Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Musi Rawas Terpuruk ke Urutan 15 MTQ Sumsel, Berikut Penjelasan Kabag Kesra

Musi Rawas Terpuruk ke Urutan 15 MTQ Sumsel, Berikut Penjelasan Kabag Kesra

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 15 Sep 2020
  • visibility 116

MUSI RAWAS – | Kabupaten Musi Rawas (Mura) pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang berada diurutan ke-15. Terpuruknya prestasi Kabupaten Mura ini hingga menempati nomor tiga terakhir dari 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Menurut Kabag Kesra Setda Mura, M Yusran Amri, pada 2020 ini pihaknya sengaja mengutamakan kearifasan lokal walaupun pihaknya kalah tidak dapat juara. Namun, ada satu kebanggaan karna dimulai dari tahun ini bersama-sama komitmen untuk menggunakan produk-produk lokal.

“Produk lokal dimaksud, yaitu mengambil peserta santri kita yang asli daerah kita sendiri. Artinya asli putra putri daerah,” kata Yusran Amri, Selasa (15/9).

Prestasi itu bukan indikator kalau daerah Kabupaten Mura ini gagal dalam program Mura Religius prestasi itu bonus, walau pun prestasi itu juga penting. Namun tidak bisa dijadikan indikator kalau daerah itu religius atau tidaknya.

“Daerah sudah menggelontorkan anggaran untuk pembinaan, sebenarnya bukan kami yang membina santri. Tapi ada pembinanya, yakni guru ngaji di setiap kecamatan dan desa masing-masing,” ucapnya.

Menurutnya, Pemkab Mura memfasilitasi saja dan memberikan semangat para guru ngaji, dengan memberikan insentif guru ngaji yang terpilih di 14 Kecamatan, dan santri-santri pembinaannya di kecamatan dan desa masing-masing melalui Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

“Kita memberikan sarana serta fasilitas insentif kepada Guru ngaji, jumlahnya 704. Tokoh agama, Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa/Kelurahan (P2UKDK), jumlahnya 205 yang terdiri dari P2UKD SK Provinsi 132, P2UKD SK Bupati 76 dan marbot jumlahnya 552 dengan insentip 160 ribu perorang.

Kami tidak menuntut dan memokuskan untuk anak berprestasi, bisa saja kami mengambil santri dari daerah lain bukan berasal dari daerah kita sendiri agar mendapatkan prestasi.

Namun agak kurang elok jika memakai peserta santri dari daerah lain, demi mendapatkan gelar prestasi tersebut, memang santri kita ini belum semuanya terbina dengan baik,” jelasnya. | *

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasional Usaha BUMN Dinilai Belum Memperhatikan Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Kam, 19 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dalam operasional usaha, BUMN belum memperhatikan kesejahteraan rakyat karena tujuan dari pendiriannya adalah mengejar keuntungan. Frasa yang ada pada Pasal 2 ayat (1) huruf a dan b serta Pasal 4 ayat (4) UU BUMN mengisyaratkan BUMN mengutamakan mencari keuntungan. Hal tersebut disampaikan Bernaulus Saragih selaku ahli yang dihadirkan Pemohon dalam sidang lanjutan pengujian […]

  • Presiden: Tularkan Kerukunan Umat Indonesia kepada Dunia

    • calendar_month Jum, 23 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA – “Kita harus menularkan pengalaman berharga umat Islam Indonesia kepada dunia dalam menjaga kerukunan, dalam menjaga persatuan, dalam menjaga perdamaian di bumi Allah SWT.” Begitu pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat bersilaturahim dengan peserta Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat ASEAN dan Pasifik ke-10 di Istana […]

  • SKPD Ditantang Terapkan Sistem Tunjangan Kerja

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Anggaran untuk tunjangan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan menurut suatu sumber dari kalangan PNS SKPD tidak sesuai, pasalnya tidak semua pegawai disana memegang jabatan dan auditor. “Tidak semua pegawai disana pegang jabatan dan auditor, ada yang cuma staf biasa tetapi dapat APIP, ini yang mengherankan. Belum lagi […]

  • Dana Macet,18 Proyek Ipal Komunal 2017 Tidak Selesai

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Lubuklinggau – Akibat dana macet masuk ke rekening Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sehingga menyebabkan 18 Proyek Ipal Komunal di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pengerjaan tidak tepat waktu dan Januari 2018 masih dikerjakan. Menurut Jaka,Ketua KSM,dilokasi Ipal komunal di RT.01 Kelurahan Simpang Periuk,Kecamatan Selatan Dua,Lubuklinggau,(4/5/2018), mengatakan 18  Ipal Komunal di Lubuklinggau nilai anggaran sama sebesar Rp. 425 Juta […]

  • PKPU Idealnya Dibahas Jauh Sebelum Pemilu

    • calendar_month Ming, 13 Jan 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    ANGGOTA Komisi II DPR RI Firman Soebagyo mengatakan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) seharusnya dibahas jauh sebelum pelaksanaan Pemilu. Idealnya minimal dua tahun sebelum pelaksanaan Pemilu sudah selesai dilaksanakan pembahasannya, agar KPU memiliki banyak waktu untuk menyusun turunan dari rancangan perundangan. “Kalau Undang-Undang Pemilu itu setiap lima tahun dilakukan revisi, pembahasan setidak-tidaknya harus mulai dibahas […]

  • Gonjang Ganjing 100 Hari Kerja Pemerintahan Rama-bearti

    • calendar_month Sen, 14 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    PASANGAN Ratna Mahmud-Suwarti merupakan Pasangan dua Sirkandi yang menjadi Pemenang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di kabubaten Musirawas Tahun 2021. Pelantikan tersebut berlangsung di Griya Agung, Palembang, Jumat (26/2/2021) yang secara langsung dilantik Gubernur Sumsel H Herman Deru. Dilantiknya Hj Ratna Machmud-Hj Suwarti ini menjadi torehan baru sebagai pasangan perempuan pertama di Pulau Sumatera yang […]

expand_less