Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Kunker Dirjen Pemasyarakatan dan Anggota DPR Didampingi Bupati Musi Rawas Tinjau Lapas Narkoba Muara Beliti

Kunker Dirjen Pemasyarakatan dan Anggota DPR Didampingi Bupati Musi Rawas Tinjau Lapas Narkoba Muara Beliti

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
  • visibility 97

MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud menerima Kunjungan Kerja Dirjen Pemasyarakatan Brigjen Pol Drs Mashudi dan anggota Komisi XIII DPR RI Ke Lapas Narkoba Kelas IIA Muara Beliti serta meninjau secara Langsung Lokasi Baru Lapas Narkoba Kelas IIA Muara Beliti, Jum’at (20/06/2025).

Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud mengaku senang dengan hadirnya Dirjen Pemasyarakatan dan DPR RI, diharapkan rencana untuk mengeser letak Lapas Muara Beliti cepat terlaksana.

Masih menurut Bupati, awalnya memang Pemkab Musi Rawas menyiapkan lahan seluas 5 hektar, tapi kemudian menjadi 15 hektar. Bupati juga memastikan, lahan tersebut sudah siap.

“Itu karena pihak dari kementrian ini mau lapas itu lebih layak lagi dan lebih luas lagi, dan kapasitasnya lebih banyak lagi yakni 1.500 orang ditambahkan untuk ketahanan pangan juga,” kata Bupati.

Sementara itu Dirjen Pemasyarakatan, Brigjen Pol. Drs. Mashudi mengatakan, bersama dengan DPR RI Komisi XIII dan Bupati Musi Rawas, turun untuk mengecek lahan yang rencananya akan dirislah.

“Karena posisi Lapas kami ada di tengah-tengah kota, kemudian dicarikan lahan oleh Bupati yang lebih luas lagi,” kata Mashudi

Sesuai apa yang disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, bahwa Lapas yang ada di tengah kota, agar dipindahkan ke lokasi yang jauh dari kota dan kemukiman.

“Untuk itu, perintahnya para Kanwil agar pendekatan dengan Bupati dan Walikota untuk dipindahkan ke lokasi yang agak jauh dari kota yang lebih luas,” ungkap Mashudi.

Kemudian untuk di Musi Rawas, pihaknya mendapatkan lahan seluas 15 hektar untuk lokasi pembangunan Lapas. Lahan tersebut, nantinya juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti kesenian dan ketahanan pangan.

“Memang lokasinya agak jauh, tapi lebih luas lagi. Nanti Kakanwil dan KUPT bekerjasama untuk menghitung dan duduk bersama, yang tentunya sama-sama enak dan sama-sama tidak merugikan,” ucap Mashudi.

Dengan lahan yang cukup luas tersebut, Mashudi mengatakan, Lapas yang baru akan dibangun untuk Lapas Kelas I dengan kapasitas 1.500 warga binaan.

Masih menurut Mashudi bukan saja di Musi Rawaslapas yang ada di tengah kota di Indonesia ada 55 Lapas dan Rutan yang ada ditengah kota dan semuanya akan pindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari kota.

‎”Untuk pembangunannya nanti diupayakan secepatnya. Nanti kita akan hitung sama-sama dan duduk sama-sama, sehingga nantinya proses rislahnya akan lebih mudah,” pungkas Mashudi. (ADVERTORIAL)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontribusi Pengembang GSI Dua Tahun Terakhir Nihil

    • calendar_month Rab, 8 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    DALAM kurun waktu dua tahun terakhir (2016 dan 2017) Koperasi Korpri Kabupaten Musi Rawas sama sekali tidak menerima kontribusi dari pihak pengembang perumahan Griya Silampari Indah (GSI) Muara Beliti. Padahal setiap bidang tanah yang di pecahkan dan dijual serta dibangun oleh pengembang mewajibkan memberikan kontribusi Rp 1 juta kepada Koperasi Korpri Musi Rawas. Hal ini […]

  • Bawaslu Targetkan Musi Rawas dari Zona Merah Menjadi Daerah Percontohan

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Walaupun dianggap sebagai salah satu daerah paling rawan yang masuk dalam zona merah pada pelaksanaan Pemilihan 2014 lalu, target tinggi tetap disematkan kepada Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan untuk Pilkada 2015 Desember mendatang. Lewat pelaksanaan pilkada yang akan diikuti tiga pasangan calon tersebut, Musi Rawas ditargetkan keluar dari zona merah bahkan menjadi […]

  • Diduga Mafia Tanah Bergabung dengan Mafia Hukum

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2013
    • account_circle investigasi
    • visibility 423
    • 0Komentar

    PALEMBANG – MAFIA TANAH BERGABUNG DENGAN MAFIA HUKUM…… Demikian bunyi spanduk yang dibawah para demonstran dari LSM Merah Putih yang dipimpin oleh David Sanaki. Sidang kasus tanah yang dilaporkan mafia tanah Aripin alias Apau dengan tuduhan MENYEROBOT TANAH Aripin padahal dari penjual tanah Asikin Abdullah Kadir dalam surat pernyataan tanggal 09/11/2012 tanah Arifin berada di belakang […]

  • 9300 Peserta Tes CPNSD Muratara Bersaing

    9300 Peserta Tes CPNSD Muratara Bersaing

    • calendar_month Sab, 13 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KAYU ARA – Penantian peserta tes CPNSD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengikuti Tes Kemampuan Dasar (TKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), tercapai. Hari ini, Jumat (5/12) akan dimulai pelaksanaan tes CPNSD untuk Kabupaten Muratara formasi 2014 diikuti 9.300 peserta. Tempat tes akan berlangsung di SMK Negeri 2 Kota Lubuklinggau, Jalan Garuda Kelurahan Bandung […]

  • Dana Macet,18 Proyek Ipal Komunal 2017 Tidak Selesai

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Lubuklinggau – Akibat dana macet masuk ke rekening Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sehingga menyebabkan 18 Proyek Ipal Komunal di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pengerjaan tidak tepat waktu dan Januari 2018 masih dikerjakan. Menurut Jaka,Ketua KSM,dilokasi Ipal komunal di RT.01 Kelurahan Simpang Periuk,Kecamatan Selatan Dua,Lubuklinggau,(4/5/2018), mengatakan 18  Ipal Komunal di Lubuklinggau nilai anggaran sama sebesar Rp. 425 Juta […]

  • Update Info : 524 Pengajuan Santunan Kematian, 514 Dana Sudah Transfer

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Update Info, hingga kini sudah 524 berkas pengajuan Santunan Kematian yang masuk ke Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas (Mura). Dari pengajuan masyarakat yang tertimpa musibah meninggal dunia tersebut, 510 berkas diantaranya sudah di transfer dana Santunan Kematian ke ahli waris dan 10 berkas masih proses kelengkapan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas […]

expand_less