Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Aksi Masyarakat Muratara Tolak Pj. Bupati Bukan Putra Daerah

Aksi Masyarakat Muratara Tolak Pj. Bupati Bukan Putra Daerah

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2015
  • visibility 36

MURATARA, Jurnalindependen.com — Puluhan warga yang mengatasnamakan masyarakat Musi Rawas Utara (Muratara) lakukan aksi damai didepan kantor Bupati Muratara, Rabu (14/01/2015) dengan membawa spanduk yang berisi penolakan Pj Bupati yang bukan putra asli Muratara.

Diantara tuntutan warga tersebut menolak bila Gubernur Sumatera Selatan memaksakan Pj Bupati orang dekat gubernur, selain itu ancaman akan melakukan Reperandum pindah ke Provinsi Jambi. dalam orasinya Rodi (27) yang mewakili masyarakat Muratara mengatakan, “Bila tuntutan Mereka tidak dipenuhi maka masyarakat Muratara akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan akan melakukan aksi penutupan jalan lintas Sumatra di setiap perbatasan”.

Ditambahkan juga oleh Budi (34)  dalam orasinya mengatakan, ”Kami tidak ingin lagi Pj bupati Muratara bukan putra daerah Muratara karena yang bukan putra daerah tidak begitu memikirkan nasib masyarakat Muratara seperti yang telah terjadi, Pj bupati yang lama tersandung kasus Korupsi dan kami tidak ingin terjadi lagi”.

Dalam aksi damai tersebut juga hadir H.M. Sarkowi Wijaya, juga melakukan orasi pada saat itu menyampaikan, “Bertahun-tahun perjuangan untuk Muratara ini tanpa ada bantuan biaya dari Pemda Musi Rawas, atau biaya dari Pemda Sumatera Selatan, biayanya murni uang kami sendiri, memang ada oknum yang bermain sampai oknum tersebut bisa dapat membangun rumah dan membeli mobil,”ujarnya.

Ditambahkan lagi oleh H.M sarkowi Wijaya, sudah 2 bulan 23 hari Muratara tidak ada Pj Bupati, pemerintahan tidak berjalan dengan baik, pemerintahan tidak stabil, aktivitasnya tidak begitu baik para pegawainya masuk kerja jam 11, pulang kerja jam 12.

”Bus Dinas yang ada digunakan untuk pegawai yang pulang ke Lubuklinggau, berapa biaya yang dikeluarkan oleh Pemkab Muratara untuk operasional bus tersebut, sementara pegawai yang pulang ke daerah lain seperti Lesung batu, Rantau Kadam dan daerah yang lainnya pulang dengan mengggunakan Biaya sendiri, kapan orang Muratara bisa menikmati hasil perjuangan Mereka?” lanjut H.M sarkowi Wijaya lagi dengan nada Kecewa, tidak adanya santunan dari pemerintah daerah untuk setiap bulannya kepada korban baik yang telah meninggal, atau yang luka-luka disaat terjadinya demo pembentukan kabupaten Muratara..(Perri)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyelenggara Pemilu Dituntut Gencar Sosialisasi

    • calendar_month Rab, 28 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    ANGGOTA Komisi II DPR Firman Soebagyo meminta penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) untuk terus menerus melakukan sosialisasi tentang Pemilu serentak 2019. Salah satunya sosialisasi terkait kertas surat suara yang cukup banyak. Karena pemilih dituntut memilih Calon Presiden, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota dan DPD RI. Diharapkan dengan adanya sosialisasi yang masif, masyarakat menjadi tidak […]

  • Putusan Kasus Bank Century Merupakan Anugerah untuk Indonesia

    • calendar_month Ming, 15 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    JAKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan tersangka lain atas asus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik. Perintah tersebut merupakan salah satu putusan PN Jakarta Selatan yang mengabulkan gugatan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Senin (9/4/2018). Dengan putusan tersebut, KPK […]

  • Dua Kelurahan di Lubuklinggau Jadi Kampung Warna Warni

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Dua Kelurahan di Lubuklinggau yang perkampungan warganya di pinggir aliran sungai yakni Lubuklinggau Ulu dan Ulak Surung akan dijadikan kampung warna warni. Tahap awal, masing-masing kelurahan ditunjuk dua RT yakni RT 5 dan RT 6 (Lubukllinggau Ulu) dan RT 3 dan RT 4 (Ulak Surung). Rencana kampung warna warni tersebut diprakarsai langsung oleh istri Walikota Lubuklinggau yang […]

  • Layanan SIM Lumpuh, Dipicu Pengerjaan Proyek Merusak Cabel Fiber Optik 

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Satlantas Polres Mura, terpaksa sementara berhenti beroperasi. Lumpuhnya aktivitas layanan SIM, dipicu rusaknya jaringan Internet di duga karena kelalaian pihak kontraktor lakukan penggalian mengakibatkan rusaknya keberadaan cabel fiber optik milik PT. Telkom Indonesia beserta sejumlah fasilitas umum (Fasum) lainnya. Mirisnya lagi, dampak besar sangat dirasakan […]

  • Warga Trans SP 10 Sungai Naik Adukan Nasib ke Presiden Jokowi

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Empat tahun sudah, warga trans SP 10 Sungai Naik Kecamatan BTS Ulu mengeluhkan akan nasib mereka karena lahan LU 1 digusur PT Dapo, namun hingga kini pengaduan mereka belum direspon pemerintah. Selain itu LU 2 juga hingga kini belum diberikan, sedangkan sertifikat lahan belum juga dikeluarkan. Ardiansyah (38) bersama warga lainnya, berencana […]

  • Baru di Angkat PNS, Disinyalir Oknum Pegawai Mangkir Kerja

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Baru diangkat jadi PNS, oknum pegawai di Dinas Koperasi, Usaha Kecil & Menengah Kabupaten Musi Rawas inisial F diduga mangkir alias bolos dari kerja. Hal itu terungkap ketika sejumlah awak media menanyakan perihal pembayaran tagihan media, namun sayangnya si oknum pegawai tersebut notabene adalah PPTK nya tak kunjung masuk dikantor dan dibenarkan […]

expand_less