Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Infrastruktur Cuma Capai 5 Persen Pertumbuhan Ekonomi

Infrastruktur Cuma Capai 5 Persen Pertumbuhan Ekonomi

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
  • visibility 104

JAKARTA – Pembangunan infrastruktur yang ambisius dilakukan pemerintah ternyata hanya berdampak pada 5 persen pertumbuhan ekonomi.

Klaim pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi semakin baik akibat pembangunan infrastruktur perlu dicek ulang. Dampak infrastruktur itu baru terlihat pada jangka panjang, bisa di atas tiga tahun.

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan saat dihubungi via wawancara telepon mengatakan, di era sebelum Presiden Jokowi, saat pembangunan infrastruktur tidak seambisius sekarang, pertumbuhan ekonominya bisa menyentuh angka 6 persen.

“Di era Jokowi, pertumbuhan ekonomi hanya sampai 5 persen,” katanya, Rabu (29/08).

Dahulu, tambahnya, lewat  Masterplan  Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), masyarakat bisa mengakses dokumen perencanaannya, sehingga bisa ikut terlibat dan mengawasi arah dan dampaknya. Sementara di era Jokowi, selain dokumennya sulit diakses, pembangunannya juga terkesan instan, sehingga arahnya tak bisa diukur. Dengan begitu, dampak pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan investasi sulit diukur pula. 

“Faktor pertumbuhan ekonomi tidak tunggal. Untuk mencapai pertumbuhan 7 persen diperlukan dana minimal Rp 5.000 triliun. Kita tahu, sumber penerimaan APBN 80 persen berasal dari pajak. Sementara tax ratio masih di bawah 10 persen. Lebih jauh, pertumbuhan ekonomi itu dimotori oleh daya beli masyarakat yang baik dan industri berjalan bagus.

Selanjutnya, sektor keuangan yang disebut-sebut sebagai tulang punggung pembangunan juga harus tetap diperhatikan,” jelas Heri.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, pembangunan infrastruktur tidak harus membebani APBN. Untuk itu, ke depan harus ada keterlibatan pihak swasta lewat public-private-partnership yang jelas dan diarahkan ke sektor-sektor produktif.

“Infrastruktur itu penting, tapi jauh lebih penting lagi adalah sasaran dan dampaknya secara tepat dan produktif. Sebab, mayoritas pendanaan infrastruktur itu bersumber dari utang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sambung mantan Wakil Ketua Komisi VI ini, per Juli 2018 posisi utang Indonesia sudah mencapai Rp 4.253 triliun atau 29,74 persen dari PDB. Utang yang tidak terkontrol akan terus menjadi beban APBN karena harus membayar cicilan pokok utang yang pada 2018 mencapai Rp 396 triliun. Ini tentu akan sangat membebani APBN jika tidak terkelola dengan baik.

Selain membebani pembiayaan, proyek infrastruktur Jokowi, nilai Heri, tak berjalan mulus. Masalah lahan masih menjadi problem akut. Proyek tol trans Sumatera, misalnya, masih terkendala pembebasan lahan. Belum lagi proyek PLTU kapasitas 2×1000 MW di Batang, Jawa Tengah, juga terkendala 19 ha lahan yang tidak bisa dibebaskan.

“Ini terlihat jelas kurangnya koordinasi dan sinergi antar kementerian dan lembaga dalam sebuah pemerintahan yang terkesan berjalan sendiri,” kilah politisi muda dari dapil Jabar IV itu. (mh/sf–ParlementariaDPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Pasca Idhul Adha (2)

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    ISLAM mengajarkan persaudaraan sesama dan menjauhi segala perbuatan nista. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap sosial yang luhur dan mulia harus terus ditumbuhkan ketika egoisme cenderung merebak dalam kehidupan bangsa. Jika ketimpangan sosial masih tinggi dan segelintir orang menguasai kekayaan negeri tanpa rasa sungkan, hal itu menunjukkan luruhnya solidaritas sosial yang autentik dari kehidupan kolektif bangsa ini. […]

  • Hati-Hati Lewat Jalinteng Bingin Jungut Longsor

    • calendar_month Sen, 29 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS,Jurnalindependen.com — Pengendara sepeda motor maupun roda empat yang melintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Lubuklinggau melalui Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) maupun sebaliknya  harus berhati-hati. Pasalnya disana jalannya longsor  sudah memakan 1/2 meter badan jalan. Tidak itu saja untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kecelakaan, disana sudah dipasang papan […]

  • Propemperda DPRD Mura Siapkan Bahasan 3 Raperda dan LKPJ Sebelum September

    Propemperda DPRD Mura Siapkan Bahasan 3 Raperda dan LKPJ Sebelum September

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – DPRD Musi Rawas dalam waktu dekat akan membahas tiga rancangan peraturan daerah (raperda) dan LKPJ Bupati Musi Rawas Tahun 2023. Tiga raperda dan LKPJ ini akan dibahas dimasa periode anggota DPRD sekarang. Ketua Propemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Kabupaten Musi Rawas, H. Alamsah A Manan, mengatakan tugas DPRD saat ini menyelesaikan tiga […]

  • Peran Parlemen Wujudkan Pemerintahan Transfaran dan Efektif

    • calendar_month Sel, 6 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua DPR RI Fadli Zon menekankan bahwa parlemen berperan penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan bebas dari korupsi. Selain itu, dalam mendukung tercapainya agenda pembangunan berkelanjutan, pemberantasan korupsi merupakan peran vital bagi penyelenggara pemerintahan. Hal tersebut ia sampaikan ketika menjadi pembicara dalam Forum Parlemen G20 and Speakers’ Summits di Buenos Aires, Argentina, […]

  • Pemkab Mura dan IAIN Curup Teken MoU Bidang Pendidikan

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Guna mendukung Pendidikan di Kabupaten Musi Rawas, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu melakukan kerjasama bidang pendidikan yang selanjutnya diaplikasikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Auditorium Perpustakaan IAIN Curup, Sabtu (23/03.2019) Penandatangan MoU ini dilaksanakan oleh Wakil Bupati Musi […]

  • Cabai Pengaruhi Tingkat Inflasi Lubuklinggau

    • calendar_month Sab, 13 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU –  Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau mencatat angka Inflasi sampai bulan November 2014 berada di angka 2,07 persen. Tercatat lonjakan harga terekstrim terjadi pada komoditas cabai rawit yang mengalami persentase perubahan harga sebesar 83,45 persen dan cabai merah sebesar 41,3 persen. Kepala BPS Lubuklinggau Aldi menerangkan, kenaikan tingkat inflasi di kota Lubuklinggau hampir […]

expand_less