Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kami » Istilah ‘Bude’ atau ‘Pakde’ Tak Ada Lagi Usai Pilkada

Istilah ‘Bude’ atau ‘Pakde’ Tak Ada Lagi Usai Pilkada

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
  • visibility 193

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) telah usai, bahkan tidak lama lagi akan pelantikan Bupati/Wakil Bupati (Wabup) terpilih.

Pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 lalu yang diikuti hanya 2 Pasangan Calon (Paslon) menjadikan masyarakat Mura seolah terbelah dua. Bagaimana tidak, masyarakat beda pilihan antara Paslon Bupati/Wabup No. urut 01, Hj Ratna Machmud – Hj Suwarti (Ramah Berarti) dan Paslon No. urut 02, H Hendra Gunawan – H Mulyana (H2G Mulya). Bahkan untuk tingkat masyarakat bawah bisa terjadi keributan dan masalah karena beda pilihan.

Dua Paslon ini sering dijuluki Bude dan Pakde. Setidaknya dikalangan LSM dan wartawan, santer istilah Bude dan Pakde digunakan dalam perdebatan maupun guyonan hik hik hiks…… di media sosial, warung kopi, kantin maupun trotoar jalan. Istilah Bude melekat dengan Paslon No. 01 sedangkan istilah Pakde melekat pada Paslon No. 02.

Alhamdulillah, pilkada sukses digelar dan dalam keadaan aman. Kini telah selesai, sudah diketahui pemenang pilkada bahkan DPRD Mura telah menggelar Rapat Paripurna Umumkan Penetapan Paslon Bupati/Wabup masa bhakti 2021 – 2026 pada Jum’at (22/01/2021).

Paslon No. urut 01, Hj Ratna Machmud – Hj Suwarti dengan perolehan 112.843 suara mengungguli rivalnya Paslon No. urut 02, H2G – H Mulyana dengan perolehan 104.939 suara. Selisih antara masing-masing calon mencapai  7.804 suara. Total suara sah mencapai 217.782. Total suara tidak sah mencapai 5.579. (Sumber : KPU Mura).

Bupati/Wabup terpilih bisa kita anggap merupakan takdir dan pilihan rakyat. Dan Bupati/Wabup terpilih ini adalah pemimpin masyarakat/warga di wilayah Kabupaten Mura baik yang telah memilihnya di TPS atau tidak.

Bupati/Wabup yang terpilih adalah milik seluruh masyarakat Mura, bukan hanya milik relawan. Karena itu, ‘Ramah Berarti’ bukan hanya Bupati/Wabup Relawan, tapi Bupati/Wabup Musi Rawas.

Para relawan, secara hakekatnya sudah bubar, karena sejatinya relawan berjuang menyukseskan calon yang didukungnya terlepas menang atau tidak, setelah itu tinggal tertaut hubungan pribadi, pertemanan atau bisa juga karena ‘Kance Lame’. Selain itu, yang namanya relawan adalah pejuang yang ikhlas dari namanya saja diperkirakan tidak akan terlalu memaksakan pamrih yang besar, walau demikian tetap perlu balas budi, Bos.

Pemerintah beserta aparatur negara bersama stakeholder dan tokoh masyarakat maupun tokoh agama diharapkan dapat merajut kembali hubungan antar masyarakat yang pernah terbelah saat pilkada.

Tidak ada lagi istilah Bude atau Pakde, tidak ada istilah 01 atau 02 lagi. Sebaiknya saling memaafkan dan tidak saling mendendam, hendaknya bersama dan gotong royong membangun Musi Rawas yang lebih baik kedepan. Semoga dan Tersemoga. Kepada Ramah Bararti Kami ucapkan Selamat, Semoga Amanah dan dapat membawa Musi Rawas semakin Maju dan Sejahtera masyarakatnya. Aamiin.

Penulis/Editor : Faisol Fanani (Pemimpin Redaksi)

Tulisan ini merupakan OPINI REDAKSI.

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus PWI Empat Lawang 2017 – 2019 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    EMPAT LAWANG – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Empat Lawang periode 2017 – 2019 resmi di lantik oleh Ketua PWI Provinsi Sumatera Selatan, H Oktav Riady, Selasa (5/08/2017), di Aula Hotel Kito Tebing Tinggi. Post Views: 1,177

  • Sepanjang 2014, Penderita Penyakit Influensa Capai 20 ribu di Musi Rawas

    • calendar_month Rab, 31 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan berupa pencegahan dan pengobatan penyakit sepanjang 2014 gencar dilakukan. Puskesmas yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di kecamatan dan desa semaksimal mungkin melayani keluhan penyakit dari masyarakat. Dari 18 puskesmas ditambah puskesmas pembantu di Kabupaten Musi Rawas tercatat selama 2014 hingga […]

  • Pengaturan Anggaran Pilar Desa di Serahkan ke Pemdes

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Program Gerakan Bersama Pemasangan Pilar Batas Desa (Gema Sang Pilar) bakal tidak terlaksana dengan mulus. Post Views: 366

  • Irigasi Ambrol Diduga Tak Sesuai SNI

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MURATARA – | Ambrolnya pembangunan irigasi di Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara diduga pengerjaa nya tidak mengikuti aturan SNI Irigasi. Pembangunan irigasi harus memenuhi Kriteria dan mematuhi aturan Standar Perencanaan Irigasi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Akibat dari Perencanaan yang kurang matang dari Dinas PU BM Muratara, pembangunan peningkatan irigasi […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • 2016, Uji Kendaraan di Musirawas Capai 4.724 Unit

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kab. Musi Rawas mencapai 4.724 kendaraan nyata uji tahun 2016. Kepala UPT. PKB Paisol, S.H. mengatakan bahwa pengujian KIR dilakukan untuk menjaga keselamatan berkendaraan ” Kegiatan pengujian kendaraan sebagai pemenuhan persyaratan teknik dan layak jalan, ” Ungkapnya, Senin (30/01/17) di ruang kerjanya. Untuk kendaraan yang diuji memiliki […]

expand_less