diserap sehingga harganya naik. Ada tambahan 500.000 ton. Tapi ternyata juga belum mempengaruhi harga pasar secara baik,” tuturnya. 

Diuraikannya secara rinci, kebun kelapa sawit diseluruh Indonesia ini sudah berada posisi yang sangat besar, bahkan nomor satu di dunia. Luasannya mencapai sekitar 13 juta hektar kelapa sawit baik itu yang ada di Provinsi Sumatera, Kalimantan, Jawa Maupun di Papua. Sedangkan untuk produksinya setiap tahun sebanyak 42 juta ton. 

“42 juta ton itu kalau dinaikan truk, sekitar 10 juta truk mengangkutnya, jumlah ini sangat besar. Kita (Republik Indonesia) saat ini bersaing dengan Malaysia dan Thailand tapi kita tetap yang terbesar, oleh sebab itu mengendalikan ini tidak mudah. Ini perdagangan international atau perdagangan global. Tidak bisa kita mempengaruhi mereka, tidak semudah itu,” terangnya.

Suami dari Iriana Joko Widodo ini juga mengatakan, sudah sejak tiga bulan Pemerintah telah memperintahkan untuk memakai solar yang dicampur minyak sawit sebesar 20% atau Biodiesel (Solar B20).

“Ini nanti kalau berhasil mungkin bisa menaikan harga kelapa sawit, kita impor untuk diproduksi menjadi B20. Kalau ini berhasil akan kelihatan, tapi ini butuh waktu kurang lebih satu tahun dari tiga bulan yang lalu. Menunggu B20 berhasil, kalau berhasil harga nya akan otomatis naik karena disedot oleh permintaan dalam negeri,” katanya.

Sementara itu terkait dengan dana desa, Jokowi menuturkan, apa yang oleh Pemerintah inginkan dari pemberian dana desa di seluruh tanah air adalah ingin dana desa harus tepat sasaran. 

“Tembakannya harus tepat jangan sampai meleset. Apa yang kita bangun di desa infrastruktur berupa jalan, saluran irigasi, jembatan, embung untuk pengairan. Tapi mulai kesana harus mulai kita geser mulai dengan pemberdayaan ekonomi, inovasi-inovasi desa,” katanya.

“Coba kita lihat kenapa pembangunan dimulai dari desa. Pertama karena saya orang desa, yang kedua anggaran yang telah dikucurkan di seluruh tanah air, diseluruh Indonesia tahun 2015 Rp20, 7 Triliun, 2016 Rp47 triliun, 2017 Rp60 triliun, 2018 Rp 60 triliun, tahun depan Rp73 triliun.

Jadi sampai tahun ini sudah Rp187 triliun kita gelontorkan sekitar 74.000 desa yang ada diseluruh tanah air ini,” pungkasnya.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru dalam kata sambutannya melaporkan, dana desa yang dikucurkan di Provinsi Sumsel mulai dari tahun 2015 sebesar Rp775.043.818.000 kemudian tahun 2016 sebanyak Rp1. 780.769.519.000. Selanjutnya tahun 2017 sebesar Rp. 2. 267.261.445.000, tahun 2018 sebesar Rp. 2.314.121.041.000 dan di tahun 2019 sebesar Rp2.683.946.345.000. Jumlah total selama dari tahun 2015 hingga 2018 sebesar Rp. 9.821.142.168.000.

“Pemanfaatan dana desa di Provinsi Sumsel dari tahun 2015- 2018 dibagi menjadi dua bidang yakni bidang ekonomi masyarakat dan bidang peningkatan kualitaa hidup masyarakat desa,” tambahnya.

Acara silaturahmi dengan perangkat desa dan kader pembangunan desa, Provinsi Sumsel tersebut tampak dihadiri pula Ibu Negara RI Hj. Iriana Joko Widodo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Patro Sandjojo, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D,  Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Deru, serta Bupati/Walikota yang berkesempatan hadir.

MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wartawan Pertanyakan Pemotongan Dana ADV di Humas Berbeda

    Wartawan Pertanyakan Pemotongan Dana ADV di Humas Berbeda

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Soal pemotongan dana Advetorial (Iklan Berita) di Bagian Humas Setda Kabupaten Musi Rawas banyak dikeluhkan awak media yang bermitra dengan Pemkab Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Informasi yang dihimpun Jurnalindependen.com dari beberapa sumber bahwa pemotongan tersebut berkisar 12% dan 15%. Sungguh ironis dan sangat mengecewakan, sehingga para awak media bertanya-tanya termasuk kepada Kabag Humas, Edy […]

  • Perang Dagang Muncul Kembali, Rupiah Melemah

    • calendar_month Sel, 27 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ini melemah sebesar 38 poin menjadi Rp14.509 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.471 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa dolar AS mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang dunia seiring kekhawatiran pasar mengenai perang dagang […]

  • Pupuk Subsidi Rawan Diselewengkan, Pemkab Mura Gandeng TNI

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Perbedaan harga pupuk subsidi dengan non subsidi cukup signifikan sehingga bila tidak diawasi rawan penyimpangan yang dilakukan oknum tertentu untuk kepentingan pribadi, ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Sumatera Selatan melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan, Tohirin pagi tadi kepada Jurnalindependen.com, Selasa (10/02/2015) dikantornya, Komplek Agropolitan Centre […]

  • Masalah Aset, Anjal dan Penegakan Perda Disorot Dewan

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Tujuh fraksi DPRD Kota Lubuklinggau, sampaikan pemandangan umum fraksi terhadap penyampaian LKPJ Walikota tahun anggaran 2017 di ruang rapat paripurna, Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Selasa (10/4). Ketujuh fraksi DPRD melalui Juru Bicara (Jubir) masing-masing, menyepakati dan menyetujui, penyampaian LKPJ Walikota ditindaklanjuti untuk dibahas ditingkat Panitia Khusus (Pansus) DPRD. Masing-masing fraksi, juga […]

  • DPR Akan Kawal Serbuan TKA

    • calendar_month Sel, 22 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima aduan terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal khususnya dari China diberbagai daerah, dari masyarakat melalui Ratna Sarumpaet Crisis Center. Menanggapi hal ini, Fadli berkomitmen untuk mempelajari dan mengawasl aspirasi itu. “Saya terima dan akan saya pelajari masukan mereka sebagai aspirasi, termasuk untuk mempertajam usulan dibentuknya Pansus […]

  • DPR Segera Revisi UU Pilkada

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi II DPR RI akhirnya ketuk palu untuk tetap melakukan revisi UU nomor 8/2015 tentang Pemilihan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati (UU Pilkada). Keputusan tersebut didapat saat rapat tertutup anggota komisi bidang pemerintahan tersebut, pada Rabu (20/5). Dalam pengambilan keputusan, seluruh anggota fraksi dari Koalisi Merah Putih (KMP) setuju amandemen. Sedangkan anggota fraksi […]

expand_less