Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » PDIP Tetap Dorong Pemerintah Terbitkan Perppu Pilkada

PDIP Tetap Dorong Pemerintah Terbitkan Perppu Pilkada

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 14 Agu 2015
  • visibility 113

JAKARTA — Anggota Komisi II dari Fraksi PDIP, Arif Wibowo menilai jumlah daerah yang akan ditunda pelaksanaan Pilkadanya bisa tetap bertambah. Sebab bukan tidak mungkin hasil verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyisakan hanya ada satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal.

Menurutnya, pihaknya masih mengupayakan agar Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada. Sebab, 80 daerah yang memiliki potensi terjadi penundaan karena hanya dua pasangan calon ini membuat kondisi pilkada menjadi genting.

Dalam Undang-Undang Pilkada juga disebutkan, bahwa tahun 2015 menjadi tahun Pilkada serentak. Tidak boleh ada penundaan Pilkada. Pemerintah harus segera bertindak untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Perppu jalan keluar paling praktis, menjamin hak konstitusional calon dan wakil kepala daerah,” katanya di kompleks parlemen Senayan, Jumat (14/8).

Arif melanjutkan, selain soal pasangan tunggal, kegentingan juga terjadi karena aturan untuk penjabat belum ada. Sebab, kalau ada penundaan Pilkada hingga tahun 2017, ada kekosongan posisi kepala daerah yang harus diisi oleh penjabat selama hampir dua tahun.

Sebagai penjabat, ada beberapa kewenangan strategis yang tidak dapat dilakukan. Artinya, posisi penjabat menjadi tidak strategis. Jadi, Arif berharap, Presiden segera mengeluarkan Perppu Pilkada.

“Lebih cepat lebih bagus,” ucapnya.

Sementara Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah masih menunggu laporan dari KPU terkait Perppu Pilkada. Sebab, harus ditunggu hasil verifikasi dari KPU soal 80 daerah yang hanya memunculkan dua pasangan calon bertanding.

Apakah mereka memenuhi persyaratan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, atau tidak. Jadi, pemerintah masih menunggu laporan resmi dari KPU soal ini. sampai detik ini, kata Tjahjo, pihaknya mengaku belum berpikiran untuk mengajukan Perppu Pilkada.

“Saya sebagai Mendagri menyiapkan beberapa alternatif, saya kira masih jauh, seandainya ada Perppu, jadi pilihan terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengungkapkan penyelesaian calon tunggal tidak perlu dengan Perppu. Kalau PDIP masih berpikiran untuk mendorong Perppu karena ada potensi 80 daerah akan ada calon tunggal, itu terlalu berspekulasi. Sebab, hal itu belum diumumkan secara resmi oleh KPU.

Menurutnya, kondisi saat ini tidak akan berbeda jauh dengan kondisi saat ada pengumuman resmi dari KPU. Terlebih, Perppu justru akan membuat posisi calon kepala daerah menjadi riskan. Sebab, Perppu belum tentu Perppu diterima oleh DPR.

“Kalau ditolak, maka tidak ada payung hukum lagi pada calon kepala daerah,” tegasnya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2016, Uji Kendaraan di Musirawas Capai 4.724 Unit

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kab. Musi Rawas mencapai 4.724 kendaraan nyata uji tahun 2016. Kepala UPT. PKB Paisol, S.H. mengatakan bahwa pengujian KIR dilakukan untuk menjaga keselamatan berkendaraan ” Kegiatan pengujian kendaraan sebagai pemenuhan persyaratan teknik dan layak jalan, ” Ungkapnya, Senin (30/01/17) di ruang kerjanya. Untuk kendaraan yang diuji memiliki […]

  • Bupati Musi Rawas Usulkan 3 Desa Dapat Jaringan Listrik

    • calendar_month Sel, 8 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud menyampaikan, ada 3 Desa di Kabupaten Musi Rawas yang perlu mendapatkan jaringan listrik yaitu Desa Harapan Makmur, Desa Sindang Laya, dan Desa Mukti Karya. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Musi Rawas meminta kepada PLN untuk menyalurkan listrik di Desa tersebut. “Namun jaringan listrik tersebut banyak […]

  • RS AK Gani Tolak BPJS Pasien yang Tak Bisa Makan Minum

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Palembang, Jurnalindependen.com – RS A.K Gani Palembang tidak mau menerima pasien BPJS yang tidak bisa makan atau minun. Hendra Saputra disuruh dokter pulang. Sampai di rumah pasien pingsan dan dilarikan ke RS Charistas. “Kata dokter yang jaga bahwa BPJS tidak menjamin orang yang tidak bisa makan atau minum. Anakku parah diomongke tidak apa apa dan disuruh […]

  • Revisi UU Pilkada Masuk Prioritas Baleg

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA — Revisi Undang-Undang Pilkada sudah menjadi RUU usulan anggota DPR. Dalam mekanisme selanjutnya, usulan revisi terbatas ini akan dimasukkan ke Badan Legislatif (Baleg) untuk diharmonisasi. Dari Baleg, baru dimintakan persetujuan anggota di sidang paripurna DPR RI. Wakil Ketua Baleg, Firman Subagyo mengatakan, revisi ini diprediksi akan menjadi skala prioritas harmonisasi di Baleg. Sebab, revisi […]

  • Ikhwal Batu Dalam Kebudayaan Manusia

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Awalnya, orang memburu dan memuliakan batuan ini karena keindahan dan kelangkaannya Batu lama menempati posisi penting dalam kebudayaan manusia. Bahkan, jejak manusia pada batu bisa menjadi penanda evolusi kebudayaan manusia. Zaman batu adalah era tertua dalam evolusi kebudayaan manusia di Bumi. Di fase awal ini, sekitar 2,6 juta tahun lampau, yang dikenal dengan nama Paleolitik […]

  • Memprihatinkan, Fasilitas SMPN Taba Renah Minim & Banyak Rusak

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com -Fasilitas pendidikan di SMP Negeri Taba Renah Kecamatan Selangit sangat minim dan memprihatinkan. Dimana kondisi ruang kelas dan meja kursi sudah banyak yang tidak layak pakai. Hal ini terungkap saat Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) mengunjungi sekolah tersebut. Ketua L-KPK Cabang Musi Rawas, Ali Mu’ap mengungkapkan, Selasa (27/02) bahwa sangat miris melihat sekolah […]

expand_less