Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Ini Bantahan Cokro Tentang Proyek Pamsimas Kurang Volume

Ini Bantahan Cokro Tentang Proyek Pamsimas Kurang Volume

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 8 Des 2017
  • visibility 53

Musirawas – Cokro, selaku Satuan Pelaksana (Satlak) didampingi Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Pamsimas, Desa Ciptodadi, Musirawas, Sumatera Selatan, (6/12/2017), membantah bahwa proyek  tersebut kurang volume, maka kegiatan itu sudah kerjakan sesuai RAB.

“Tidak benar, proyek pamsimas di desa kami dikerjakan kurang volume, semua item pekerjaan seperti sumur bor, pondasi tower, cakar ayam dan lainnya kita kerja sesuai RAB serta melibat masyarakat setempat”,ujarnya.

Selanjutnya, ketika disinggung soal SPJ Pamsimas siapa yang buat, Cokro mengatakan bahwa pembuatan laporan tentang SPJ  bukan dari kita semua yang ngerjakan.“Pembuatan SPJ Sebagian dari kami sebagian dari Satker Pamsimas, karena ada hal-hal yang tidak kami mengerti”,Akuinya.

Seperti dilansir Harian Dialog, Proyek penyedian air minum  dan sanitasi masyarakat (Pamsimas),Desa Ciptodadi, Kecamatan Suka Karya, Musirawas, Sumatera Selatan, yang dibangun menggunakan dana APBN 2017 sebesar Rp.380 Juta, menuai protes masyarakat karena diduga kurang volume. Pasalnya ada beberapa item pekerjaan yang tidak mengacu pada RAB.

Menurut warga berinisial JJ, (21/11/2017), dalam pelaksanaan proyek Pamsimas di Desa Ciptodadi ada beberapa item pekerjaan diduga kurang volume, meliputi pekerjaan sumur bor kedalaman seharusnya 60 meter hanya dibuat sekitar 35 meter, kedalaman pondasi tower seharusnya 2 meter hanya dibuat 130 meter. Cakar ayam yang dibuat tidak sesuai pada gambar dan kegiatan ini diborongkan orang dari luar desa, warga setempat tidak dilibatkan.

“Dari item pekerjaan yang disebutkan pada saat pelaksanaan warga sudah berkali-kali menegur para pekerja dan Pak Kades, soal proyek sumur bor Pansimas dikerjakan tidak sesuai dengan RAB, banyak item pekerjaan dikerjakan kurang volume,” ujar JJ.

Dikatakannya, sumur bor dibangun kedalaman sesuai RAB, supaya air yang dihasilkan bukan  cekungan air tanah yang mengandung kadar zat besi, seharusnya sumur yang dibor mata air sungai dalam tanah, sehingga tidak mengalami kekeringan jika musim kemarau.“Warga kecewa dan tidak puas sumur bor yang dibuat kedalaman 35 meter, sehingga air yang dihasilkan tidak sesuai yang diharapkan, dikhawatirkan nanti tak bisa mengatasi musim kemarau. Apalagi kini teras atau kaki lima tower sudah retak,” jelas warga itu.

Selain itu, Sukria selaku Kades Desa Ciptodadi, Kecamatan Suka Karya, Musirawas, beberapa kali di hubungi  melalui via HP No.082162960xxx tidak diangkat dan SMS tidak dibalas. (hariandialog.com)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Longsor, Kini Jalan Bandar Agung Bisa dilewati

    • calendar_month Sen, 10 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    BATURAJA – Setelah dilakukan penimbunan oleh Dinas PU PR Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Propinsi Sumatera Selatan, jalan yang sebelumnya longsor di Desa Bandar Agung Kecamatan Lubuk Batang kini sudah bisa dilewati. Kabid Bina Marga PU PR, Muzaim Aliansyah, Ahad (9/9/2018) menjelaskan, kini jalan yang menghubungkan Desa Bandar Agung dan Desa Gunung Meraksa tersebut sudah […]

  • Wabup Musi Rawas Siap Tindaklanjuti Rekomendasi Legislatif Atas LKPJ Bupati TA 2022

    Wabup Musi Rawas Siap Tindaklanjuti Rekomendasi Legislatif Atas LKPJ Bupati TA 2022

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas Hj. Suwarti mengapresiasi seluruh anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas yang telah bekerja maksimal, membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Musi Rawas Tahun Anggaran 2022. Wabup mengucapkan terima kasih atas Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Musi Rawas Tahun Anggaran 2022. Semua saran baik berupa pendapat maupun imbauan akan […]

  • Optimis, Penyusunan RPJMD 2021-2026 Selesai Tepat Waktu

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) 2021 – 2026 memasuki tahap akhir, yakni pengajuan ke Pemprov Sumsel. Hal ini disampaikan Kepala BAPPEDA, Nanti Kasih melalui Sekretarisnya, H Fatbone Hidayat saat dihubungi, Rabu (04/08/2021). “Sekarang proses melengkapi berkas RPJMD untuk diajukan Pemprov Sumsel. Sebelumnya sudah […]

  • Assisten II Setda Mura Buka Seminar Jurnalistik

    • calendar_month Sab, 8 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Musi Rawas, – Asisten II Setda Kabupaten Musi Rawas, Syaiful Anwar Ibna membuka secara langsung acara Seminar Jurnalistik, di Hotel Smart Lubuklinggau, Sabtu (08/12). Dalam sambutannya dirinya menyampaikan, selamat datang kepada narasumber di Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan seminar ini, sangatlah penting untuk diikuti bagi para peserta, terkhusus kepada rekan-rekan wartawan. Berbicara tentang jurnalistik lanjutnya, tingkatan […]

  • JK Tegaskan Perppu Pilkada Tidak Diterbitkan

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tidak akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) terkait pilkada serentak. Ia menegaskan, pemerintah akan menjalankan aturan perundang-undangan dalam menggelar pilkada serentak pada akhir tahun ini. Sehingga, daerah yang hanya memiliki calon tunggal dalam pilkada serentak harus menunda penyelenggaraan pilkada. “Tidak, tidak ada perppu. Kita jalankan aturan […]

  • Angka Kematian Ibu & Anak di Muratara Capai 48 orang pertahun.

    • calendar_month Jum, 23 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.co.id – Angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mencapai 48 kematian dalam setahun. Angka ini cukup tinggi dan salah satu faktor kurangnya edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif Saat pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa diwilayah tersebut, Jum’at […]

expand_less